×

Iklan

WADIRUT PLN LUNCURKAN BUKU “JOKOWI AND THE NEW INDONESIA”
Mengungkap Rekam Jejak Jokowi Wujudkan Arah Baru Indonesia

05 November 2021 | 19:58:54 WIB Last Updated 2021-11-05T19:58:54+00:00
    Share
iklan
Mengungkap Rekam Jejak Jokowi Wujudkan Arah Baru Indonesia

Jakarta, Khazminang.id – Di tengah kesibukannya memimpin perusahaan plat merah PLN, Darmawan Prasodjo masih sempat menulis buku. Kali ini Wakil Direktur Utama PLN itu bersama Tim Hannigan menulis buku yang diberi judul “Jokowi and the New Indonesia”.

Dalam bukunya, Darmawan mengungkap, kepemimpinan presiden Joko Widodo telah membawa Indonesia pada era baru dengan membentuk pondasi pembangunan yang kuat. Pondasi ini diharapkan dapat menciptakan peluang baru untuk mewujudkan “New Indonesia” sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden G20 juga telah dimaknai Presiden Jokowi sebagai momentum pemulihan ekonomi dunia dengan tema besar 'Recover Together, Recover Stronger'. Setelah dunia berangsur-angsur pulih dari pandemi Covid-19, pondasi tersebut akan menciptakan kesempatan bagi Indonesia untuk dapat berlari lebih cepat. 

    Demikian antara lain terurai dalam diskusi bedah buku “Jokowi and the New Indonesia”, Jumat (5/10/2021) yang diselenggarakan Universitas Prasetiya Mulya dan Periplus Publishing Group, Hadir juga Staf Pengajar Universitas Prasetiya Mulya, Agus Sriyono dan peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Edbert Gani Suryahudaya. 

    Darmawan mengatakan, pada lima tahun pertama pemerintahannya, Presiden Jokowi mulai menetapkan standar dan cara baru untuk mengejar berbagai ketertinggalan dari negara lain, terutama infrastruktur.

    “Pak Jokowi mengubah cara pandang pembangunan dari yang bersifat Jawa sentris menjadi Indonesia sentris. Juga dalam hal keadilan, mulai dari keadilan sosial di bidang energi, sumber daya alam, pendidikan, dan perlindungan sosial,” katanya.

    Dia pun menceritakan bagaimana Presiden Jokowi melihat daerah dengan kekayaan alam yang luar biasa tapi masyarakatnya terjerat kemiskinan terstruktur. Tidak mendapatkan akses air bersih, energi, konektivitas dan yang lainnya. Melihat fakta tersebut, orang nomor satu di tanah air itu berani mengambil keputusan untuk membuka akses terhadap pendidikan, jalan, pelabuhan, bandara, air bersih dan energi.

    "Ini betul-betul menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru. Contohnya PON yang baru saja berlangsung di Papua. Meskipun tidak memiliki fasilitas, saya melihat karakter tepo seliro dan dibangunlah daerah Papua sehingga PON XX sukses," tuturnya.

    Tak hanya itu, lanjut Darmawan, Presiden Jokowi juga fokus mengembangkan potensi di banyak sektor yang selama ini menjadi aset tidur. Kebijakan tersebut bersumber dari karakter dan nilai-nilai yang membentuknya sejak hidup di bantaran sungai sampai menjadi pemimpin republik.

    Darmawan menambahkan, strategi membangun infrastruktur secara masif terbukti tepat. Ketika baru menjabat sebagai Wadirut PLN, dia menemukan fakta bahwa pertumbuhan listrik terbesar ada di Provinsi Lampung, tepatnya di sekitar pintu keluar tol yang baru saja diresmikan.

    "Hal ini menjadi bukti bahwa tujuan pembangunan yang selalu ditekankan oleh Pak Jokowi membawa hasil. Infrastruktur yang dibangun menumbuhkan sentral ekonomi baru dan mengangkat ekonomi masyarakat. Ini sesuai dengan visi beliau bagaimana Indonesia bisa bangkit bukan berdasarkan konsumsi, tetapi produktivitas," papar Darmawan.

    Sementara Tim Hannigan menambahkan, selama ini kiprah Presiden Jokowi kurang diketahui oleh publik internasional. Melalui buku ini diharapkan masyarakat internasional mendapatkan gambaran utuh bagaimana Jokowi meletakkan pondasi "New Indonesia" untuk masa mendatang.

    “Padahal, banyak akademisi, politisi, juga pebisnis internasional yang ingin mendapatkan gambaran lebih utuh tentang apa yang terjadi di Indonesia selama pemerintahan Jokowi,” ujarnya.

    Sementara Staf Pengajar Universitas Prasetiya, Mulya Agus Sriyono menegaskan, pentingnya menyampaikan apa yang dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi ke dunia internasional. Apalagi, Indonesia perlu membuka ruang kerja sama dan investasi yang lebih besar.

    Di sisi lain, peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Edbert Gani Suryahudaya mengatakan, pelibatan kaum muda dalam menyambut New Indonesia mutlak diperlukan. Terlebih karena Indonesia akan menerima bonus demografi yang sudah dimulai satu dua tahun terakhir ini dan akan berpuncak pada tahun 2030-an mendatang.

    “New Indonesia ini adalah kesempatan besar bagi anak-anak muda, dan Presiden Jokowi telah membukakan ruang untuk itu. Dan anak-anak muda itu sekarang sudah bersifat transnasional dalam perspektif bisnis dan jaringannya. Di situlah saya melihat New Indonesia yang disajikan dalam buku ini sangat menjanjikan dan menggairahkan,” ujar Edbert. (devi/rel)