×

Iklan


Polri Didesak Ungkap Data 1.125 Warga Sumbar Masuk NII

16 April 2022 | 15:57:52 WIB Last Updated 2022-04-16T15:57:52+00:00
    Share
iklan
Polri Didesak Ungkap Data 1.125 Warga Sumbar Masuk NII
Pihak kepolisian diminta membuka data tentang adanya seribu lebih warga Sumatera Barat yang terafialiasi dengan Negara Islam Indonesia (NII) dan berpotensi menjadi sarang terorisme (foto: Ist/net)

Padang, Khazminang.id--  Pihak kepolisian diminta membuka data tentang adanya seribu lebih warga Sumatera Barat yang terafialiasi dengan Negara Islam Indonesia (NII) dan berpotensi menjadi sarang terorisme

Hal itu dipertanyakan pengamat terorisme yang juga mantan Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatra Barat (Sumbar), Zaim Rais terkait pernyataan Polri bahwa ada 1.125 anggota Negara Islam Indonesia (NII) di Sumbar.

“Gerakan ini kan sudah sangat lama. Tapi ini diekspos oleh Polri bahwa lebih dari seribu orang di Sumbar, terutama anak muda, yang terkait dengan NII. Pertanyaan saya itu dan pertanyaan kita semua, NII yang mana,” ujarnya saat, Sabtu (16/42).

    Menurut Zaim, bahwasannya dewasa ini ada kelompok yang masuk yang di curigai sebagai kelompok radikal, dirinya tidak menampik, tapi yang spesifik NII itu  menurutnya menimbulkan pertanyaan..

    Oleh karena itu, dia mendesak Polri untuk mengemukakan data pendukung bahwa ada 1.125 anggota NII di Sumbar. Polri jangan menyampaikan pernyataan saja.

    “Sebab, kalau hanya statement saja, bisa menimbulkan fitnah di masyarakat Sumbar. Tapi kalau diberikan data pendukung bahwa seribuan orang ini ada di mana dan ini buktinya mereka terlibat. Secara empirik dikemukakan, saya kira kalau memang benar itu adanya kita akan terima,” ungkapnya.

    Zaim menuturkan, selama ini, dirinya sering berkunjung ke berbagai daerah di Sumbar. Dirinya tidak ada mendengar gerakan seperti itu di Sumbar.

    “Walaupun di sisi lain, kita tidak menampik bahwa dengan kemajuan teknologi informasi dewasa ini orang-orang bisa saja terhubung dengan berbagai kelompok kepentingan di daerah lain. Bisa jadi. Tapi kalau sampai mengemukakan lebih dari 1.000 orang itu, itu mengangetkan kita. Jadi, Polri tolong sampaikan data pendukung,” sebutnya.

    Meski demikian, dia menyayangkan sikap kepala daerah di Sumbar, baik gubernur maupun bupati yang daerahnya disebut sebagai lokasi di mana anggota NII tersebar, cenderung diam atau tidak pro-aktif merespon pernyataan Polri itu.

    “Mestinya ada respon atau sikap resmi dari pemerintah daerah. Karena ini tidak boleh didiamkan. Kita yakin Polri tidak asal ngomong, tapi yang kit la tunggu adalah data pendukung. Karena dampaknya besar. Karena jika tidak, bisa menimbulkan fitnah dan sikap antipati kepada instansi kepolisian,” ucapnya.

    Meski demikian, dia tetap mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perkembangan paham radikalisme dan terorisme di Sumbar.

    Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, ada 1.125 anggota NII di Sumbar.

     “Dari jumlah total di Sumbar, 883 orang tersebut di Dharmasraya, dan 292 berada di Tanah Datar,” ungkapnya saat konferensi pers seperti dipantau di akun Youtube milik Divisi Humas Mabes Polri, Selasa (12/4) lalu (*/Novrizal Sadewa).