×

Iklan


Menuju Kekebalan Komunal, Target Presiden Jokowi Sejuta Vaksin Sehari

09 Jun 2021 | 21:32:25 WIB Last Updated 2021-06-09T21:32:25+00:00
    Share
iklan
Menuju Kekebalan Komunal, Target Presiden Jokowi  Sejuta Vaksin Sehari
?Presiden Jokowi instruksikan sejuta vaksin sehari untuk mempercepat kekebalan komunal

Jakarta, Khazminang -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di seluruh wilayah di Tanah Air. Pada bulan Juni ini ditargetkan capaian vaksinasi dapat menyentuh angka 700 ribu dosis vaksin per harinya. Sedangkan untuk bulan Juli mendatang, Kepala Negara telah menetapkan target sebanyak satu juta dosis vaksin per hari.

“Kita ingin proses vaksinasi [massal] seperti yang dilakukan di Kabupaten Tangerang ini, dalam jumlah banyak ini, dilakukan juga oleh provinsi lain, oleh kabupaten/kota yang lain, sehingga kecepatan kita mengejar 700 ribu [vaksinasi] per hari untuk bulan Juni dan satu juta per hari untuk vaksinasi ini bisa betul-betul kita kejar,” ujarnya Presiden saat meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 massal yang kali ini digelar di Indoor Stadium, Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kepala Negara memandang pelaksanaan vaksinasi massal di Kabupaten Tangerang yang menyasar kurang lebih 10 ribu orang tersebut berjalan dengan baik.

    “Siang hari ini saya baru saja melihat proses vaksinasi massal di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, sebanyak kurang lebih 10 ribu masyarakat umum, baik lansia, pralansia, tenaga pendidik, semuanya. Saya lihat manajemennya berjalan rapi dan baik di lapangan,” ujarnya.

    Untuk itu, Presiden pun menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas upaya terus-menerus dalam menyukseskan program vaksinasi nasional ini.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur Banten dan Pak Bupati Tangerang dan terutama juga dari Pak Menteri Kesehatan atas upaya terus-menerus yang dilakukan. Kita harapkan [vaksinasi] ini akan melindungi kita semuanya dari penyebaran COVID-19,” pungkasnya.

    Untuk diketahui, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, terdapat 79.194 orang yang menjadi target sasaran vaksinasi di Kabupaten Tangerang. Hingga 7 Juni 2021, sebanyak 84.302 orang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 67.325 orang mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

    Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan vaksinasi tersebut antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. 

    Sekolah Tatap Muka

    Presiden Jokowi juga  menginstruksikan agar penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan secara terbatas dan penuh kehati-hatian.

    “Bapak Presiden tadi mengarahkan bahwa pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstra hati-hati. Tatap mukanya dilakukan tatap muka terbatas,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

    Sejalan dengan arahan Presiden tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim juga menegaskan bahwa PTM terbatas tidak sama seperti sekolah tatap muka biasa. Hal ini juga disampaikannya sekaligus meluruskan mispersepsi yang terjadi dalam beberapa pemberitaan terkait pelaksanaan PTM terbatas.

    “Apa yang Bapak Presiden sampaikan pada Senin lalu benar bahwa pembelajaran yang kita upayakan bersama adalah tatap muka terbatas. Sekali lagi, terbatas,” tegasnya, Rabu (09/06/2021), di  Kantor Kemendikbudristek, Jakarta.

    Ditambahkan Nadiem, Presiden memberikan contoh praktik baik dalam melaksanakan PTM terbatas, di mana satuan pendidikan dapat mengatur satu kelas hanya diisi 25 persen murid, kegiatan belajar mengajar hanya dua jam, dan satu minggu hanya dua kali pertemuan.

    “Contohnya seperti yg disampaikan oleh Bapak Presiden. Sekolah yang sudah atau dalam proses melakukan PTM terbatas dengan durasi belajar dan jumlah murid berbeda tetap diperbolehkan selama mengikuti protokol kesehatan dan di bawah batas maksimal yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19,” terangnya.

    Mendikbudristek pun menambahkan bahwa tidak ada perubahan terhadap ketentuan SKB tersebut. “SKB tersebut menuangkan aturan maksimal. Sekolah bisa menerapkan PTM terbatas dengan sedikit demi sedikit,” imbuhnya.

    Nadiem mengungkapkan, sekitar 30 persen satuan pendidikan telah melakukan PTM terbatas sesuai situasi dan kondisinya masing-masing. Sebagian baru memulai PTM terbatas beberapa bulan terakhir, namun ada pula yang sudah melakukan PTM terbatas sejak tahun lalu.

    Lebih jauh, ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus terhadap kesulitan yang dihadapi anak, guru, bahkan orang tua dalam penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

    “Seperti halnya para guru, orang tua, dan murid yang saya dengar langsung keluhannya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh, Bapak Presiden juga menyampaikan kepeduliannya. Beliau menyampaikan, kita harus memiliki keberanian untuk mendorong PTM terbatas yang tentu saja disertai penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat,” pungkas Nadiem.

    Sebelumnya, Kemendikbudristek dan Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) di Masa Pandemi COVID-19 yang dapat membantu kelancaran penyelenggaraan PTM Terbatas. Panduan dapat diunduh di laman bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id atau spab.kemdikbud.go.id. (syaf al/setkab)