×

Iklan


Puluhan Ton Bangkai Ikan di Danau Maninjau Timbulkan Bau Menyengat

24 November 2022 | 15:13:36 WIB Last Updated 2022-11-24T15:13:36+00:00
    Share
iklan
Puluhan Ton Bangkai Ikan di Danau Maninjau Timbulkan Bau Menyengat

Lubuk Basung, Khazminang.id-- Kematian puluhan ton ikan di keramba jaring apung (KJA) Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, mulai berdampak pada pencemaran lingkungan.

Bangkai ikan yang mengapung di permukaan danau tersebut menimbulkan bau tak sedap. Kondisi ini terjadi pascakematian massal ikan budidaya KJA di sejumlah nagari di Kecamatan Tanjung Raya.

Berdasarkan pantauan pada Rabu (23/11), bau busuk bangkai ikan tersebut mulai tercium di sepanjang jalan raya Lubuk Basung-Bukittinggi, terutama di Nagari Koto Malintang, Koto Gadang VI Koto, Koto Kaciak, Duo Koto, Bayua, dan Maninjau.

    Selain itu, bau menyengat juga tercium di Nagari Tanjung Sani dan Sungai Batang. Bangkai ikan tersebut sengaja dibuang petani KJA ke perairan danau setelah fenomena kematian ikan secara massal beberapa hari lalu.

    Akibatnya, ribuan bangkai ikan yang didominasi jenis ikan nila itu mengapung di permukaan danau, hingga terdampar ke pinggir danau.

    Kondisi itu jelas menimbulkan polusi udara di kawasan Danau Maninjau dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

    Fauzan, salah seorang warga mengeluhkan bau bangkai tersebut. Ia menyebut, aroma tak sedap yang berasal dari bangkai ikan tersebut mulai dirasakan sejak tiga hari lalu pascaterjadinya peristiwa kematian ikan KJA di beberapa nagari.

    "Sudah tiga hari ini baunya mulai tercium. Sangat menyengat sekali karena banyak bangkai ikan yang terdampar di pinggir danau," ujar warga Koto Malintang itu, Rabu (23/11).

    Ia berharap, kondisi ini harus segera ditangani oleh pemerintah daerah agar bau bangkai tidak meluas, dan tidak menambah pencemaran lingkungan.

    "Semoga Pemkab Agam bisa secepatnya menyikapi kondisi ini, karena kalau dibiarkan akan menambah pencemaran Danau Maninjau," ungkapnya.

    Sementara itu, Camat Tanjung Raya, Roza Syafdefianti mengatakan, pihaknya telah mengimbau para petani KJA yang mengalami kematian ikan untuk tidak membuang bangkai ikan ke perairan danau agar tidak menimbulkan polusi udara.

    "Kami sudah mengimbau petani KJA untuk tidak membuang bangkai ikan ke perairan danau karena jika dilakukan akan menambah beban pencemaran Danau Maninjau," katanya.

    Diketahui, ribuan ikan budidaya KJA di Danau Maninjau sebelumnya mengalami kematian secara massal akibat pengaruh cuaca ekstrem yang melanda wilayah itu sejak beberapa waktu terakhir.

    Kematian ikan budidaya yang mayoritas berjenis nila itu mulai terjadi pada Kamis (17/11) hingga Selasa (22/11) kemarin.

    Lokasi kematian ikan hampir menyeluruh terjadi di kawasan Danau Maninjau, seperti Nagari Koto Malintang, Koto Gadang VI Koto, Koto Kaciak, Duo Koto, Bayua, Maninjau, Sungai Batang, dan Tanjung Sani.

    Hingga kini belum diperoleh data pasti terkait jumlah kematian ikan dan kerugian yang dialami oleh para petani KJA.

    Namun puluhan ton ikan dikabarkan mengalami kematian secara mendadak. Sementara kerugian yang dialami petani KJA ditaksir mencapai miliaran rupiah.

    Kematian ikan tersebut disebabkan oleh berkurangnya kadar oksigen air di dalam danau, akibat pengaruh intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang yang melanda dua pekan terakhir.

    Hal itu menyebabkan terjadinya pembalikan massa air sehingga membuat kadar oksigen di dalam Danau Maninjau menurun. (khz)