×

Iklan


Menanti Wajah Baru Pelindo

13 September 2021 | 14:14:37 WIB Last Updated 2021-09-13T14:14:37+00:00
    Share
iklan
Menanti Wajah Baru Pelindo

Oleh : Devi Diany

Seorang kawan terlihat tengah sibuk mengurus dokumen kapal yang akan sandar di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara. Matanya fokus menatap layar laptop sambil jarinya menari di papan keyboard.

Dengan teliti dia memasukkan data-data yang dibutuhkan ke masing-masing sistem institusi terkait sambil melihat dokumen disampingnya. Dia membuka laman sistem dari Bea dan Cukai untuk memasukkan data jenis barang atau muatan kapal. Kemudian beralih ke sistem dari Imigrasi untuk memasukkan dokumen keimigrasian terkait identitas orang-orang yang ada di kapal. Berikutnya sistem Syahbandar atau Otoritas Pelabuhan serta sistem Pelindo I sebagai penyedia sarana kapal untuk bersandar. Juga terlihat dokumen yang dibutuhkan untuk Dinas Kesehatan tentang karantina orang dan barang.

“Kami adalah perpanjangan tangan dari pemilik kapal atau pemilik barang. Jadi seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk proses sandar kapal di pelabuhan, kami yang membantu mengurusnya,” kata Rahmat, sang kawan.

Setelah semua dokumen tersebut terkirim, kemudian dia bergegas menghadiri port meeting dengan pihak Pelindo I untuk menentukan space untuk sandar kapal sambil menyebutkan tanggal kapal akan berlabuh. Tak lama sesudahnya senyum terukir di bibirnya.

“Sekarang proses administrasi perizinan kapal yang akan sandar itu sangat mudah, semua dokumen yang dibutuhkan diproses secara online dan bisa diakses dari mana saja, sehingga kami tak harus sering-sering datang ke masing-masing instansi itu. Prosesnya jug cepat, paling lama 2 hari,” katanya menerangkan.

Antrean kapal untuk sandar juga tak bisa lagi dipangkas oleh kapal lain, karena setiap kapal yang akan tiba itu telah didaftarkan dalam sebuah sistem, lanjutnya. Jadi semua harus tertib. Kecuali kapal pengangkut kebutuhan pokok masyarakat seperti gandum, atau beras dan bantuan sosial, tentu mendapat prioritas untuk sandar lebih dulu.

“Yang bikin lama itu adalah untuk menempatkan kapal sandar karena banyaknya kapal yang masuk. Waktu tunggunya sekitar 1-2 hari,” katanya.

Dia mengucap syukur Alhamdulillah, dengan pembenahan-pembenahan yang dilakukan pemerintah melalui otoritas pelabuhan. Tak pelak, perbaikan layanan itu sangat menguntungkan para stakeholder, seperti memangkas waktu untuk pengurusan dokumen dan hal lainnya, menghemat biaya dan juga sumber daya manusia.
 
Untuk Kemudahan Customer

Lalu saat ditanya pendapatnya tentang kabar yang santer saat ini tentang rencana pemerintah menggabungkan empat BUMN di bidang pelabuhan mulai dari Pelindo I, II, III dan IV menjadi satu Pelindo saja, dia hanya  tersenyum. Tidak mengangguk dan juga tidak menggeleng. Sebab banyak harapan yang ditumpangkan para pelaku pelaku usaha dan stakeholder terkait lainnya dengan kebijakan pemerintah itu. Berharap terjadi perubahan signifikan pada wajah pengelolaan pelabuhan di tanah air menjadi lebih baik lagi.

“Jika hal itu menguntungkan bagi kami sebagai pelaku usaha dan juga menguntungkan klien kami, tentu kami dukung. Apalagi jika memberikan banyak kemudahan yang membuat klien kami puas,” katanya sambil berdiri karena telah menyelesaikan pekerjaannya.

Sebuah berita di media online https://bukamatanews.id/ terbentang di layar komputer di depannya. Berita edisi Minggu, 5 September 2021 itu memuat pernyataan Direktur Utama Pelindo I, Prasetyo, bahwa integrasi BUMN Pelabuhan dilakukan demi meningkatkan kenyamanan customer. Dalam hal ini, PT Pelindo memikirkan berbagai aspek untuk memudahkan customer dalam melakukan pengiriman barang.

"Melalui integrasi ini, akan ada standarisasi kompetensi di seluruh perseroan. Dengan standar layanan yang serupa di seluruh pelabuhan tentu akan meningkatkan kenyamanan customer," urai Prasetyo seperti tertulis di media.

Konektivitas dan Standarisasi Pelayanan

Lalu juga potongan berita di https://www.cnbcindonesia.com/market, 7 September 2021, yang memuat pernyataan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga yang menyebutkan, jika penggabungan seluruh perusahaan pelabuhan pelat merah tak hanya ditujukan untuk menekan biaya logistik nasional, namun juga untuk mendorong perusahaan tersebut berskala internasional dengan satu standar yang sama.

Dia terlihat manggut-manggut. Dia membenarkan, jika saat ini pelayanan di setiap Pelindo masih berbeda dan belum mencapai Service Level Agreement (SLA). Dengan proses merger maka akan jadi satu standar sama, baik dalam servis, sistem dan juga termasuk SLA. Maka setelahnya standarisasi world class pelabuhan itu akan berlaku untuk Pelindo.

“Jadi ada tiga tujuan utama dilakukannya penggabungan ini, yakni peningkatan skala usaha, terbentuknya ekosistem logistik nasional, dan penyeragaman standarisasi pelayanan. Tapi yang pasti kita mau di samping biaya logistik lebih murah, juga yang diinginkan Pelindo menjadi world class company," kata Arya diberita itu.

Secara teknis, Direktur Utama Pelindo III, Arif Suhartono menerangkan tujuan merger Pelindo. Pertama, Pelindo akan meningkatkan skala usaha dan menciptakan nilai BUMN dalam perbaikan layanan Pelabuhan. Hal ini dicapai melalui pemaksimalan operasional, strategi komersial, dan manajemen keuangan. Kedua adalah penguatan ekosistem pelayanan logistik. Ekosistem logistik mampu memberikan dampak terhadap ekonomi nasional.

“Dari segi ekosistem tentunya akan berdampak positif pada perekonomian nasional dan nantinya dapat menguatkan ekosistem logistik di Indonesia. Kita memiliki capability yang berbeda-beda, kita melihat adanya operasi yang berbeda dan masing-masing memiliki capex yang berbeda,” tutur Arif.

Terakhir, yaitu konektivitas dan standarisasi pelayanan. Proses merger Pelindo akan memaksimalkan alur konektivitas layanan dengan menerapkan acuan standarisasi. Hal ini dilakukan untuk mendukung penurunan biaya logistik nasional serta mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

“Pelabuhan nasional yang baik adalah harus di semua tempat. Kami melihat bahwa model saat ini ada empat model Pelindo, keempatnya adalah entitas yang terpisah sehingga kurang koordinasi,” tegas Arif.

Empat Klaster Bisnis Pelindo

Pada portal berita lainnya, https://economy.okezone.com/, Minggu 5 September 2021 mengurai penjelasan jajaran Pelindo lebih lanjut. Proses penggabungan empat perusahaan pelabuhan itu bakal melahirkan empat subholding baru berdasarkan klaster bisnis Pelindo selama ini, masing-masing peti kemas, non-peti kemas, logistics hinterland development, marine, dan equipment & port services. Empat subholding tersebut akan memiliki kantor pusat yang berada di Jakarta, Surabaya, Medan, hingga Makassar.

Sang teman kembali manggut-manggut dan tersenyum. Dengan yakin dia menyebut, dengan merger, secara otomatis juga memangkas biaya dan efisiensi Karena jajaran jajaran direksi dan komisaris tidak banyak lagi seperti yang terjadi saat ini pada masing-masing tubuh Pelindo. Jajaran direksi dan komisaris hanya akan ada di level perusahaan yang telah ditentukan sebagai perusahaan penerima gabungan.

Selain itu, penyatuan perusahaan ini juga diharapkan akan menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga bisa berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

“Kami berharap merger ini tak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi orientasinya harus berupa manfaat atau dampak luas yang dapat diperoleh masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan,” katanya lagi sambil memberikan dukungan penuh untuk sinergi dan integrasi Pelabuhan Indonesia dari timur ke barat. ***