×

Iklan


Petani di Solok Mengeluh, Saluran Irigasi Rusak Tertimbun Galian Perumahan

13 Feb 2021 | 14:05:39 WIB Last Updated 2021-02-13T14:05:39+00:00
    Share
iklan
Petani di Solok Mengeluh, Saluran Irigasi Rusak Tertimbun Galian Perumahan
Sejumlah petani di Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, mengeluhkan saluran irigasi rusak akibat tertimbun tanah galian perumahan yang dibangun oleh salah satu perusahaan pengembang (foto: Ist/net).

Solok, Khazminang.id-- Sejumlah petani di Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, mengeluhkan saluran irigasi rusak akibat tertimbun tanah galian perumahan yang dibangun oleh salah satu perusahaan pengembang.

Ketua Kelompok Tani Sarang Alang, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Nurseha di Solok, Sabtu
(13/2)

Nurseha menyebutkan luas lahan persawahan yang terganggu akibat timbunan tanah galian perumahan tersebut sekitar 60 hektare.

Seperti dilansir antaranews akibat saluran irigasi yang rusak itu suplai air di areal persawahan para petani pun tidak maksimal. Bahkan untuk sawah yang letaknya ada di hilir kerap kali tidak kebagian air.

"Padahal air ini menjadi kebutuhan utama para petani dalam menanam padi. Kami berharap saluran irigasi untuk pengairan sawah di kelompok tani sarang alang bisa segera diperbaiki sehingga suplai air yang dibutuhkan para petani saat musim tanam bisa tercukupi," kata dia.

Selain itu, ia mengatakan saluran irigasi tersumbat karena tanah galian pengerjaan di lokasi perumahan terbawa oleh air hujan sehingga tanah tersebut menyumbat saluran irigasi.

"Memang saat ini pihak pengembang sudah memperbaiki saluran tersebut namun polongan yang dipasang tidak sesuai dengan ukuran air yang melintasi saluran irigasi," ujarnya.

Menanggapi keluhan para petani,
anggota DPRD Kota Solok Nasril In meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Solok agar meninjau ulang pengelolaan lingkungan di lokasi pembangunan perumahan di Kelurahan Laing tersebut.

Selain itu, ia berharap agar Kadis DLH bertindak tegas terhadap perusahaan pengembang yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.

Jika perlu, DLH mencabut terlebih dahulu surat pengelolaan lingkungan yang telah dikeluarkan dan mengeluarkannya apabila pihak pengembang sudah memperbaiki segala sesuatu yang dapat merusak lingkungan.

Menanggapi hal itu, Kepala DLH Kota Solok Dedi Asmar mengatakan surat pernyataan pengelolaan lingkungan untuk pihak pengembang perumahan memang telah keluar dan jika di lapangan terdapat kesalahan prosedur oleh pihak pengembang maka akan diminta pertanggungjawaban atas kerusakan yang ditimbulkan.

"Kami akan memanggil pihak pengembang tersebut ke DLH untuk mencarikan solusinya agar saluran irigasi yang tersumbat tidak mengganggu lahan pertanian masyarakat," ucapnya.

Ia mengatakan sesuai dengan rencana sebelumnya pihak DLH akan segera mecarikan solusinya pada Senin (15/2) depan.

Selain itu, Pelaksana Perumahan PT Ihsan Budi Insani Edrizal mengatakan perusahaannya telah memperbaiki saluran irigasi tersebut dengan cara memasang polongan di sepanjang saluran irigasi yang tertimbun mencapai 60 meter.

"Sampai sekarang air sudah mengalir seperti biasa di saluran irigasi tersebut," ujar dia.

Terkait pembuatan penahan tebing, pihaknya perlu mempertimbangkan terlebih dahulu. "Yang jelas kami dari perusahaan selalu ada itikad baik dan kami pun tidak mau merugikan masyarakat," kata dia (*/Riswan Jaya).