×

Iklan


Nakes Kota Pariaman Baru Setengah Divaksin, Genius Siapkan Sanksi

10 Feb 2021 | 22:36:59 WIB Last Updated 2021-02-10T22:36:59+00:00
    Share
iklan
Nakes Kota Pariaman Baru Setengah Divaksin, Genius Siapkan Sanksi
Memimpin Apel Tenaga Kesehatan (Nakes), Walikota Pariaman, Genius Umar, menekankan agar tenaga kesehatan di kota itu mau divaksin (foto: Ist/net).

Pariaman, Khazminang.id-- Memimpin Apel Tenaga Kesehatan (Nakes), Walikota Pariaman, Genius Umar, menekankan agar tenaga kesehatan di kota itu mau divaksin.

 

“Apel ini sekaligus mengajak agar Nakes di jajaran Pemerintah Kota Pariaman, mau untuk divaksin, karena sampai saat ini masih rendahnya tenaga kesehatan di Kota Pariaman yang sudah divaksin,” ujarnya.

     

    Hal disampaikan Genius ketika memberikan arahan saat pimpin Apel ini, bertempat di halaman RS dr Sadikin, Kampung Baru Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur, Rabu (10/2).

     

    Genius Umar yang sudah divaksin pada (5/2) lalu menyatakan menerima laporan dari Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah, bahwa baru 50 persen tenaga kesehatan yang sudah divaksin, dari total 922 orang keseluruhan Nakes yang ada di lingkungan Pemko Pariaman.

     

    “Memang ada beberapa ketentuan yang membolehkan seseorang untuk tidak divaksin, tetapi kalau memang alasanya dibuat-buat, maka saya harap agar tenaga kesehatan yang tidak mau divaksin agar dikenakan sanksi,” ungkapnya.

     

    Menurut Genius, vaksin Sinovac bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan Covid-19, sehingga mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

     

    Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh wilayah.

     

    Upaya pencegahan melalui pemberian program vaksinasi jika dinilai dari sisi ekonomi, akan jauh lebih hemat biaya, apabila dibandingkan dengan upaya pengobatan.

     

    “Bagaimana kita bisa mengajak masyarak untuk mau divaksin, apabila Nakes sendiri tidak mau divaksin. Semoga setelah semua Nakes dilakukan vaksinasi nantinya, maka vaksinasi terhadap semua masyarakat di Kota Pariaman dapat kita lakukan,” tuturnya.

     

    Genius berharap, Kota Pariaman akan terbebas dari virus corona ini, dan masyarakat dapat beraktifitas seperti biasa.

     

    “Saya buktikan sendiri, setelah 5 hari divaksin, saya tidak merasakan apa-apa, bahkan semakin sehat, karena itu mulai hari ini, secara bersama kita perang melawan Covid-19 ini,” tukasnya lebih lanjut.

     

    Untuk meyakinkan para Nakes di jajaran Pemko Pariaman ini, Genius Umar mengajak Kolonel CKM (purn) dr. Farhan Abdullah. Sp.THT-KL, yang merupakan pakar kesehatan dan mantan Direktur Utama Semen Padang Hospital  untuk memberikan pencerahan.

     

    Dalam penjelasnya, dr. Farhan sapaan akrab pria 60 tahun ini mengatakan bahwa vaksinasi adalah cara yang paling cepat untuk mencapai Herd Immunity, dirinya yang pernah terpapar Covid-19 ini.

     

    “Jangan takut untuk divaksin, apalagi Nakes sebagai garda terdepan dalam memerangi Covid-19 ini, karena itu kita harus membentengi diri dengan imun tubuh yang kuat, caranya ya dengan divaksin, apalagi sudah disediakan gratis oleh pemerintah,” tutupnya  (Syafrial Suger).