×

Iklan

Rp17 MILIAR MENGIRAP
Orang Nigeria Tipu Perusahaan Sumbar

09 April 2021 | 10:34:55 WIB Last Updated 2021-04-09T10:34:55+00:00
    Share
iklan
Orang Nigeria Tipu Perusahaan Sumbar
?Suasana penyerahan barang bukti dan tersangka dari Kejaksaan Agung ke Kejaksaan Negeri Pariaman.

Pariaman, Khazminang.id - Penipuan menjadi salah satu kejahatan yang tidak pernah hilang. Setiap peradaban memiliki berbagai jenis penipuan yang dikenal sebagai modus operandi. Baik dari penipuan kecil-kecilan. Begitu pula di zaman digital, ketika penipuan online sudah sangat massif dan mudah ditemukan setiap hari, bisa lewat media sosial, SMS, Whatspp , email, dan lain sebagainya.

Penipuan online seringkali terjadi melalui berbagai platform, dengan berbagai macam modus dan memanfaatkan kemajuan teknologi, sehingga seseorang pada akhirnya mentransferkan sejumlah uang ke rekening bank tertentu. Hal ini terjadi diwilayah hukum Kejari Pariaman, sehingga salah satu warga Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman mengalami kerugian sekitar Rp17 miliar

Terkait hal itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman  akan menggelar Perkara Tindak Pidana Umum mengenai kasus Pencucian Uang sebagaimana diatur dan dapat diancam pidana dalam pasal 5 juncto terdakwa Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang atas nama terdakwa Joseph Onyekachukwu Ozor  dkk.

    Kasi intel Kejari Pariaman Reynold menyebutkan pihaknya pada hari Rabu (7/4) kemaren telah menyerahkan tersangka berserta berkas perkara pidana umum Pasal 10 UU Nomor 8 tahun 2010 setebal lebih kurang 2000 halaman berserta barang bukti dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

    Menurut Reynold, modus penipuan yang dilakukan oleh terdakwa mengunakan Informasi Teknologi (IT) cukup tinggi, sehingga kerugian yang diderita korban warga Padang Pariaman sebesar Rp. 17 milyar itu akan segera di gelar perkara tersebut yang dilangsungkan di Pengadilan Negeri Pariaman minggu mendatang ini.

    Kasus penipuan melalui IT itu berada di wilayah hukum Padang Pariman. Artinya, locus delicti tempat kejadi perkara pidana tersebut berada di Padang Pariaman atas dasar itu pihak Kejagung RI melimpahkan kepada Kejari Pariaman untuk mengelar perkara tersebut.

    “Saat ini pihak Kejari Pariaman yang dikepalai oleh Azman Tanjung SH telah melimpahkan perkara  tersebut ke Pengadilan Negeri Pariaman dan beberapa barang bukti berupa 1 unit mobil, mata uang dolar dari Kejagung yang mana perkaranya berasal dari Mabes Polri. Dalam waktu dekat ini, atau minggu depan perkara tersebut akan kita gelar di Pengadilan Pariaman. Untuk subtansi perkara tersebut, dirinya telah melimpahkan kepada Kasi Pidum yang memahami perkara tersebut,” kata Reynold, Kamis (8/4) di ruang kerjanya.

    Kasi Pidum Pengki Sumardi mengatkan, tersangka Joseph Onyekachukwu berasal dari negara Nigeria bekerjasama dengan senegara yaitu Kevin yang saat ini masih Dalam Pencarian Orang (DPO) membuat sebuah acount email yang menyerupai mirip emai dari PT. MG Limited yang bermitra dengan PT SMT Surveisis yang beralamat di Pasa Usang, Batang Anai, Padang Pariaman. Sehingga PT SMT Suveisis di rugikan sebesar 17 Milyar.

    “Jadi modus yang digunakan tersangka adalah menggandakan email PT MG Limited untuk meraup dana dari pihak PT SMT Surveisis. Artinya, seolah olah pihak PT MG Limited meminta sejumlah dana kepada pihak PT. SMT Surveisis  melalui email yang diretas. Akibat diretasnya email PT. MG Limited oleh tersangka, sehingga pihak PT SMT Sumisize dirugikan oleh tersangka,” kata P. Sumardi.

    Setelah ditelusuri, pihak PT MG Limited sudah cukup lama berbisnis dengan PT. SMT Surveisis  dalam bentuk rempah-rempah. Namun, sejauh ini  PT MG Limited tidak pernah meminta uang kepada pihak PT SMT Surveisis melalui email.

    “Atas kerugian yang dialami oleh PT SMT Surveisis tersebut, pihak PT tersebut membuat laporan kepada Tim Siber Mabes Polri untuk ditindak lanjuti, dan perkara tersebut terjadi pada bulan Juni 2019 hingga Oktober 2020. Alhasil, perkara ini akan siap digelar pada minggu depan oleh Kejari Pariaman,” kata dia.

    Selain tersangka Joseph Onyekachukwu Ozor  ada beberapa tersangka lainya yang ikut bersama sama dalam hal ini yaitu SH, Kevin, D Shania. Kini tersanka telah di titipkan ke tahanan Polres Pariaman.

    Kasi Intel Reynold meghimbau kepada masyarakat Padang Pariaman dan Kota pariaman agar berhati-hati dalam melakukan hubungan bisnis dengan mengunakan IT seperti media sosial dan bentuk lainya.

    Zaman sekarang ini adalah zaman modern, hampir semua hal bisa dilakukan dari rumah, dari mulai membayar semua tagihan baik berupa tagihan tagihan bisnis lainya dengan mengunakan Teknologi Informasi (TI).  

    “Untuk itu, masyarakat Padang Pariaman jangan sampai cepat terpengaruh dan terperdaya oleh ajakan bisnis online di media sosial agar lebih cermat dan pintar ajakan bisnis di media sosial. Selidiki dulu, telaah, dan pelajari bisnis tersebut agar kita tidak dirugikan,” tutupnya.  (syafrial suger)