×

Iklan

WEBINAR HARI DONOR DARAH SE DUNIA
Plt.Pencegahan BNPB: Jika orang Takut Mendonorkan Darah, itu Bencana Baru!

14 Jun 2021 | 10:07:34 WIB Last Updated 2021-06-14T10:07:34+00:00
    Share
iklan
Plt.Pencegahan BNPB: Jika orang Takut Mendonorkan Darah, itu Bencana Baru!
Plt.Deputi Pencegahan BNPB Harmensyah dan Dirjen Yankes Kemenkes Abdul Kadir

Padang, Khazminang.id -- Untuk memenuhi kebutuhan darah, perlu pemenuhan sarana dan prasarana serta peningkatan kemampuan SDM untuk pelayanan donor darah. “UTD yang kita punya perlu ditingkatkan lagi kapasitas baik sarana prasarana maupun sumber daya manusianya,” kata Prof. Dr. Abdul Kadir, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan yang menjadi pembicara utama pada Webinar Hari Donor Darah Sedunia yang digelar Palang Merah Indonesia secara nasional.

Khusus dalam rangka pandemi Covid-19 ini perlu dibuat strategi yang spesifik agar masyarakat mau mendonorkan darahnya. Jangan sampai karena Covid-19 berjangkit, orang jadi takut untuk mendonorkan darahnya.

    Maka, pelayanan donor darah yang berkualitas adalah salah satu jawaban di tengah pandemi Covid-19 ini. Dengan demikian akan muncul kembali kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya tanpa rasa takut dan cemas.

    Sementara itu Plt. Deputi Bidang Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Harmensyah menyebutkan bahwa kebiasaan baru dalam kehidupan ini karena adanya pandemi Covid-19 tentu juga berpengaruh pula kepada ketersediaan stok darah di Indonesia.

    “Sudah bisa diyakini bahwa kebutuhan darah menjadi sangat tinggi sementara ketersediaan darah merosot jauh ke bawah,” ujar Harmensyah yang lama bertugas di Padang Panjang dan Padang itu.

    Harmensyah mengingatkan bahwa tingginya lonjakan kasus Covid-19 bisa mengancam ketersediaan stok darah nasional. “Jika orang enggan mendonorkan darahnya karena ketakutan, maka ini adalah bencana baru lagi di Indonesia. Maka saya kira ini perlu menjadi perhatian bersama, tidak saja oleh PMI tetapi oleh semua warga Indonesia,” ujar mantan Sekretaris Utama BNPB itu.

    Menurut dia, kondisi pelik ini tidak bisa ditanggulangi satu pihak saja, BNPB saja, Kemenkes saja, Satgas COvid-19 saja, atau PMI saja. “Kita harus bergerak serempak, kita mesti gerakkan Pentahelix atau sinergitas,” ujar dia. (eko)