×

Iklan


Pakai Kapal Perang, BI Salurkan Uang Rp5,9 M ke Lima Pulau 3T di Sumbar

28 Juni 2022 | 14:55:38 WIB Last Updated 2022-06-28T14:55:38+00:00
    Share
iklan
Pakai Kapal Perang, BI Salurkan Uang Rp5,9 M ke Lima Pulau 3T di Sumbar

Padang, Khazminang.id-- Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut (AL) kembali menggelar kegiatan kas keliling "Ekspedisi Rupiah Berdaulat" menggunakan armada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedarkan uang sebesar Rp5,9 miliar di lima pulau 3T (terdepan, terluar, dan terpencil) di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Ekspedisi yang akan dilakukan selama 27 Juni hingga 2 Juli 2022 tersebut, secara resmi dilepas oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Pelabuhan Teluk Bayur, Senin (27/6).

    Ekspedisi rupiah berdaulat 2022 yang menggunakan KRI Cakalang 852 dan menyertakan 15 personel pejuang rupiah dan 30 personel TNI AL, itu akan hadir di lima Pulau 3T di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

    Kelima pulau itu masing-masing adalah Pulau Pagai Selatan, Pulau Pagai Utara, Pulau Sipora, Pulau Siberut (Mailepet), dan Pulau Siberut Selatan (Muara Sikabaluan).

    Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyampaikan, kegiatan ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang menugaskan Bank Indonesia menyediakan alat pembayaran tunai ke seluruh wilayah NKRI dalam jumlah yang cukup, tepat waktu, dengan jenis pecahan uang yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    "Artinya  jangan sampai ada daerah yang lepas dari NKRI, karena disebabkan masyarakatnya menggunakan mata uang asing," ujar Mahyeldi.

    Kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, yang merupakan kerja sama antara BI dan TNI AL telah terjalin sejak 2012 hingga 2021 dan dilakukan 76 kali kegiatan kas keliling 3T menjelajahi 399 pulau 3T. 

    Kegiatan tahunan ini, rencananya akan diadakan sebanyak 16 kali. Sejak tahun 2016, Sumbar telah mengadakan sebanyak enam kali kegiatan tersebut.

    Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumbar, Wahyu Purnama menyampaikan, BI mempunyai kewajiban menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan mengedarkan uang rupiah yang berkualitas dan layak diedarkan.

    "Salah satu tugas BI adalah menjaga keutuhan uang tersebut sehingga layak diedarkan. Apalagi di pulau terpencil masih banyak kita temui masyarakat masih memakai uang yang lusuh," ungkap Wahyu.

    Ia juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meminimalisir masyarakat yang  tinggal di daerah perbatasan yang memakai mata uang asing, ia mengatakan akan menindak tegas hal tersebut dan akan dikenai sanksi.

    Wahyu juga mengakui dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat luas, merupakan tantangan yang dihadapi oleh BI dalam mengedarkan uang rupiah.

    Keberagaman tingkat pendidikan masyarakat yang memberlakukan uang rupiah yang berbeda-beda, hal ini mengakibatkan tingkat kesegaran uang itu juga sangat rendah, terutama di kampung-kampung dan daerah-daerah terpencil.

    "Masih banyak ditemukan uang tidak layak edar di daerah terpencil rata-rata uang tersebut sudah lusuh karena sering dilipat, dibasahi, dan di streples," terang Wahyu.

    Sementara itu, Komandan Lantamal II Padang, Laksamana Pertama TNI Endra Sulistiyono mengatakan akan memberikan dukungan pendistribusian uang rupiah hingga layak edar.

    Ia berpesan kepada semua personel yang berangkat untuk menjaga komunikasi antara prajurit dengan personel BI di atas kapal, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

    "Kemudian memperhatikan protokol kesehatan, khusunya dengan kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, selalu update berita cuaca, melaksanakan semua kegiatan sesuai dengan SOP," pungkasnya. (han)