×

Iklan


Polisi Sidik Kasus Dugaan Penggelapan Ijazah Eks Karyawan RS BKM Painan

27 Mei 2024 | 20:36:16 WIB Last Updated 2024-05-27T20:36:16+00:00
    Share
iklan
Polisi Sidik Kasus Dugaan Penggelapan Ijazah Eks Karyawan RS BKM Painan
Rumah Sakit Umum (RSU) Bhakti Kesehatan Masyarakat (BKM) Sago, Pesisir Selatan.

Painan, Khazminang.id-- Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSU) Bhakti Kesehatan Masyarakat (BKM) Sago, dr. Irmasari Lestari dilaporkan seorang mantan karyawannya ke Polres Pesisir Selatan terkait kasus dugaan penggelapan ijazah.

Pelapor yakni Sharnes Oktafiani, mantan karyawan kontrak sebagai Asisten Apoteker di rumah sakit tersebut. Dia terpaksa mengambil langkah hukum lantaran ijazah aslinya tak kunjung dikembalikan oleh pihak rumah sakit.

Padahal, wanita kelahiran Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan itu secara resmi telah mengundurkan diri secara tertulis pada 24 Juli 2023 silam.

    "Ya, kita sudah laporkan Direktur Utama Rumah Sakit BKM Sago atas nama dr. Irmasari Lestari pada tanggal 12 September 2023," kata kuasa hukum korban, Doven Irawan kepada Khazminang.id, Senin (27/5).

    Dia menjelaskan, laporan polisi tersebut teregister dengan nomor LP/B/63/IX/2023/SPKT-1/SAT Reskrim/Polres Pessel/Polda Sumbar, tentang Tidak Pidana Penggelapan Ijazah D3 Farmasi.

    Kata Doven, setelah kliennya mengundurkan diri secara tertulis pada 24 Juli 2023, tidak ada balasan dari rumah sakit. Hanya saja, pada 25 Agustus 2023, pihak RS membalas dengan alasan audit tanpa menjelaskan jawaban pengunduran diri.

    "Padahal jauh sebelumnya masa kontrak kerja sudah habis terhitung sejak 31 Januari 2023 selama setahun dari 31 Januari 2022. Jadi klien saya bingung dia, tidak bisa lari dari rumah sakit itu karena ijazahnya tidak dikembalikan," bebernya.

    Lebih lanjut dikatakan, dengan tidak ada kejelasan dari pihak rumah sakit, Doven Irawan menduga ada kesengajaan RS BKM tersebut melakukan penahanan ijazah dengan merugikan kliennya.

    "Gara-gara itu klien saya tidak bisa bekerja di Semen Padang Hospital (SPH), padahal klien kami sudah keluar kontraknya. Karena ijazah ditahan sehingga jadi batal," kata dia.

    Terpisah, Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Nurhadiansyah melalui Kasat Reskrim, AKP Andra Nova membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.

    "Benar ada laporan dan saat ini telah masuk tahap sidik dan pihak RS BKM Sago telah dimintai keterangan untuk tindak lebih lanjut," ujar Andra Nova menjawab Khazminang.id.

    Secara terpisah, redaksi telah berupaya menghubungi dr. Irmasari Lestari selaku terlapor untuk meminta konfirmasi terkait laporan tersebut, namun hingga berita ini dimuat belum mendapatkan jawaban. (Milhendra Wandi)