×

Iklan


Pessel Ingin Cepat Keluar dari Tekanan COvid-19

15 Oktober 2021 | 10:02:13 WIB Last Updated 2021-10-15T10:02:13+00:00
    Share
iklan
Pessel Ingin Cepat Keluar dari Tekanan COvid-19
Bupati pessel Rusmayul Anwar dalam acara Rakor dan Monev penanggulangan Covid-19 Pesse;

Painan, Khazminang.id-- Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar menyebutkan bahwa sampai saat ini ancaman Covid 19 baik tingkat global maupun nasional masih sangat tinggi sehingga membutuhkan respon yang cepat untuk mencegah penularan berkelanjutan.

"Maka dari itu dalam hal ini sangat diperlukan langkah-langkah strategis untuk mempercepat pencegahan dan pengendalian Covid 19 dengan mempercepat dan meningkatkan kapasitas pemeriksaan, pelacakan, karantina dan isolasi," kata Rusma Yul Anwar.

Dikatakanya, Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu wilayah dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid 19 cukup tinggi. Jumlah kasus tertinggi ditemukan pada 6 Agustus 2021 yaitu 155 kasus konfirmasi Covid 19. Sedangkan sampai 13 Oktober 2021, jumlah total kasus terkonfirmasi positif Covid 19 di Pesisir Selatan sebanyak 3.993 kasus. 

    Ia mengatakan, di daerah itu telah melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya pencegahan dan pengendalian wabah Covid 19 melalui 3 strategi utama yaitu peningkatan 3M  yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, selain itu juga harus meningkatkan kegiatan 3T yakni tracing, testing dan treatmen serta pelaksanaan vaksinasi.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, dr.Satria Wibawa mengatakan, untuk mengejar tager capaian itu Pemkab menggelar rakor dan monev kegiatan tes lacak isolasi pencegahan dan pengendalian Covid 19. Ini tujuannya, kata dia, adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas surveilans/penanggungjawab tes lacak isolasi di Puskesmas dalam rangka percepatan kegiatan pencegahan dan pengendalian Covid 19.

    "Jadi perlu kota bangun koordinasi yang baik pada pelaksanaan kegiatan tes lacak dan isolasi pencegahan dan pengendalian wabah Covid 19," kata dia.

    Rapat koordinasi dan monevini  diikuti sebanyak 40 orang peserta yang terdiri  dari petugas Puskesmas (20 orang), petugas Tracer (10 orang) dan petugas Dinkes, panitia dan narasumber (10 orang) (milhendra wandi)