×

Iklan


Pemerintahan Baru 2024 akan Menikmati Ekonomi Indonesia Naik

06 Februari 2024 | 12:14:41 WIB Last Updated 2024-02-06T12:14:41+00:00
    Share
iklan
Pemerintahan Baru 2024 akan Menikmati Ekonomi Indonesia Naik

Jakarta, Khazanah – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini ekonomi Indonesia akan terus tumbuh. Bahkan berdasarkan riset menunjukkan puncak pertumbuhan ekonomi nasional akan terjadi di 2026, setelah berada di titik rendah pada saat terjadinya pandemi Covid-19.

Ini diungkapkan gubernur bank sentral kepada media di Padalarang, Sabtu (3/2/2024). "Indonesia siapapun pemerintah barunya itu akan memetik ekonomi yang sedang naik karena siklus ekonomi bottom-nya di covid  sekarang sedang naik," jelas Perry Warjiyo.

Dia mengakui pertumbuhan ekonomi nasional dipengaruhi berbagai hal, salah satunya kondisi global secara ekonomi maupun sosial politik. Inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia berjalan perlahan.

    Di mana jika pada 2023, pertumbuhan ekonomi mencapai 5%, kemudian tahun ini diprediksi sebesar 5,1% dan tahun depan bisa naik hingga 5,2%. "Jadi akan naik. Kalau dulu bisa loncat tapi karena kondisi global naiknya agak pelan-pelan," tegas dia. 

    Setelah pertumbuhan ekonomi mencapai puncaknya, kata Perry akan diikuti dengan sektor keuangan yang diprediksi menggapai puncak pada 2027. "Keuangan juga sehingga kredit akan terus naik, syukur sampai 12 persen dan tahun depan 12 sampai 13 persen sehingga akan naik terus," tambah dia.

    Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI  Firman Mochtar, mengungkapkan, pemulihan ekonomi Indonesia akan terus berlanjut terutama ditopang oleh permintaan domestik.

    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2024 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.  "Didukung permintaan domestik utamanya  berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak positif penyelenggaraan pemilu, serta  peningkatan investasi khususnya bangunan sejalan dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk ibu kota nusantara (IKN)," jelas dia.

    Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksi 5 negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN akan tumbuh 4,7 persen di 2024. Sedangkan untuk 2025, IMF memperkirakan kinerja ekonomi ASEAN akan menurun ke kisaran 4,4 persen.

    Untuk tahun 2024-2025, IMF tidak merivisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia atau tetap di kisaran 5,0 persen. Sementara Malaysia diperkirakan akan melihat pertumbuhan ekonomi 4,3 persen di 2024 dan sedikit naik ke 4,4 persen di 2025 mendatang.

    Kemudian ada Filipina yang diproyeksi melihat pertumbuhan terbesar di ASEAN, kisaran 6,0 persen di 2024 dan 6,1 persen untuk 2025 mendatang. Adapun ekonomi Thailand yang diperkirakan akan tumbuh 4,4 persen pada 2024 dan menurun cukup signifikan hingga 2,0 persen di 2025.

    Di Asia secara keseluruhan, IMF memproyeksi ekonomi di negara-negara berkembang di Asia akan menurun menjadi 5,2 persen pada tahun 2024.

    "Pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang di Asia diperkirakan akan menurun dari sekitar 5,4 persen pada tahun 2023 menjadi 5,2 persen pada tahun 2024 dan 4,8 persen pada tahun 2025, dengan peningkatan sebesar 0,4 poin persentase untuk tahun 2024 dibandingkan proyeksi bulan Oktober 2023, yang disebabkan oleh pelemahan di Tiongkok," jelas IMF dalam laporan World Economic Outlook edisi Januari 2024, dikutip Rabu (31/1/2024).

    Pertumbuhan di Tiongkok diproyeksikan mencapai 4,6 persen di tahun 2024 dan 4,1 persen di 2025 mendatang, dengan revisi naik sebesar 0,4 poin persentase sejak WEO sebelumnya pada bulan Oktober 2023.

    "Peningkatan ini mencerminkan kelanjutan dari pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan pada tahun 2023 dan peningkatan belanja pemerintah untuk peningkatan kapasitas dalam menghadapi bencana alam," ungkap IMF.

    Adapun pertumbuhan ekonomi India yang diproyeksikan akan tetap kuat sebesar 6,5 persen pada tahun 2024 dan 2025, dengan peningkatan sebesar 0,2 poin persentase dari bulan Oktober pada kedua tahun tersebut, yang mencerminkan ketahanan permintaan domestik.