×

Iklan


Pemuda Berperan Persatukan Indonesia, ini Kata Wakil Ketua DPD RI

13 Apr 2021 | 12:28:21 WIB Last Updated 2021-04-13T12:28:21+00:00
    Share
iklan
Pemuda Berperan Persatukan Indonesia, ini Kata Wakil Ketua DPD RI
Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dalam acara Sosialisasi 4 Pilar di Ambon

Ambon, Khazminang.id -- Selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama adalah saalah satu cara untuk membuat persatuan nasional terjaga utuh. Perbedaan suku, agama dan ras di Indonesia sudah disepakati sebagai sebuah modal untuk bersatu, bukan untuk berpecah belah.

”Meski berbeda agama, meski berbeda suku; kita berada dalam satu rumah besar: Indonesia tercinta. Kalau kita bertengkar karena beda agama, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju,” kata Wakil Ketua DPD RI, Nomo Sampono di Ambon ketika menyampaikan materi pemasayarakatan 4 pilar kebangsaan dihadapan peserta yang terdiri dari para pemuda anggota KNPI Maluku, hari ini.

Mantan Kepala Basarnas ini juga menegaskan akan pentingnya menjaga 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Karena 4 pilar adalah pondasi negara Indonesia, maka dari itu pelaksanaan sosialisasi penting untuk di lakukan dengan tujuan agar masyarakat memahami dan mengamalkan dalam kehidupan sehari - hari.

    Nono Sampono berharap KNPI dapat mendukung pemerintah dalam mengantisipasi perubahan-perubahan yang ada. Hal ini dilakukan agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dan berkompetisi dengan negara lain.

    “Saya mengajak KNPI untuk terus bergotong royong dengan pemerintah dalam membangun pemuda-pemudi Indonesia agar mereka menjadi generasi yang tangguh, inovatif, tahan banting, mengangkat bangsa ini ke masa keemasan Indonesia," ujar Nono Sampono.

    Dia juga berharap  KNPI menjadi panutan bagi pemuda-pemudi Indonesia dalam menjaga dan mengamalkan ideologi bangsa. Maka ia menekankan bahwa, sosialisasi Empat Pilar menjadi sangat penting untuk terus disuarakan dan disampaikan kepada masyarakat untuk menjadi dasar kita dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Bukan hanya itu, senator dari Maluku ini juga mengatakan, bahwa kegiatan ini tidak untuk selesai didengarkan saja tapi diaplikasikan dan dilaksanakan dikehidupan sehari-hari. Sebab empat pilar kata dia, sangat penting untuk merajut persatuan dan kesatuan antar warga Negara Indonesia.

    ”Salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,” jelasnya.

    Menurut Nono, Pancasila harus menjadi nilai dan semangat untuk seluruh rakyat Indonesia memajukan negeri. Sehingga tidak ada lagi membedakan suku, ras, agama maupun kepentingan antar golongan. Pancasila tidak hanya berhenti dalam wacana semata. Melainkan harus menjadi gaya hidup dan semangat seluruh warga negara Indonesia. (syaf al)