×

Iklan


Pelaku Perampokan 1,2 Kg Emas di Agam Masih dalam Perburuan Polisi

21 September 2022 | 14:00:25 WIB Last Updated 2022-09-21T14:00:25+00:00
    Share
iklan
Pelaku Perampokan 1,2 Kg Emas di Agam Masih dalam Perburuan Polisi

Lubuk Basung, Khazminang.id-- Kapolres Agam, AKBP Ferry Ferdian mengunjungi kediaman Kamaruzaman (47), di kawasan Panta Pauh, Kecamatan Matur, Selasa (20/9). Dia merupakan korban perampokan emas 1,2 kilogram pada Jumat (16/9) lalu.

Kunjungan Kapolres Agam bersama jajarannya itu, untuk mengungkapkan rasa keprihatinan atas musibah yang menimpa pedagang emas yang menjadi korban perampokan sadis itu.

Tak hanya menyikat 1,2 kilogram emas dan uang tunai Rp250 juta milik korban, tetapi pelaku juga menyakiti korban dengan menembak paha sebelah kanannya.

    Pada kesempatan itu, AKBP Ferry Ferdian meminta doa restu dari keluarga korban dan masyarakat sekitar, agar upaya pencarian terhadap pelaku yang berhasil lolos usai menjalankan aksinya itu, bisa segera ditangkap dan dijatuhi hukuman sesuai aturan hukum yang berlaku.

    Selain itu, dia juga menegaskan, usai membesuk korban tersebut, dirinya akan langsung bergabung dengan tim untuk memburu para pelaku yang saat ini masih kabur.

    AKBP Ferry Ferdian melalui syaf Humas Polres Agam Riqoel Sikumbang menyatakan, pihaknya terus berupaya maksimal untuk menangkap para pelaku dan mengusut kasus tersebut sampai tuntas.

    "Kita akan kerahkan personel semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus perampokan itu, agar semua pelaku yang terlibat bisa ditangkap dan barang-barang yang hilang bisa kembali lagi. Untuk itu saya mohon doanya, semoga tim yang telah saya bentuk ini berhasil menangkap pelaku," harapnya.

    Secara khusus, Kamaruzaman, korban perampokan yang masih terbaring lemah di kediamannya itu, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Kapolres Agam tersebut, bahkan menyempatkan diri membesuk ke rumahnya untuk menyampaikan ungkapan prihatin dan rasa duka itu.

    "Baru kali ini saya dengar, Kapolres Agam langsung ke rumah korban untuk memberikan motivasi dan meyakinkan korban bahwa pihaknya akan berupaya maksimal untuk mengungkap kasus. Mudah-mudahan para pelaku bisa segera ditangkap," harap Kamaruzaman.

    Kasus perampokan yang menggegerkan masyarakat Sumbar itu, terjadi Jumat (16/9) sore, usai korban bersama adiknya Yuliandri (45) pulang berdagang emas dari Pasar Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam.

    Sebelum dirampok, korban sempat diintai sejak berangkat pulang dari Pasar Lawang menuju rumahnya, hingga sesampai di TKP dekat Bukik Apik jalan lintas Matur-Padang Luar Bukittinggi, mobil avanza warna hitam milik korban dengan nomor polisi BA 1219 TD dipepet bahkan ditabrak sebanyak dua kali oleh mobil kijang nomor polisi B 1830 YG yang dikemudikan para perampok.

    Karena terdesak dan tidak ada kesempatan untuk menghindar, akhirnya korban memilih untuk berhenti, dan saat itu kawanan perampok langsung menyergap korban, serta memaksa untuk membuka pintu mobil sambil menodongkan senjata seperti pistol.

    Karena merasa takut, korban membuka pintu mobilnya. Lalu pelaku langsung memukul kepala korban dan kemudian merampas tas korban yang saat itu berisi emas 24 karat seberat 1,2 kg dan uang tunai sebanyak Rp250 juta rupiah.

    Bahkan saat itu, korban Kamaruzaman sempat ditembak di bagian paha sebelah kanannya hingga dilarikan ke RS Ahmad Mukhtar Bukittinggi untuk mendapatkan pertolongan medis.

    Sementara mobil yang dikendarai pelaku saat merampok, diduga mengalami kerusakan hingga terbakar, saat berusaha kabur usai melakukan perampokan.

    Sementara pelaku yang diduga berjumlah empat orang dengan ciri-ciri berpakaian serba hitam itu berhasil kabur memasuki hutan belantara di belakang SMA daerah Sungai Jariang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam yang hingga saat ini masih diburu oleh aparat kepolisian. (khz)