×

Iklan

Mantan Atlet, Nanda dan Djamhoer Syarief Bicara Olahraga Sumbar
Ngaku Peduli Olahraga, tapi tak Bersifat Olahragawan

11 Januari 2022 | 21:30:27 WIB Last Updated 2022-01-11T21:30:27+00:00
    Share
iklan
Ngaku Peduli Olahraga, tapi tak Bersifat Olahragawan
Pertemuan pengamat olahraga bersama sesepuh dunia olahraga SUmatera Barat

Padang, Khazanah- Belakangan ini terjadi beberapa masalah olahraga di kota Padang, hal tersebut memicu salah satu pengamat olharaga di Sumatera Barat, Djamhoer Syarief angkat bicara dalam pertemuan antar sesepuh olahragawan di kantor KONI Sumatera Barat, Selasa (11/1/2022).

Dalam pertemuan tersebut, Djamhoer Syarief mengungkapkan kekecewaannya terhadap polemik yang terjadi saat ini, seperti banyak informasi yang dilakukan oleh segelintir orang yang peduli olahraga namun tak besifat olahragawan.

“Mestinya pelaku olahraga yang saat ini terus berkicau di media sosial dan membuat gerakan untuk menjatuhkan kepengurusan KONI Sumbar saat ini, itu tidak perlu,” ujarnya.

“Tidak perlu memberikan pressure berupa karangan bunga terhadap kinerja kejaksaan, kalau saya yang membuat karangan bunga untuk mempresure seolah-olah saya bersih, padahal saya belum tentu bersih,” sambungnya.

Dikatakan Djamhoer, biarkanlah KONI bekerja untuk saat ini, mengingat untuk meningkatkan prestasi olahraga Sumatera Barat, khususnya dalam menghadapi PON 2024 Aceh dan Sumatera Utara mendatang.

“Jika semua dilakukan dengan administrasi dan aturan yang benar, maka semua akan berjalan dengan semestinya,” ujarnya.

Disinggung terkait masalah hukum yang melibatkan nama mantan ketua KONI Padang, Djamhoer Syarief mengatakan “Biarkanlah proses hukum berjalan sesuai dengan tingkatannya. Jangan dikaitkan dengan KONI Sumbar saat ini, agar pembenahan dan pembinaan olahraga bisa sesuai dengan keinginan masyarakat Sumbar,” terangnya. n Faisal Budiman

Sementara Mantan atlet angkat berat dunia NandaTelambanua
mengatakan jangan terlalu mengusik proses yang saat ini tengah berlangsung.

“Jangan cikarakui iklim olahraga Sumatera Barat saat ini. Mestinya kalau benar sebagai seorang olahragawan, sama-sama membangun prestasi olahraga bukan dengan membuat gaduh di tubuh olahraga itu sendiri,” katanya.

“Biarkan KONI Sumbar melakukan pembinaan dan pembenahan olahraga dalam menghadapi PON mendatang, jangan juga diganggu,” lanjut Nanda.

Nanda juga menambahkan jika mengaku sebagai pecinta olahraga, harusnya tidak sibuk untuk menjatuhkan orang tersebut, apalagi sampai melakukan presure terhadap kejaksaan seperti mengirimi karangan bunga terkait kinerjanya.

Mengaku pecinta olahraga tapi sibuk ngurusi agar orang lain agar jatuh, dan melakukan presure di kejaksaan sehingga membuat pengurus KONI sibuk dengan hal tersebut, maka orang tersebut tidak layak menamakan dirinya sebagai pecinta olahraga,” tegasnya.

Pengurus KONI Sumbar saat ini amat sangat respon terhadap mantan atlet dan atlet, terbukti telah menerima mereka dan menyerap semua masukan yang ada.

“Selama ini kami amat sulit menyampaikan aspirasi pada KONI Sumbar, tapi saat ini begitu kami datang langsung diterima dengan baik, dan masukan kita diterima dengan baik pula,” Nanda lagi.

Dalam kesempatan pertemuan di KONI Sumbar tersebut, turut dihadiri juga oleh Sartusa Ibrahim mantan atlet Silat, Esneti dari pengurus Dayung, Ediswal mantan atlet Gulat, Djamilus Syarief mantan atlet Hocky, Herry Syarief mantan atlet Sepakbola dan lain-lain.

Sementara itu juru bicara KONI Sumbar Syafrizal yang juga Wasekum II, mengatakan, siap untuk menerima masukan semua pihak, khususnya para mantan atlet yang sudah mengangkat nama baik Sumbar, sehingga prestasi olahraga kedepan jauh lebih baik.

“Kita akan serap semua masukan mantan atlet dan para atlet demi peningkatan prestasi olahraga Sumbar kedepan, karena kita ada untuk olahraga bukan untuk mempolitisir keadaan, biarkan saja kita diganggu, tapi kita akan berbuat terbaik untuk olahraga Sumbar,” tutup Syafrizal. Faisal Budiman