×

Iklan


Moncong Putih Memanas

24 Mei 2021 | 19:44:34 WIB Last Updated 2021-05-24T19:44:34+00:00
    Share
iklan
Moncong Putih Memanas
PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan. NET

Jakarta, Khazminang.id— Internal PDIP mulai bergejolak jelang Pilpres 2024. Tensi itu terlihat semakin meninggi ketika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak diundang dalam acara Pembukaan Pameran Foto Esai dan Bangunan Cagar Budaya yang dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani pada Sabtu (22/5) lalu.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyayangkan jika Ganjar Pranowo yang juga kader PDIP tak diundang dalam acara tersebut. Padahal kegiatan menghadirkan seluruh DPD PDIP se-Jawa Tengah dan seluruh kepala daerah yang diusung PDIP.

Rudy menilai sikap DPD tersebut menunjukkan politik yang kurang dewasa. "Enggak perlu begitu (tidak mengundang Ganjar). Harus dewasa berpolitik lah," katanya, Senin (24/5).

    Rudy mengatakan Ganjar berhak mendapat undangan meski DPD menganggapnya bersalah. Pasalnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pembukaan Pameran Foto saja. "Kemarin itu kan agendanya ada konsolidasi dan pemantapan Jawa Tengah untuk Pemilu 2024," katanya.

    Persaingan antarkader PDIP untuk kursi Presiden Republik Indonesia 2024, lanjutnya, tidak bisa menjadi alasan bagi DPD tak mengundang Ganjar. "Mau saingan atau tidak, Ganjar itu kan petugas partai. Tidak ada alasan untuk enggak diundang," katanya.

    Sementara di tengah memanasnya internal PDIP antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, saat ini partainya tengah fokus membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadapi pandemi Covid-19. Menurut dia, persoalan capres dan cawapres belum layak untuk dibahas saat ini.

    Ketua Bappilu PDIP, Bambang Wuryanto bahkan menegaskan, Ganjar memang sengaja tak diundang. Sebab, Ganjar dianggap terlalu berambisi untuk maju di Pemilu 2024.

    “PDI Perjuangan menegaskan bahwa konsentrasi utama Partai saat ini adalah membantu Presiden Jokowi didalam bergotong royong mengatasi pandemi Covid-19 dengan berbagai variannya, bukan pada masalah capres-cawapres 2024,” kata Hasto, Senin (24/5).

    Hasto menggarisbawahi, persoalan Pemilu 2024 mengacu pada hasil Kongres V Partai telah memberikan kewenangan pada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, berupa hak prerogatif untuk menetapkan Capres dan Cawapres pada Pemilu 2024.

    “Maka pilihan terbaik Partai saat ini bagi seluruh kader partai pada seluruh jajaran tiga pilar partai adalah melakukan konsolidasi Partai secara menyeluruh,” jelas Hasto.

    Kata Hasto, konsolidasi Partai juga menyangkut aspek ideologi, politik, program, kader, dan konsolidasi sumber daya. Konsolidasi ideologi agar bangsa Indonesia semakin kokoh dengan Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa, sehingga Presiden RI yang akan datang tidak akan dibebani oleh persoalan tersebut.

    “Atas dasar hal tersebut, maka konsolidasi tiga pilar Partai wajib diadakan secara lebih terstruktur, sistematis dan masif. Struktural Partai, kepala daerah dan wakil kepala daerah, serta pimpinan legislatif bersama-sama berjuang dalam spirit gotong royong untuk rakyat. Semua wajib pro aktif sebagai kader Partai,” kata dia.

    Hasto mengajak seluruh kader partai terus rapatkan barisan mengingat banyak pihak yang sudah melakukan dansa politik untuk 2024 dan jangan beri peluang siapapun dari luar partai untuk memecah belah kekuatan PDIP.

    “Dengan memberikan hak prerogatif kepada Ketum, PDIP telah berhasil mengantar Pak Jokowi sebagai Presiden, dan kini memasuki periode kedua untuk Indonesia yang lebih maju. Terus bergerak ke bawah bersama rakyat. Sehingga ketika tiba momentum politik bagi Ibu Megawati untuk mengambil keputusan, seluruh kader Partai telah mengakar dalam semangat kolektivitas untuk kejayaan bangsa dan negara Indonesia,” tutup Hasto. ryn/cnn