×

Iklan


Penumpukan Sedimentasi, Sungai di Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi Segera Dinormalisasi

05 Juni 2024 | 09:13:42 WIB Last Updated 2024-06-05T09:13:42+00:00
    Share
iklan
Penumpukan Sedimentasi, Sungai di Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi Segera Dinormalisasi

Bukittinggi – Normalisasi sungai Ngarai Sianok harus segera dilakukan untuk mengantisipasi kembali terjadinya banjir. Pasalnya, terjadi longsoran di hulu sungai dan material longsoran yang menumpuk itu menyebabkan pendangkalan sungai.

Dari penyusuran dan pengumpulan informasi di lapangan, diketahui sekitar 100 meter area perbukitan di kawasan tersebut sudah runtuh. Di samping itu, tumpukan sampah juga ikut memicu terjadinya banjir, sehingga juga harus segera dibereskan.

"Kita melihat langsung dampak banjir di Ngarai Sianok yang terjadi pada Senin, 3 Juni lalu. Setelah kita susuri sungainya, ternyata terjadi longsor di hulu sungai. Sedimennya menumpuk sehingga sungai menjadi dangkal," ucap Gubernur usai penyusuran sungai bersama Wakil Wali Kota (Wawako) Bukittinggi, Marfendi, beserta jajaran dari dinas terkait, Selasa (04/06/2024).

    Dalam peninjauan ke lapangan, gubernur didampingi Kepala Dinsos Sumbar, Syaifullah, Kepala BPBD Sumbar, Rudi Rinaldi, Plt Kepala Dinas SDABK Sumbar, Ahdiyarsyah, Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Mursalim, serta jajaran terkait lainnya di lingkup Pemprov Sumbar dan Pemko Bukittinggi.

    Dikatakan Mahyeldi, untuk penanganan lebih lanjut pihaknya perlu rapat dulu bersama Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam, dengan leading sector Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK). Normalisasi perlu dilakukan dengan mengangkat sedimen dan kemudian ditimbunkan ke kiri dan kanan sungai.

    “Kita punya Pergub dan Perwako sebagai regulasi nantinya," terang gubernur.

    Pihaknya juga menemukan area yang cukup luas di kawasan Bukik Sampik yang bisa digunakan untuk membangun konstruksi penahan air dan pasir. Kemudian, air dan pasir yang tertahan itu nantinya bisa dimanfaatkan secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    "Ini perlu kita rancang dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu kita minta kerja sama masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan bantaran sungai. Sementara untuk dampak yang terjadi akibat banjir, dengan cara gotong royong diharapkan bisa segera dibersihkan. Alat-alatnya tersedia di Bukittinggi," katanya.

    Banjir bersampur lumpur menerjang kawasan sekitar Ngarai Sianok, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Senin (3/6/2024). Banjir menenggelamkan rumah dan tempat usaha warga sehingga mereka harus mengungsi.

    Saat bersamaan, Gubernur Mahyeldi juga menyalurkan bantuan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar berupa kebutuhan harian dan logistik untuk warga terdampak banjir di kawasan Ngarai Sianok. Setidaknya, terdapat 14 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dalam kejadian tersebut.

    "Semoga bantuan yang disalurkan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita berharap, banjir tidak kembali terjadi, sembari kita terus berupaya mencari solusi mitigasinya," katanya. (devi/adpsb)