×

Iklan


Penumpang Sepi, Si Binuang Tetap Melaju di Tengah Pandemi

05 September 2021 | 12:47:33 WIB Last Updated 2021-09-05T12:47:33+00:00
    Share
iklan
Penumpang Sepi, Si Binuang Tetap Melaju di Tengah Pandemi

DEVI DIANY - Padang

Bagi warga Kota Padang yang hendak bepergian ke berbagai kota di dalam Provinsi Sumatera Barat, ada beberapa pilihan moda transportasi yang dapat dinikmati. Sebut saja bus, travel dan juga kereta api. Namun agaknya naik kereta api memiliki daya tarik tersendiri. Bagaimana tidak. Kereta api mampu mengangkut penumpang lebih banyak jika ingin pergi rombongan. Selain itu, naik kereta juga lebih nyaman dan tentu saja harga tiket yang terjangkau bagi semua kalangan.

Karena alasan itu pula, Rozaliny Asri dan teman-temannya memilih naik kereta api untuk sampai ke tempat kerjanya. Lalu usai jam kerja, wanita yang akrab disapa Roza itu kembali ke stasiun menunggu kereta yang akan membawanya pulang.

    Dia lebih suka naik kereta juga karena jadwal berangkat kereta sesuai dengan jam masuk dan pulang kerjanya. Selain itu, pemesanan tiket sangat mudah yang dilakukan secara online melalui aplikasi KAI Access di ponselnya.

     

    Penumpang Setia KA

     

    Naik kereta api setiap hari akhirnya menjadi rutinitas perempuan yang berprofesi sebagai ahli gizi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman bersama rekan-rekannya sejak diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2019. Tak berlebihan jika dikatakan dia dan teman-temannya menjadi penumpang setia Kereta Api (KA) Si Binuang.

    Roza tinggal di Pegambiran, Kota Padang. Dari rumah, ibu satu orang putra ini diantar sang suami ke stasiun kereta Simpang Haru, Kota Padang. Dia akan turun di stasiun Gandoriah, Kota Pariaman yang jaraknya sekitar 41 Km dari Kota Padang dan ditempuh selama 1 jam 30 menit.

    Saat pandemi Covid 19, aktivitas Roza tak ada yang berubah. Dia bekerja seperti biasa. Namun ketika naik kereta api, ada beberapa ketentuan baru yang diterapkan pada penumpang. Selain wajib menggunakan masker, penumpang tidak diperbolehkan makan dan minum dalam kereta.

    Disamping itu, sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bulan Juli lalu di Padang, penumpang umum tidak lagi memanfaatkan jasa kereta api karena setiap penumpang harus menunjukkan surat tugas atau surat jalan dari instansi atau institusi masing-masing. Gerbong kereta pun jadi terasa sangat lapang. Penumpangnya didominasai para abdi negara saja.

    Pada hari kerja, ada 4 gerbong kereta yang hilir mudik melayani penumpang rute Padang-Pariaman dan sebaliknya. Karena penumpang sepi, maka naik kereta tidak berdesakkan. Posisi duduk di gerbong pun jadi sangat leluasa dan berjarak.

    “Sejak PPKM, terjadi penurunan jumlah penumpang, karena banyak warga yang tidak jadi naik kereta karena tidak mengantongi surat tugas. Kadang isi gerbong hanya 22 orang. Saya tetap bisa naik kereta karena sudah mengantongi surat tugas dari atasan,” terang Roza.

    Meski begitu, katanya, petugas tetap rutin berpatroli dari gerbong ke gerbong untuk memastikan penumpang mematuhi protokol kesehatan (prokes), seperti tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. Tak jarang, petugas menemukan penumpang yang gerah dan membuka maskernya. Mereka ditegur agar kembali memakai masker. Meski dengan ekspresi wajah enggan dan merungut, penumpang kembali memasang maskernya.

    “Memang masih banyak penumpang yang membuka maskernya. Entah karena gerah atau alasan lain. Yang pasti petugas bersikap tegas, memaksa mereka kembali memakai masker,” urai Roza.

    Roza dan rekan-rekannya setiap hari menaiki kereta api (KA) lokal yang berada di bawah pengelolaan PT KAI Divre II Sumatera Barat. Selain KA Si Binuang relasi Padang-Pariaman PP, ada dua perjalanan KA lagi yang dikelola Divre II Sumatera Barat, yaitu KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aia – Bandara Internasional Minangkabau PP, dan KA Lembah Anai relasi Kayutanam – Bandara Internasional Minangkabau PP.

     

    Harus Kantongi Surat Tugas

     

    Begitu lah, kata Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat, Ujang Rusen Permana. Selama pandemi Covid 19, kereta api tetap beroperasi seperti biasa melayani pelanggan setianya. Tetapi ada penyesuaian kapasitas penumpang kereta sesuai SE Kemenhub Nomor 50 Tahun 2021 tentang Perubahan atas SE Menteri Perhubungan Nomor 42 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19 (https://langgam.id, 13 Juli 2021).

    Saat penerapan PPKM di Padang yang berlangsung hingga saat ini, jumlah penumpang kereta dari maksimal 70 persen dikurangi menjadi 50 persen. Penumpang juga diwajibkan menunjukkan surat tanda registrasi pekerja atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat atau surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 untuk pemerintahan dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

    Untuk memastikan kelengkapan persyaratan tersebut, petugas di stasiun keberangkatan akan memeriksa seluruh dokumen penumpang. Jika ada yang tidak lengkap, maka tidak diizinkan untuk berangkat dan uang tiket akan kembali 100 persen.

    “Sejak 5 Juli 2021, ketika PPKM diberlakukan, perjalanan kereta api di Sumatera Barat tetap berjalan normal, namun kita bersikap tegas terhadap penumpang yang tidak melengkapi persyaratan yang ditetapkan,” katanya.

    Meski demikian, penumpang tidak harus menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR, rapid tes Antigen, atau kartu tanda bukti sudah divaksin, karena persyaratan tersebut hanya untuk penumpang kereta api jarak jauh.

    Secara umum, syarat penumpang KA lokal yang boleh naik kereta api di masa pandemi masih tetap sama, yaitu suhu tubuh tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib memakai masker kain 3 lapis atau masker medis, menjaga jarak, tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah atau dua arah melalui telepon atau secara langsung selama dalam perjalanan, dan tidak diperkenankan makan atau minum sepanjang perjalanan yang waktu tempuhnya kurang dari 2 jam terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat yang jika tidak dilakukan akan membahayakan kesehatan dan keselamatan orang tersebut.

    “Untuk mengurangi dan menghindari kontak fisik, kita mengimbau para penumpang agar pemesanan tiket dilakukan melalui aplikasi KAI Access yang dapat diunduh di ponsel,” katanya.

     

    Vaksin Gratis di Stasiun

     

    Seorang teman yang tak dapat bepergian dengan kereta api, hanya bisa tercenung. Sebab dia juga tercatat sebagai penumpang setia kereta api. Tapi dia tak punya surat tugas atau surat jalan untuk naik kereta.

    Bersyukur dia memahami jika kebijakan PT KAI itu untuk melindungi seluruh masyarakat. Apalagi belakangan ini, jumlah warga yang terpapar Covid 19, terus bertambah jumlahnya.

    Dia pun tersenyum dan mengacungkan jempol untuk PT KAI yang tidak hanya mengelola perpindahan orang dan barang, tetapi juga melakukan berbagai penyesuaian terhadap kondisi saat ini. Persisnya, PT KAI tidak tinggal diam dan ambil bagian turut serta menekan laju penyebaran virus mematikan itu. PT KAI

    Ya, PT KAI Divre II Sumatera Barat bekerjasama dengan Polres Pariaman dan Kodim 0312 Padang, meluncurkan Program Serbuan Vaksinasi Covid 19 secara gratis untuk penumpang kereta api dan bukan penumpang. Layanan vaksinasi Covid 19 gratis ini digelar di Stasiun Pariaman dan Stasiun Padang sejak akhir Juli 2021.

    Hal itu diketahuinya ketika membaca website PT KAI https://www.kai.id/, 24 Juli 2021, seperti disampaikan Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat, Erlangga Budi Laksono, jika vaksinasi gratis itu digelar Senin (26/7/2021) di Stasiun Pariaman dan Rabu (28/7/2021) di Stasiun Padang. Khusus untuk Stasiun Padang, kegiatan vaksinasi gratis ini dilaksanakan secara berkelanjutan 2 kali sepekan pada hari Rabu dan Jumat.

    “Pelaksanaan vaksinasi gratis ini merupakan upaya PT KAI dalam mendukung program percepatan vaksinasi Covid 19 yang digalakkan pemerintah dalam memutus mata rantai  penyebaran Covid 19,” kata Erlangga.

    Sang teman terlihat manggut-manggut usai membaca berita tersebut. Dia pun turut menyampaikan pada tetangganya yang ingin mendapatkan vaksin Covid 19 agar datang saja ke Stasiun Padang. Dia juga menjelaskan syaratnya dan menyampaikan imbauan Erlangga, agar penumpang yang ingin divaksin terlebih dahulu memastikan kondisinya dalam keadaan sehat serta menerapkan protokol kesehatan. (***)