×

Iklan


Masjid Raya Sumbar Akhirnya Bernama

04 Juli 2024 | 20:38:27 WIB Last Updated 2024-07-04T20:38:27+00:00
    Share
iklan
Masjid Raya Sumbar Akhirnya Bernama
MASJID Raya Sumbar akhirnya diberi nama setelah 17 tahun berdiri sejak peletakan batu pertama di 2007 lalu. Adapun nama masjid kebanggaan warga Sumatera Barat yang akan diresmikan pada 7 Juli 2024 nanti adalah Masjid Raya Syekh Ahmad Khaib Al Minangkabawi. IST

Padang, Khazminang.id-- Masjid Raya Sumbar akhirnya diberi nama setelah 17 tahun berdiri pascapeletakan batu pertama 21 Desember 2007 lalu. Pemprov Sumbar menyematkan nama Syekh Ahmad Khaib Al Minangkabawi, seorang ulama besar Ranah Minang.

"Peresmian penggunaan nama Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi akan dilakukan pada 7 Juli 2024, bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1446 Hijriah," kata Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Al Amin, Kamis (4/7).

Al Amin mengatakan, sebanyak 61 orang keturunan ulama yang pernah menjadi imam dan khatib di Masjidil Haram, Makkah itu, kini telah berada di Sumbar untuk ikut meresmikan penamaan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi nanti.

    Ia menjelaskan, selama ini ada kekeliruan di tengah masyarakat yang menyangka bahwa Masjid Raya Sumatera Barat sudah menjadi nama masjid kebanggaan masyarakat Ranah Minang itu.

    Padahal sesuai Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor: 394 Tahun 2004, tipologi masjid di Indonesia itu terdiri atas, Masjid Negara, yaitu masjid yang ditetapkan oleh pemerintah dan berkedudukan di ibu kota negara.

    Sedangkan Masjid Raya adalah masjid yang ditetapkan oleh pemerintah tingkat provinsi. Masjid yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten/kota disebut sebagai Masjid Agung.

    Kemudian masjid yang ditetapkan oleh pemerintah di tingkat kecamatan disebut sebagai Masjid Besar, dan masjid yang ditetapkan oleh pemerintah di tingkat desa atau kelurahan disebut sebagai Masjid Jami'.

    "Jadi Masjid Raya Sumatera Barat itu baru merujuk pada tipologi dan nama provinsi tempat masjid itu berada. Sedangkan nama masjid sebenarnya belum ada," katanya.

    Menurutnya, sejak awal peletakan batu pertama oleh gubernur saat itu, yaitu Gamawan Fauzi sudah ada upaya bertukar fikiran dengan tokoh masyarakat dan ulama untuk menentukan nama masjid itu.

    Pada saat itu, nama Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi juga masuk menjadi pertimbangan. Namun dalam prosesnya penamaan itu terhenti sampai dimulai kembali oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi.

    "Keluarga dan keturunan dari Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi telah memberikan izin penggunaan nama itu. Bahkan sebanyak 61 orang keturunan beliau hingga generasi ke-6 telah berada di Sumbar untuk mengikuti peresmian pemberian nama masjid tersebut," katanya.

    Ia mengatakan, bersamaan dengan peresmian nama masjid itu, juga diluncurkan buku sejarah pembangunan masjid yang ditulis oleh Hasril Chaniago dan kawan-kawan.

    Saat ini, relief nama Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi telah terpasang, namun diselubungi dengan kain hitam menunggu prosesi peresmian dilakukan. Ryan Syair