×

Iklan


Pertemuan G-20, RI Usung Soal Pertumbuhan Ekonomi

13 Oktober 2021 | 09:46:59 WIB Last Updated 2021-10-13T09:46:59+00:00
    Share
iklan
Pertemuan G-20, RI Usung Soal Pertumbuhan Ekonomi
Presiden Joko Widodo dalam pertemuan G-20 (foto: Detikcom)

Jakarta, Khazminang.id -- Pemerintah Indonesia dalam Presidensi G20 tahun ini akan memfokuskan pembicaraan pada pemulihan pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan berkelanjutan.

"Tahun ini Presidensi G20 Indonesia telah mengumumkan tema besarnya, yakni 'Recover Together, Recover Stronger'," ujar Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Semuel Abrijani Pangerapan, hari ini di Jakarta.

Ia menyebutkan alasan memilih fokus ke sektor itu adalah dalam rangka mengatasi dampak pandemi dan mendapatkan kepercayaan global. Tidak hanya akan pulih, tetapi G20 akan kembali lebih kuat dengan mendukung produktivitas, menciptakan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan inklusif berkelanjutan.

    Agar semua masyarakat yang terlibat dalam berdagangan berbasis digital makin berkualitas penguasaan teknologinya, maka pemerintah Indonesia juga meyakini ekosistem digital penting dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi yang lebih kuat.

    “Kita berkomitmen memberdayakan bisnis digital dan menciptakan masyarakat digital untuk menghasilkan ekosistem digital yang menyeluruh. Kita akan rangkul semua potensi start-up,” ujar dia.

    Indonesia menjadi salah satu negara yang menggunakan media sosial paling aktif di dunia. Sekitar 39 persen penduduk merupakan pengguna internet di Asia Tenggara, sementara pertumbuhan ekonomi internet Indonesia diperkirakan akan mencapai 11 persen year-on-year.

    "Sebagai negara yang memiliki 202,6 juta pengguna internet dan 170 juta pengguna aktif media sosial, Indonesia memiliki startup teknologi bernilai miliaran dolar di Asia Tenggara. Negara peringkat nomor 5 dalam jumlah startup tertinggi di dunia. Dengan ekosistem startup yang tumbuh pesat, ekonomi internet Indonesia diprediksi mencapai 124 miliar dolar AS pada tahun 2025," kata dia.

    G-20 yang dalam bahasa Inggris disebut Group of Twenty merupakan kumpulan 19 negara plus Uni Eropa dengan perekonomian besar. Tadinya hanya merupakan kumpulan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (The Group of Twenty -G20- Finance Ministers and Central Bank Governors)

    G-20 dibentuk tahun 1999 dalam sebuah pertemuan para Menkeu & Gubernur Bank Sentral di Berlin, 15-16 Desember 1999.

    Tadinya ada kelompok serupa yang bernama G-7 tapi itu dianggap oleh negara-negara yang lain terlalu eksklusif maka dibentuklah G-20.

    G20 lebih banyak menjadi ajang konsultasi dan kerja sama hal-hal yang berkaitan dengan sistem moneter internasional. Terdapat pertemuan yang teratur untuk mengkaji, meninjau, dan mendorong diskusi di antara negara industri maju dan sedang berkembang terkemuka mengenai kebijakan-kebijakan yang mengarah pada stabilitas keuangan internasional dan mencari upaya-upaya pemecahan masalah yang tidak dapat diatasi oleh satu negara tertentu saja. (syaf al/wikipedia)