×

Iklan


Perkuat Komunikasi Keluarga sebagai Upaya Cegah Narkoba

17 Oktober 2022 | 19:51:22 WIB Last Updated 2022-10-17T19:51:22+00:00
    Share
iklan
Perkuat Komunikasi Keluarga sebagai Upaya Cegah Narkoba

Oleh : Efri Nurdin

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Saat ini permasalahan narkoba masih menjadi permasalahan global, urgent dan kompleks yang semakin serius dari waktu ke waktu. Betapa tidak, yang sangat ditakutkan adalah akibat nyata yang disebabkan oleh narkoba tersebut, yakni permasalahan kesehatan, sosial, ekonomi, kejahatan dan lain-lain. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan jumlah pengguna narkoba di seluruh dunia yang meningkat 22% sejak tahun 2010 – 2019 yaitu sebanyak 226 juta menjadi 275 juta orang. Faktor penyebab naiknya pengguna narkoba tersebut dikarenakan adanya kenaikan jumlah penduduk di dunia akibat pertumbuhan populasi global yang meningkat 10% diantara penduduk kelompok umur 15 – 64 tahun (UNODC, 2021).

    Jika kita tilik data pengguna narkoba di Indonesia tahun 2019 yaitu sebanyak 2,40% atau setara dengan 4.534.744 penduduk berumur 15 – 64 tahun (BNN, 2020). Tingkat penggunaan narkoba tertinggi berada pada kelompok umur 18 – 25 tahun (UNODC, 2018), sedangkan umur pertama kali menggunakan narkoba bekisar 17 – 19 tahun yang merupakan masa transisi tahap remaja ke masa dewasa awal. Pada rentan usia ini, remaja memiliki kecenderungan yang cukup besar untuk terlibat dalam penyalahgunaan narkoba (BNN, 2020).

    Ancaman narkoba semakin mengganas dari tahun ke tahun, sudah merebak ke semua lini kehidupan. Mulai dari kalangan bawah sampai kalangan pejabat, Lapisan ekonomi tidak lagi menjadi patokan seseorang terpapar penyalahgunaan narkoba, bahkan andil dalam peredaran gelap narkoba. 

    Badan narkotika nasional (BNN) mencatat bahwa persoalan narkotika di Indonesia masih dalam kondisi yang memerlukan perhatian dan kewaspadaan tinggi secara terus menerus dari seluruh elemen bangsa Indonesia (Hairina & Komalasari, 2017).

    Dengan maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba ini menjadi momok bagi kita selaku orang tua. Tidak bisa kita bayangkan jika generasi penerus kita dirusak oleh barang haram dan terkutuk ini. Generasi yang seharusnya memikirkan masa depan dan permasalahan negara ini akan sirna sekejab mata jika dibiarkan ini terjadi begitu saja.

    Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana fokus kita terhadap permasalahan Narkoba? Akankah pemerintah kita kembali gencar dalam menyelamatkan generasi penerus yang sudah terlanjur menggunakan Narkoba? Ingat! Permasalahan Narkoba tidak hanya permasalahan menangkap para sindikat dan pengedar Narkoba, tapi juga perlu memperhatikan program pencegahan. 

    Namun jika program Pemerintah tidak disokong oleh masyarakat dan unit terkecil dalam masyarakat yang disebut keluarga, hal ini akan sia – sia. Disinilah peran dari keluarga membentengi diri dan anggota keluarganya dari bahaya narkoba terkhusus pada anak. Tidak ada orang tua waras yang ingin anaknya terjerumus dalam narkoba. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa anak sangat rentan terpapar dampak narkoba, apalagi jika mereka kini berusia belasan tahun (remaja) yang suka mengeksplorasi hal-hal baru. 

    Untuk menghindarkan anak dan anggota keluarga dari narkoba, solusi utama berawal dari komunikasi yang intens dalam keluarga. Bicarakan mengenai dampak penyalahgunaan narkoba ini di waktu yang tepat. Singkirkan telepon genggam Anda dan jangan mulai pembicaraan saat Anda sedang marah, mabuk, atau kelelahan. 

    Berikut beberapa tips yang dapat digunakan oleh orangtua ketika membicarakan soal napza pada remaja: Pertama, Mintalah pandangan anak terlebih dahulu. Jangan menggurui, tapi bersikaplah terbuka dengan banyak mendengarkan opini anak. Kedua, Diskusikan alasan untuk tidak menggunakan narkoba, tapi jangan menakut-nakutinya. Tekankan bahwa penyalahgunaan narkoba akan membuat aktivitasnya terganggu dan cita – citanya tidak akan tercapai. Ketiga, Bicarakan juga soal pengaruh media (lagu atau televisi) yang kerap memaklumi penyalahgunaan narkoba. Ajari juga anak untuk menghindari tekanan teman saat ditawari memakai narkoba.

    Selain melakukan komunikasi dengan anak, hal yang juga dapat dilakukan orang tua  adalah langkah preventif, yaitu selalu mengetahui aktivitas anak dan keberadaannya setiap saat tetapi jangan terkesan over protektif. Beri pujian pada anak ketika ia melakukan hal untuk menghindari napza dan dampak penyalahgunaan narkoba di atas. Yang tak kalah penting, berikan contoh baik kepada anak dengan tidak mengonsumsi narkotika dan berbagai zat yang membahayakan tubuh lainnya. Sokong anak dan anggota keluarga mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan positif untuk dilakukan sehingga kita akan lupa untuk mencoba menggunakan atau terlibat Narkoba. Gunakan waktu dan tempat yang aman, Perbanyak waktu dengan keluarga misal piknik bersama, karoeke bersama, makan bersama, masak bersama atau nonton bersama. Hindari keluyuran malam. Jika mempunyai masalah, segera cari jalan keluarnya, jangan biasakan lari dari masalah, apalagi kalau sampai narkoba sebagai pelariannya.

    Jika setiap kita dan semua keluarga sudah memahami semua ini, kemudian mencoba menerapkan dalam lingkungan keluarganya masing-masing, percayalah penyalahgunaan Narkoba di Indonesia ini akan bisa berkurang atau bahkan bisa hilang. Ingat teman-teman semua ini bisa terjadi jika semua kita punya komitmen yang sama dalam rangka memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Keluarga Bersinar (Bersih Narkoba), Nagari Bersinar (Bersih Narkoba),, bahkan Negara Bersinar (Bersih Narkoba), akan terwujud. Bersama kita bisa ! (EN*)