×

Iklan


Produksi Padi Nasional Naik, Walupun Dilanda Covid

15 Oktober 2021 | 13:45:47 WIB Last Updated 2021-10-15T13:45:47+00:00
    Share
iklan
Produksi Padi Nasional Naik, Walupun Dilanda Covid
Sawah di Sumatera Barat

Jakarta, Khazminang.id -- Produksi padi di Indonesia naik 65,39 ribu ton gabah kering giling (GKG) atau 0,14 persen menjadi 45,61 juta ton GKG pada periode Januari-September 2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 45,55 juta ton GKG.

Menurut BPS, hingga akhir tahun masih ada potensi produksi gabah kering giling sebesar 9,66 juta ton lagi

    Kepada pers, hari ini di Jakarta, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan  bahwa umumnya produksi tertinggi itu ada di areal pertanian pulau Jawa, Jatim, Jateng dan Jabar.

    Sumatera Barat tidak termasuk sebagai provinsi yang berkontribusi besar untuk pemenuhan produksi padi nasional.

    Margo menyebutkan bahwa pada 2021 ini potensi produksi padi nasional diprediksi sekitar 55,27 juta ton gabah kering giling. Ini cukup luar biasa, lantaran ada halangan pandemi Covid-19 ternyata masih bisa produksi dinaikkan dibanding produksi tahun 2020. Tahun ini mengalami kenaikan sebesar 620,42 ton atau sekitar 1,14 persen dibanding tahun lalu.

    Menjawab pertanyaan pers, Margo mengatakan bahwa produksi tertinggi dalam tahun 2021 ini terjadi pada bulan Maret lalu yakni sebesar 9,67 juta ton gabah kering giling. “Tapi kita juga mendapat produksi terendah yang terjadi pada bulan Januari yang hanya berkontribusi 2, juta ton GKK,” kata dia.

    Bagaimana dengan Sumbar?

    Mengutip laman bisnis.com produksi padi di Sumbar sepanjang tahun 2020 hanya mencapai sekitar 1,387 juta ton gabah kering giling. Capaian itu menunjukkan penurunan sekitar 95,73 ribu ton (6,45 persen) dibandingkan 2019 yang mencapai 1,493 juta ton gabah kering giling (GKG).

    Penurunan luas panen pada setiap subround tentu saja berdampak pada penurunan produksi padi di subround tersebut," ujar Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati, bulan Maret lalu.

    Produksi padi pada Januari 2021 sebanyak 110,92 ribu ton GKG, potensi produksi sepanjang Februari hingga April 2021 mencapai 440,22 ribu ton GKG. Dengan demikian, total potensi produksi padi pada subround Januari-April 2021 diperkirakan sebesar 551,15 ribu ton GKG, atau mengalami kenaikan sekitar 38,55 ribu ton (7,52 persen) dibandingkan subround yang sama pada 2020 sebanyak 512,60 ribu ton GKG.

    "Tiga kabupaten dengan potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada Januari hingga April 2021 adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam," ungkapnya. Sementara itu, tiga kabupaten dan kota dengan potensi produksi padi terendah pada periode yang sama adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Bukittinggi dan Kota Sawahlunto. Potensi kenaikan produksi padi pada subround Januari-April 2021 dibandingkan subround yang sama pada 2020 terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam. (syafruddin al/bic)