×

Iklan

UJUNG KISAH ADELIA DI DURIAN JANTUANG
Murid Dibakar Temannya, tapi 2 Guru Jadi Tersangka di Padang Pariaman

06 Juli 2024 | 18:16:51 WIB Last Updated 2024-07-06T18:16:51+00:00
    Share
iklan
Murid Dibakar Temannya, tapi 2 Guru Jadi Tersangka di Padang Pariaman
Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur sempat membezoek Adelia ketika masih hidup

Pariaman, Khazanah – Tidak ringan beban dan tanggung jawab guru, kelalaian mengawasi murid bisa berdampak ‘pahlawan tanda jasa’ dijadikan tersangka oleh aparat hukum. Nasib dua guru SDN 10 Durian Jantung Nagari III Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman, berujung hukum, setelah pelaku pembakaran R dinyatakan tidak bisa diproses lantaran masih berusia di bawah 12 tahun.

Jumat lalu, Polisi dari Resor  Pariaman dua guru  SDN 10 Durian Jantuang masing-masing AH dan JW sebagai tersangka di kasus tewasnya murid mereka Aldelia Rahma (11)  karena diduga keras dibakar oleh temannya R.

Kedua guru itu dijadikan tersangka karena atas kelalaian mereka  yang tak mengawasi murid-murid meggunakan bahan bakar dan api hingga mengakibatkan Adelia tewas )Aldelia meninggal setelah tiga bulan dirawat di rumah sakit)

    Kasatreskrim Polres Pariaman, Iptu Rinto Alwi mengatakan kedua guru itu sudah memenuhi unsur-unsur pasal ‘kelalaian’ sehingga ditetapkan sebagai tersangka. Namun keduanya tidak ditahan.

    Sebelumnya diberitakan bahwa polisi sudah memeriksa delapan orang saksi dari kejadian yang terjadi bulan Februari lalu itu. Kedelapan orang itu diantaranya empat guru SDN 10 dan empat lagi teman-teman korban.

    R, yang diduga sebagai pembakar Aldelia semula menjadi terlapor tapi kemudian dipulangkan oleh polisi kepada orang tuanya lantaran masih berusia di bawah 12 tahun.

    Kapolres Pariaman AKBP Andreanaldo Ademi kepada wartawan, Jumat (5/7) menyebutkan bahwa  penyidik  membuat berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap terlapor R. Penyidik juga meminta fatwa  terhadap peneliti dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 Padang  karena kasus ini melibatkan anak laki-laki, R, sebagai terlapor.

    Menurut Kapolres  per­buatan pelaku melanggar Pasal 80 Ayat 1 dan 3 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya pidana penjara maksimal 15 tahun.

    Mengingat dia masih di bawah umur, belum berusia 12 tahun, sesuai UU Sistem Peradilan Pidana Anak, dikembalikan kepada orangtua. Nanti menunggu hasil penelitian dari Bapas. Bapas yang menentukan. Kami kirimkan semua berkas, pengadilan yang akan memutusnya,” ujarnya.

    Seperti diberitakan sebeumnya  pada Februari 2024 Aldelia mengalami luka bakar 80 persen akibat dibakar oleh  teman sekelasnya R ketika  membakar sampah di belakang sekolah. Hasil penyelidikan, ternyata kegiatan pembakaran sampah ini atas perintah guru olahraga.

    Bahkan seorang teman sekas Aldelia yang juga sebagai anak pelaku, disuruh oleh guru olahraga untuk mengambil botol mine­ral yang berisikan bahan bakar. Namun karena ku­rangnya pengawasan, korban akhirnya terbakar pa­da sekujur tubuhnya. (suger)