×

Iklan

DARI FESTIVAL KEBUDAYAAN JAMBU LIPO
Prosesi Raja Jambu Lipo Menjalani Rantau Ditampilkan di Museum Adityawarman

02 Desember 2021 | 15:57:14 WIB Last Updated 2021-12-02T15:57:14+00:00
    Share
iklan
Prosesi Raja Jambu Lipo Menjalani Rantau Ditampilkan di Museum Adityawarman

Padang, Khazminang – Sebuah tradisi yang hingga kini masih dilaksanakan di Kerajaan Jambu Lipo di Nagari Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung adalah tradisi Raja Menjalani Rantau (Rajo Manjalang Rantau). Tradisi ini merupakan perjalanan utusan Raja Alam Kerajaan Jampu Lipo mengunjungi beberapa daerah.

Prosesi Rajo Menjalani Rantua ini digelar di Museum Adityawarman, Kamis (2/12/2021) dalam rangkaian kegiatan Festival Kebudayaan Jambu Lipo yang dihelat Dinas Kebudayaan Sumatera Barat. Proses Rajo Menjalani Rantau ini diawali dengan petatah petitih di rumah gadang. Kerabat kerajaan menyampaikan maksud dan tujuan merantau sesuai tradisi turun temurun di Kerajaan Jambu Lipo.

Kegiatan ini disaksikan oleh pewaris Kerajaan Pagaruyung, Bundo Kanduang Ranah Minang,  Puti Reno Raudha Thaib, Kepala Dinas Kebudayaan Pemprov Sumatera Barat Gemala Ranti dan sejumlah undangan dari berbagai kalangan.

    Sebelum rantau dijalani, raja menyerahkan keris kepada timnbalannya. Selanjutnya, sebelum turun rumah gadang, sang raja dilepas dengan doa yang dipimpin oleh ulama mereka.

    Menurut Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Puti Reno Raudha Thaib yang juga pewaris Kerajaan Pagaruyung, nilai-nilai tradisi ini perlu dijaga agar generasi penerus tidak kehilangan tradisinya. Apalagi di tengah perkembangan modernisasi dunia.

    “Kerajaan Jambu Lipo adalah bagian dari Kerajaan Pagaruyung. Bila tradisi tidak dijaga dan dikawal, lambat laun akan hilang dan tinggal cerita,” sebutnya.

    Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti mengatkan, prosesi ini ditampilkan agar khalayak banyak mengetahui nilai-nilai tradisi yang tetap dijaga Kerajaan Jambi Lipo.

    “Kegiatan ini sekaligus sebagai salah satu upaya pelindungan, pengembangan, dan pembinaan terhadap warisan budaya Sijunjung,” kata putri sastrawan AA.Navis itu..

    Kegiatan Festival Kerajaan Jambu Lipo ini dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Sumatera Barat karena difasilitasi Hidayat, anggota DPRD Sumatera Barat.

    Sementara anggota DPRD Sumbar, Hidayat  mengatakan, Festival Kerajaan Jambu Lipo dengan segenap keberagaman kegiatan budaya di dalamnya, termasuk penelitian sejarah oleh para ahli yang berkompeten, sebagai langkah awal membuka lebih luas perspektif masyarakat, utam.anya generasi penerus Jambu Lipo agar paham nilai-nilai sejarah, sosial, budaya, dan asal usulnya.

    “Kerja ini tujuannya agar generasi muda dan penerus Kerajaan Jambu Lipo dan Nagari Lubuak Tarok agar memahami warisan budaya, nilai-nilai sejarah, dan sosialnya. Selain itu, kita berharap Kerajaan Jambu Lipo jadi perhatian nasional. Dan itu saya kira sudah terjadi,” terang Hidayat. (devi)