×

Iklan


Mevrizal, Anak Penjaga Sekolah itu Sukses Menjadi Pengacara

09 April 2023 | 22:08:04 WIB Last Updated 2023-04-09T22:08:04+00:00
    Share
iklan
Mevrizal, Anak Penjaga Sekolah itu Sukses Menjadi Pengacara
Mevrizal

Bagi Mevrizal, menjadi pengacara adalah perintah Allah, sebagaimana dinukilkan di dalam Surat Annisa Ayat 135. Keberpihakan terhadap kaum lemah untuk mendapatkan keadilan adalah harga mati baginya. Bahkan ia rela untuk tidak dibayar. Suatu kali ia pernah dibayar dengan deraian air mata oleh kaum papa, dan juga pernah diberi beras dan kelapa muda saat membela klienya.             


Padang, Khazminang.id--Kisah sukses yang menjadi inspirasi hidup, memang tak pernah ada habisnya bila diceritakan. Bagaimana tidak, kisah itu dapat kita teladani perjuanganya. Salah satu kisah sukses datang dari seorang Mevrizal, pria kelahiran Cupak/Solok, pada 9 April 1982.

Mevrizal lahir dan tumbuh dalam keluarga yang sangat sederhana secara ekonomi, dan saat ini di usia yang menginjak 41 tahun, Ia telah mencapai karir gemilang dalam profesinya sebagai Advokat yang lazim disebut pengavara, semua itu berkat usaha dan perjuangan serta kerja kerasnya.

"Sewaktu saya sekolah dulu, pulang pergi, saya harus berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh, namun tidak menyurutkan hati saya untuk belajar," katanya, ketika diwawancari.

Anak ketujuh dari sebelas bersaudara ini, harus berkerja serabutan guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia bahkan pernah menjadi tukang ojek dan berjualan sambil kuliah, Ia menceritakan kisah ini dengan senyuman dan bangga, tanpa merasa malu sedikitpun.

"Untuk apa malu, yang penting berusaha yang halal, dan jangan pernah menyerah, sesulit apapun keadaan" ujarnya.

Mevrizal dibesarkan oleh Ayah yang berkerja sebagai penjaga sekolah dengan gaji pas-pasan, dan ibunya sebagai petani, hal tersebut membuatnya dan saudara-saudarinya harus berkerja keras dan tidak boleh bermalas-malasan. Didikan ayahnya yang begitu keras membuat Mevrizal sadar, bahwa dalam hidup harus berjuang sehingga kelak dapat memetik buahnya.

Usai menamatkan sekolahnya di SMA Negeri I Gunung Talang Solok. Mevrizal lalu masuk keperguruan tinggi ternama di Kota Padang yaitu Universitas Andalas (Unand). Awalnya, Mevrizal kuliah di Fakultas Ekonomi tahun 2001, namun kemudian ia memutar haluan dan masuk ke Fakultas Hukum tahun 2002, dan selesai pada tahun 2006. Kemudian Mevrizal kembali melanjutkan ke studi S2 di tempat yang sama.  

Sejak sekolah menengah sampai kuliah Mevrizal aktif dalam berbagai organisasi. Semasa SMA, ia adalah Ketua OSIS di sekolahya, dan saat kuliah aktif di organisasi exstra kampus yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) organisasi terbesar yang melahirkan banyak tokoh dan Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum (HMI) Komisariat Hukum Unand periode 2003-2004.

Saat ini Mevrizal tercatat sebagai Bendahara Umum Korps Alumni HMI (KAHMI) Sumatera Barat Periode 2021-2026 dan banyak organisasi lainya yang pernah digeluti seperti KNPI Padang, KONI Sumbar, LPAI Sumbar, APINDO Sumbar dan lain sebagainya.

Awal karir Mevrizal sebagai Advokat bermula pada tahun 2007 dengan mengikuti mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan dinyatakan lulus sebagai advokat. Pilihannya sebagai advokat dengan latar belakang hukum, membuat namanya semakin dikenal banyak pihak. Perjalanan karirnya dimulai sebagai Pengabdi Bantuan Hukum pada Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang besutan pengacara ternama Adnan Buyung Nasution.

Dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, akhirnya Mevrizal membuka kantor sendiri pada tahun 2011 dan di sanalah karir Mevrizal mulai naik secara drastis. Pasalnya sejumlah perkara besar mulai ditangani, suka duka dengan beragam perjalanannya sebagai Penasihat Hukum berbagai kasus di Sumatera Barat, menjadikannya salah satu pengacara muda yang disegani sampai saat ini, dan sekarang Mevrizal dipercaya sebagai Sekretaris DPC Peradi Padang periode 2022-2027.

“Menjadi Pengacara adalah perintah Allah sebagaimana dinukilkan didalam Surat Annisa Ayat 135,” ujar Mevrizal.

Keberpihakan Mevrizal terhadap kaum lemah untuk mendapatkan keadilan adalah harga mati, tak seorangpun yang lemah secara ekonomi dan buta secara hukum dibiarkan begitu saja, mereka harus dibela dan ditegakan hak-haknya.

"Saya ikhlas menolong orang-orang lemah secara ekonomi dan buta secara hukum, tidak dibayar pun tidak apa-apa. Mungkin dia beranggapan saya sudah menolongnya, bahkan suatu waktu ia pernah dibayar dengan deraian air mata oleh kaum papa, dan juga pernah diberi beras dan kelapa muda saat membela klienya," sebut managing partner MevRizal Law Office.  
            
Mevrizal yang memiliki moto hidup, “yakin usaha sampai” juga memiliki risau fikir yang dalam terhadap umat bagaimana hukum itu sebagai panglima memberikan kemanfaatan, keadilan dan kepastian kepada semua masyarakat tanpa terkecuali, tak hanya itu, Mevrizal juga memiliki pesan berharga kepada generasi muda, khususnya generasi milenial dan generasi Z saat ini.
 
"Generasi muda mesti  memiliki cara pandang yang komprehensif terhadap bangsa. Generasi muda harus ikut berpratisipasi dalam pembagunan secara positif dan berkelanjutan, salah satunya dengan ambil bagian dalam dunia politik, hal inilah yang disampaikan tokoh bangsa “Muhammad Hatta, kepada kita semua," imbuhnya.  

Mevrizal menikah pada tahun 2010 dengan Ria Oktorina, SP, M.Sc,  Pegiat di Komunitas Pengasuhan dan Kesehatan Ibu dan Anak, funsional perencana pada Bappeda Sumbar, alumni S2 Erasmus University Rotterdam, Belanda, dan saat ini dikaruniani seorang putra yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Bila tak ada aral melintang dan Allah mengizinkan, Mevrizal berencana akan maju mencalonkan diri untuk menjadi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI 2024.

Ia menuturkan, jika terpilih akan melaksanakan tugas dan wewenangnya sebagai DPD. DPD itu harus diperkuat, sehingga bermanfaat untuk Sumatera Barat, dan dengan latar belakang Mevrizal sebagai Pengacara dengan kekhususan Hukum Tata Negara maka hal itu akan memudahkan dalam melaksanakan tugas-tugas kedewanan di DPD RI. “Berikan suatu itu kepada ahlinya,” ujar Mevrizal.

Bagi Mevrizal, menjadi politikus adalah pilihan untuk mengabdi kepada negara. Ia tahu persis bahwa siapapun bisa menjadi politikus, tak terkecuali advokat, profesi yang ditekuninya sebelumnya.

Ia tahu persis bahwa banyak advokat yang sukses mengabdikan dirinya sebagai politisi, seperti Ruhut Sitompul, seorang advokat senior yang telah tiga periode malang melintang sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Advokat lainnya yang sukses sebagai politisi adalah Denny Kailimang, OC Kaligis, Amir Syamsuddin, Nudirman Munir, Patrialis Akbar, Ahmad Yani, Benny K Harman dan lainnya.
Berbekal pengalaman di berbagai organisasi, ke depan Mevrizal memantapkan langkah untuk menuju DPD RI sebagai “penyambung lidah” rakyat Sumbar.
   
Sebagai seorang advokat atau pendamping hukum, kata Mevrizal pada Khazanah, Minggu 9 April 2023, ada banyak alasan yang memantabkan dirinya untuk akhirnya terjun ke dunia politik dengan menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI 2024.

Dengan turut serta terjun langsung ke dunia politik, Mevrizal meyakini dirinya akan bisa berbuat lebih banyak bagi masyarakat Sumbar.

“Ya masih banyak hal yang harus diperbaiki dan dibenahi dimana terjun langsung ke dalam sistem perpolitikan dengan menjadi calon anggora DPD RI, maka akan bisa berbuat lebih banyak bagi masyarakat Sumbar,” ungkap Mevrizal.

Bermodal pengalamannya di bidang hukum, hingga pernah mendampingi para caleg-caleg dalam menghadapi permasalahan hukum, Mevrizal berharap bisa menjadi bekal bagi dirinya saat terjun ke dunia politik yang sebenarnya.

“Politik ini bukanlah hal yang baru bagi saya karena banyak klien saya dari dunia politik juga dan berinteraksi dengan partai politik juga sudah sering saya lakukan bahkan dengan petinggi-petinggi partai politik,” ujar Mevrizal.

Mevrizal pun berharap, majunya dirinya sebagai calon anggota DPR RI benar-benar akan bermanfaat bagi masyarakat Sumbar.

“Semoga saya bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat Sumbar dengan maju sebagai calon anggita DPD RI tahun 2024,” kata Mevrizal.  (Murdiansyah Eko)



Bu