×

Iklan

DUA PELAKU DITANGKAP SATPOL PP
Merasa Hotel 'tak Aman', Penjaja Seks di Bukittinggi Pakai Mobil

11 September 2023 | 09:10:22 WIB Last Updated 2023-09-11T09:10:22+00:00
    Share
iklan
Merasa Hotel \
Dua pelaku pelanggar Perda ditangkap Satpol PP Bukittinggi

Bukittinggi, Khazminang.id – Seorang PSK dan seorang penyuka LGBT di tangkap oleh Satpol PP Bukittinggi dalam satu operasi. Keduanya ditangkap ketika ‘buka praktik’ dengan menggunakan mobil karena beralasan di penginapan ‘tidak aman’.

Kasat Pol PP Bukittinggi, Joni Feri, membenarkan bahwa tim operasinya sudah malakukan berbagai tindakan pembersihan dan pada Sabtu dini hari (9/9) mereka menjaring seorang WTS dan seorang pelaku LGBT.

“Sesuai arahan Walikota Bukittinggi, Satpol PP diperintahkan memberantas dan menolak keberadaan kegiatan-kegiatan negatif perilaku penyimpangan seksual, seperti Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT), prostitusi dan juga bentuk maksiat lainnya yang mulai meresahkan warga kota,” ujar dia.

    Ia mengatakan bahwa Satpol PP melaksanakan patroli rutin untuk mengantisipasi tindak asusila dan memberantas maksiat di kota wisata itu. Dari kegiatan Jumat malam hingga Sabtu dini hari, petugas Satpol PP menangkap dua orang yang diduga merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan pelaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender).

    Kedua pelaku maksiat itu ditanmgkap di Jalan Ahmad Karim Benteng Pasar Atas. Dua orang ini melakukan aksinya dengan menggunakan aplikasi, 1 orang perempuan dan 1 orang waria. Terduga ditangkap di Jalan Ahmad Karim Benteng Pasar Atas.

    Menurut Kasat pol PP, yang PSK ini menggunakan modus baru, dengan istilah “paket komplit”. Mereka tidak menggunakan jasa penginapan atau hotel, tapi melancarkan aksinya di atas kendaraan mobil.

    Jadi, saat diinterogasi, mereka mengaku merasa tidak aman menggunakan fasilitas penginapan atau hotel. Kendaraan mobil sambil berjalan, pelaku mengajak pelanggan untuk berbuat maksiat. Jika pelanggan untuk si perempuan, sedangkan waria menyetir mobil, begitu sebaliknya.

    Dari kejadian tersebut, kedua pelaku, dikenakan sanksi sesuai Perda nomor 03 tahun 2015, tentang trantibum, pasal 20 ayat 2. Pelaku wanita langsung dikirim ke panti rehabilitasi Andam Dewi di Kabupaten Solok. “Sementara, untuk waria dikenakan denda administrasi dan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,” ucap Joni Feri. (iwin sb)