×

Iklan


Positivity Rate Turun ke 3,05 Persen, Pemerintah: Di Bawah Batas Aman WHO

14 September 2021 | 14:09:22 WIB Last Updated 2021-09-14T14:09:22+00:00
    Share
iklan
Positivity Rate Turun ke 3,05 Persen, Pemerintah: Di Bawah Batas Aman WHO
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. ANTARA

´╗┐Jakarta, Khazminang.id-- Pemerintah menyambut baik capaian angka positivity rate Covid-19 Indonesia yang terus menurun hingga mencapai batas aman dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Pemerintah pun mengapresiasi kerja keras semua pihak dalam pencapaian itu.

Hingga Minggu (12/9), positivity rate di Indonesia turun menjadi 3,05 persen atau telah berada di bawah batas aman yang ditetapkan WHO, yakni 5 persen.

"Per Minggu (12/9), positivity rate Indonesia telah turun ke 3,05 persen, atau berada di bawah 5 persen yang merupakan angka ideal dari WHO," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Selasa (14/9).

    Tingkat rata-rata positivity rate saat ini telah turun drastis dari posisi saat puncak lonjakan kasus terjadi pada Juni-Agustus 2021 yang sempat mencapai 30 persen.

    Johnny mengatakan, pemerintah mengapresiasi kerja keras semua pihak hingga angka positivity rate Covid-19 di Indonesia terus menunjukan tren penurunan. Pemerintah mengharapkan kerja keras ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

    Menkominfo menyebutkan kondisi ini sejalan dengan upaya penanganan pandemi di Indonesia yang terus membaik. Namun, kerja keras dan keberhasilan ini tidak boleh membuat semua lengah dan terlena dalam euforia.

    "Kita semua harus tetap mempertahankan, bahkan memperkuat kolaborasi untuk mempertahankan kinerja saat ini dan menghindari potensi lonjakan kasus terjadi di masa mendatang," kata Johnny.

    Menkominfo juga memastikan pemerintah akan terus memperkuat kapasitas penanganan pandemi dari hilir hingga hulu. Di antaranya dengan meningkatkan tes epidemiologi dan rasio kontak erat agar orang yang terinfeksi bisa segera dirawat, serta surveilans genomik di daerah yang berpotensi mengalami lonjakan kasus.

    Pemerintah juga terus memperkuat layanan kesehatan primer, menambah, dan meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat sambil mengimbau pasien untuk dirawat di isoter atau RS.

    Selain itu, pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur, oksigen, hingga alkes di RS. Kemudian mengerahkan tenaga kesehatan cadangan, memperketat syarat masuk RS, mendampingi pasien isolasi mandiri dengan ketat melalui layanan telemedicine, dan memberikan paket obat isoman.

    "Tentunya, pemerintah juga tak akan lelah untuk terus menggencarkan program vaksinasi dari sisi hulu dan tetap mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Semua upaya ini diharapkan bisa membawa Indonesia keluar dari dampak pandemi," ujar Menkominfo. (han/cnn)