×

Iklan


Otak Perampokan dan Pembunuhan Pengusaha Elpiji di Kuranji Ditangkap, Ternyata ...

05 November 2021 | 13:02:10 WIB Last Updated 2021-11-05T13:02:10+00:00
    Share
iklan
Otak Perampokan dan Pembunuhan Pengusaha Elpiji di Kuranji Ditangkap, Ternyata ...
Tiga pelaku perampokan dan pembunuhan pengusaha gas elpiji di Padang ditangkap.

Padang, Khazminang.id-- Tim Opsnal Satreskrim Polresta Padang meringkus tiga dari enam pelaku perampokan sekaligus pembunuhan di rumah pengusaha gas elpiji, di kawasan Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang yang terjadi pada Sabtu (23/10) lalu, sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Imran Amir mengatakan, ketiga pelaku masing-masing berinisial EN (23), RF (23) dan RN (42). Rupanya, keterlibatan orang terdekat korban dalam kasus ini telah diungkap pihak kepolisian kurang waktu 24 jam pascakejadian.

"Mereka ditangkap tak lama usai beraksi, bahkan kurang dari 24 jam setelah kejadian. Sengaja tidak ekspos dulu, karena anggota melakukan pengembangan terhadap pelaku lainnya yang melarikan mobil," kata dia, Jumat (5/11).

    Dikatakan Imran, otak dalam kejadian tersebut adalah EN dan RF. EN merupakan asisten rumah tangga dan RF merupakan satpam di rumah korban. Sedangkan RN merupakan saudara dari EN.

    Lebih lanjut dikatakan, pelaku RN diringkus di Palembang, Sumatera Selatan. Dalam kasus ini, total pelaku sebanyak enam orang.

    “Pelaku dalam kasus ini sebanyak enam orang, tiga orang sudah ditangkap, mereka aktor intelektual kasus ini,” jelasnya.

    Korban, kata Imran, saat kejadian disekap di rumah, sehingga kejadian awalnya tak satupun yang mengetahui. Lalu, usai beraksi, pelaku kabur keluar daerah.

    "Kita baru mengetahui 10 jam pascakejadian tersebut. Skenario ini sejak lebaran Idulfitri sudah diatur untuk melakukan perampokan dan mengambil barang korban hingga baru terealisasi tanggal 23 Oktober 2021,” ungkapnya.

    Saat ini, polisi masih memburu tiga pelaku lain dalam peristiwa perampokan tersebut. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan, karena tiga pelaku lainnya kabur ke daerah tersebut. 

    “Ketiganya masih kami buru dan sudah berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan (Sumsel) karena diduga kabur ke sana, otaknya sudah kami tangkap,” tuturnya.

    Penyelidikan kasus perampokan berdarah ini melibatkan tiga lapis institusi kepolisian mulai dari Polda Sumbar, Polresta Padang serta Polsek Kuranji

    Selama ini korban yang merupakan warga Solok Selatan namun berdomisili di Kuranji itu merupakan agen gas elpiji

    Sebelumnya diketahui perampokan dan pembunuhan ini membuat salah satu penghuni rumah meninggal dunia akibat menderita luka tusuk.

    Korban yang diketahui bernama Yulia Netti (58) itu dibunuh saat disekap terpisah di ruangan berbeda bersama dengan 3 orang penguhuni rumah lainnya.

    Kejadian ini menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat. Pasalnya, kejadian ini terjadi saat malam yang begitu larut dan masih banyak warga yang beraktifitas di sekitaran lokasi kejadian.

    Hal demikian diungkapkan oleh Rusli, Ketua RT setempat. Ia menilai, pelaku yang merupakan 3 orang itu cukup rapi melancarkan aksinya.

    “Malam itu saya di rumah, tidak terdengar apa-apa. Bahkan keesokan paginya saat saya tanya pada warga yang bermukim di belakang TKP juga mengaku tidak tahu, padahal warga itu masih bangun dan nongkrong depan rumahnya sampai pukul 01.00 dinihari,” jelas Rusli.

    Dalam aksinya, pelaku berhasil menggasak sejumlah barang berharga milik korban antara lain 115 gram emas, satu unit mobil, satu kartu ATM berisi uang senilai 80 Juta Rupiah dan 4 unit handphone.

    Menurut warga, sistem pengamanan di rumah korban juga terbilang ketat karena biasanya ada Satpam yang berjaga. Selain itu, untuk masuk ke rumah korban juga terbilang susah karena pagar rumah tersebut hanya bisa dibuka dengan remote. (tim)