×

Iklan


Pemkab Pessel Sudah Siapkan Dana, Pasien Tak Mampu Harus Dirujuk ke RSUD

08 Agustus 2022 | 15:13:41 WIB Last Updated 2022-08-08T15:13:41+00:00
    Share
iklan
Pemkab Pessel Sudah Siapkan Dana, Pasien Tak Mampu Harus Dirujuk ke RSUD
Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, menegaskan, bagi pasien yang bermasalah keuangan (pasien miskin) agar diberikan rujukan ke rumah sakit yang telah dimiliki daerah karena telah disediakan anggaranya (foto: Mil Hendrawandi).

Painan, Khazminang.id--  Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, menegaskan para tenaga medis di masing - masing kecamatan bagi pasien yang bermasalah keuangan (pasien miskin) agar memberikan rujukan ke rumah sakit yang telah dimiliki daerah sendiri karena telah menyediakan anggaranya.

Hal itu dikatakanya saat meresmikan gedung Puskesmas Inderapura dan launcing inivasi berantas stunting di Kenagarian Kampung Lamo Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan, baru-baru ini.

"Bagi tenaga medis bila ada pasien yang tidak punya uang (pasien miskin) agar dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Zein Painan, karena daerah kita telah menyiapkan anggaranya untuk itu," kata Bupati.

    "Jadi jangan gara - gara dapat fee dirujuk ketempat yang lain akibatnya masyarakat kita juga yang tambah susah sehingga mubazir uang yang disediakan. Saya tidak menginginkan hal ini terjadi dan ini perlu pemahaman semua pihak," tegasnya lagi.

    Pada kegiatan tersebut dihadiri kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Ketua TP PKK Pesisir Selatan, Ketua Komisi IV DPRD Pessel, anggota DPRD Davil V Pessel, sejumlah kepala OPD, Ketua KAN, Ninik Mamak, Bundo Kandung, tokoh masyarakat lainya.

    Rusma Yul Anwar melanjutkan bahwa tahun ini pemerintah setempat dari APBD mengalokasikan sebesar Rp5,3 miliar dana pasien bermasalah di RSUD M. Zein Painan, naik dari tahun lalu yang Rp2,5 miliar.

    Jumlah itu Rp4,2 miliar subsidi pemerintah dan sisanya Rp990 juta pokok pikiran anggota DPRD.

    Dikatakan dana pasien bermasalah adalah subsidi pemerintah kabupaten pada rumah sakit untuk masyarakat yang terkendala biaya berobat karena belum memiliki jaminan kesehatan, khususnya bagi keluarga kurang mampu.

    "Maka dari itu saya minta berikanlah pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Karena ini adalah tugas kemanusiaan," ungkapnya.

    Di samping itu, kata dia, pembangunan puskesmas merupakan salah satu realisasi program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Dengan meningkatkan kinerja yang profesional sesuai dengan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.

    Berdasarkan studi riset Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian kesehatan tahun 2021 yang menunjukkan prevalensi angka stunting di Indonesia berada pada angka yang cukup tinggi yaitu 24,4 persen.

    Saat ini Kabupaten Pesisir Selatan berada di posisi 25,2 parsen, yang artinya berada di atas angka rata rata nasional. Dan hal itu harus untuk memberikan perhatian dan melakukan penanganan segera.

    Dari semua itu menjadi persoalan dan tanggungjawab bersama agar bisa keluar dan terlepas dari stunting.

    "Kepala dinas berikan fungsi dan sesuai dengan peruntukannya,"tutupnya (Mil Hendrawandi)