×

Iklan


Pemprov Sumbar Terima Bantuan Penanganan Bencana Rp900 Juta dari Pemprov Kepri

04 Juni 2024 | 10:16:58 WIB Last Updated 2024-06-04T10:16:58+00:00
    Share
iklan
Pemprov Sumbar Terima Bantuan Penanganan Bencana Rp900 Juta dari Pemprov Kepri

Padang – Duka masyarakat Sumbar yang ditimpa bencana banjir bandang dan longsor juga dirasakan oleh masyarakat dan pemerintah daerah Kepulauan Riau (Kepri). Sebagai wujud ungkapan duka, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad beserta rombongan datang ke Sumbar membawa bantuan.

Rombongan Gubernur Kepri ini terdiri dari Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Ketua DPRD Karimun, Muhammad Yusuf Siraj, Kepala OPD terkait di Pemprov Kepri dan Pemkab Karimun serta perantau Minang di Kepri.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kepri, kami mengucapkan belasungkawa dan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa Sumbar,” kata  Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dalam sambutannya saat bertemu Gubernur Sumbar Mahyeldi dan jajaran Pemprov Sumbar di Istana Gubernuran, Senin (03/06/2024).

    Pihaknya meyakini, dibalik segala kesulitan yang dialami karena musibah akan selalu ada kemudahan dan pertolongan dari Allah. Semoga musibah yang terjadi di Sumbar menjadi iktibar bagi semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

    “Kami mendoakan, agar segala upaya penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan dengan baik dan maksimal," ucap Gubernur Ansar.

    Dalam kunjungannya, Gubernur Kepri menyerahkan bantuan penanganan bencana senilai Rp900 juta lebih yang diterima oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi.

    "Alhamdulillah. Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Hari ini kita menerima kunjungan Gubernur Kepri dan Bupati Karimun dan rombongan dalam rangka silaturrahim dan penyaluran bantuan untuk masyarakat Sumbar yang tertimpa musibah," ujar Mahyeldi yang didampingi Kepala BPBD Sumbar, Rudy Rinaldi, Kepala Dinsos Sumbar, Syaifullah, Kepala Dispora Sumbar, Maifrizon, Kepala Biro Adpim, Mursalim, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Jumaidi serta jajaran terkait lainnya.

    Dikatakan, terhitung sejak Desember 2023 lalu, beberapa kabupaten/kota di Sumbar mengalami musibah banjir, longsor, serta banjir lahar dingin, dengan Kabupaten Agam, Tanah Datar, serta Pesisir Selatan (Pessel) menjadi tiga daerah yang mengalami dampak paling parah.

    "Banjir lahar dingin dan longsor di Agam, Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang, telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian lainnya. Sejauh ini sudah 63 warga dinyatakan meninggal dunia, 10 warga masih dalam pencarian, dan tiga warga belum teridentifikasi jenazahnya. Ditambah lagi, kerugian berupa kerusakan rumah, sekolah, dan sarana umum," jelasnya.

    Merespons kejadian bencana tersebut, berbagai pihak telah datang dan menyalurkan bantuan untuk warga terdampak. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo, Presiden RI terpilih Prabowo Subianto dan jajaran kementerian/lembaga terkait telah turun ke Sumbar untuk menyalurkan bantuan serta mempercepat pemulihan pascabencana.

    "Sebagaimana dukungan yang disampaikan Pemprov Kepri, Pemkab Karimun, dan masyarakat Kepri hari ini, seluruh bantuan tersebut tentu membuat kami di Sumbar makin bersemangat untuk pulih dari dampak dan trauma bencana. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih," pungkas Gubernur.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur Kepri Ansar merinci penyaluran bantuan senilai Rp939.170.900, yang terdiri dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemprov Kepri Rp500 juta, BKK Pemkab Karimun Rp250 juta, donasi masyarakat Rp50 juta, bantuan BKMT Rp69 juta, bantuan Perkumpulan Minang Sakato Bintan Rp70 juta, dan sejumlah bantuan lain yang disalurkan untuk Sumbar.

    "Ada sejumlah bantuan berupa barang yang akan diantar ke Sumbar. Saat ini   pengumpulan donasi masih terus dilakukan. Bantuan yang tersalurkan hari ini mungkin tak bernilai banyak, tetapi ini adalah bentuk eratnya persaudaraan antara Sumbar dan Kepri," ucapnya lagi.

    Gubernur Ansar menyadari, bahwa selama ini Sumbar dan perantau Sumbar di Kepri telah berkontribusi bagi Kepri dalam banyak hal, terutama sekali dalam menggerakkan perekonomian.

    "Sumbar dan Kepri adalah saudara kandung. Tak kurang dari 10 persen warga Kepri berasal dari Sumbar, dan ikut berkontribusi besar dalam pembangunan daerah," ucapnya menutup. (devi/adpsb)