×

Iklan


Persiapkan Kehamilan, Langkah Pencegahan Lumpuh Otak pada Anak

29 Juni 2022 | 16:16:58 WIB Last Updated 2022-06-29T16:16:58+00:00
    Share
iklan
Persiapkan Kehamilan, Langkah Pencegahan Lumpuh Otak pada Anak

Padang, Khazminang.id-- Wakil Ketua Fisioterapi Indonesia, Ahmad Syakib menjelaskan, kasus cerebral palsy atau lumpuh otak di Indonesia cukup tinggi, yakni 2-5 kasus dari setiap 100 ribu kelahiran. Sementara di negara maju, hanya 1-2 kasus di setiap 100 ribu kelahiran.

Hal tersebut disampaikannya pada Talkshow Inspiratif terkait cerebral palsy yang diprakarsai oleh Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP), Selasa (28/6).

Namun menurutnya, kasus tersebut dapat diminimalisir jika ditangani sedari dini, yakni semenjak masa kehamilan, di mana ibu hamil harus sehat, mendapatkan asupan gizi yang cukup, serta dipantau dan rutin melakukan kontrol.

    "Usahakan setelah lahir, jika terindikasi adanya gangguan kesehatan maupun lahir berisiko (prematur), maka harus dilakukan tindakan (stimulasi dini)," terangnya.

    Ia menjelaskan, yang harus dilakukan jika anak terindikasi cerebral palsy adalah ditangani dengan orientasi untuk meningkatkan kemampuan fungsional seperti merangkak, berdiri hingga berjalan. Intinya mengajarkan kemampuan gerak yang fungsional.

    Lebih lanjut ia memaparkan, cerebral palsy disebabkan oleh gangguan syaraf pusat, bisa terjadi masa kehamilan, proses melahirkan hingga berumur sebelum dua tahun.

    Kegiatan Talkshow Inspiratif ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah yang diwakili oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan, Sadrianto.

    Ia menegaskan, Pemerintah Sumbar siap mensupport dan mendorong upaya pembangunan anak-anak disabilitas, serta berkoordinasi dan bersinergi dengan yayasan Raga Cerebral Palsy.

    "Penanganan disabilitas memerlukan kerja sama dan sinergi semua pihak, baik pemerintah yayasan, orang tua hingga masyarakat. Kita siap berkoordinasi agar pendidikan menyentuh semua pihak, dalam upaya menjadikan Sumbar maju, cerdas dan madani," paparnya.

    Ketua Yayasan Raga Cerebral Palsy, Hilda Yetti menjelaskan, Yayasan Raga Cerebral Palsy awalnya pada tahun 2015 merupakan komunitas orangtua yang memiliki anak penderita cerebral palsy.

    "Dari komunitas tersebut, kita sepakat mendirikan yayasan guna menampung dan membantu anak-anak penderita cerebral palsy," terangnya.

    Hingga saat ini, terdapat sekitar 30 orang anak penderita cerebral palsy di yayasan tersebut, mereka mengikut berbagai program yang dilakukan oleh yayasan seperti fisioterapi, edukasi, belajar membaca dan melatih syaraf motorik.

    Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara Yayasan Raga Cerebral Palsy dengan STIKES Ford de Kock, yang dilakukan oleh Wakil Rektor, Nurhayati.

    Nurhayati menyebutkan, ini merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi guna membantu kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.

    "Nantinya kita akan memberikan terapi kepada anak-anak cerebral palsy, kemudian juga melakukan magang mahasiswa, serta penelitian guna membantu anak-anak dengan cerebral palsy. Harapan kami tentuny dapat berkontribusi lebih besar guna meningkatkan kwalitas hidup anak-anak penderita cerebral palsy," jelas Nurhayati.

    Turut hadir pada kegiatan ini anggota DPRD Sumbar Rafdinal yang juga pembina Yayasan Raga Cerebral Palsy, serta hadir secara daring Naja finalis ajang Hafidz Indonesia 2019 yang diselenggarakan salah satu stasiun televis swasta, yang juga merupakan penderita cerebral palsy. (khz)