×

Iklan


Makin Keren! Kawasan Mandeh Bakal Miliki Konservasi Lumba-lumba

23 November 2022 | 15:39:13 WIB Last Updated 2022-11-23T15:39:13+00:00
    Share
iklan
Makin Keren! Kawasan Mandeh Bakal Miliki Konservasi Lumba-lumba
Puncak Langgani, Kawasan Wisata Terpadu Mandeh (Foto: MC Pesisir Selatan)

Padang, Khazminang.id-- Kawasan Wisata Mandeh merupakan destinasi andalan Sumbar yang memiliki banyak potensi pariwisata, mulai dari pantai, pulau-pulau, hutan mangrove, perbukitan maupun air terjun.

Panorama pantai dan bawah laut Mandeh yang memukau, juga membuat banyak orang menjuluki Mandeh sebagai surga dari Sumbar (Paradise from West Sumatera).

Tak berhenti sampai di sana, keindahan alam yang sudah ada ini, akan semakin diperkaya dengan pembangunan atraksi yang mampu mengoptimalkan daya tarik objek wisata tersebut.

    Salah satunya, yaitu dengan rencana pembangunan konservasi lumba lumba di Mandeh, mengingat perairan di kawasan ini masih terbentang luas untuk dikembangkan dengan terobosan yang menarik.

    Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy dalam rapat bersama Founder PT Meta Archipelago Hotels (PT Martel), Dedi Sjahrir Panigoro, di Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (22/11).

    "Kawasan Wisata Mandeh perlu dihangatkan kembali dengan menggaet pengembang. Mandeh masih menjadi underexpose, underrated, perlu dihangatkan kembali. Konservasi lumba-lumba ini bisa menjadi bahan daya tarik wisatawan, baik nasional maupun internasional," ujar Audy.

    Audy berujar, konservasi lumba-lumba ini merupakan ide yang diusulkan oleh Dedi Sjahrir Panigoro selaku Founder PT Martel. Menurutnya, pengembangan Kawasan Wisata Mandeh perlu mendapat dukungan dari pengembang guna mengoptimalkan daya tarik objek wisata.

    Ditambah lagi, kata Audy, konservasi tentu tidak luput dari atraksi dan edukasi sebagai nilai tambah dalam pengembangan objek wisata. 

    "Konservasi Lumba-lumba ini sebaiknya kita buat di tengah laut dan atraksi serta edukasinya di darat. Jadi wisatawan bisa melihat potensi kekayaan alam Sumbar, baik di laut maupun di darat," kata Firdaus yang mewakili PT Martel dalam pemaparan Plan Project Konservasi tersebut.

    Gagasan yang melibatkan darat dan laut dalam konservasi Lumba-lumba ini juga disambut baik oleh Wagub Audy. Ditambah lagi di bawah laut Mandeh, terdapat bangkai kapal MV Boeloengan Nederland yang tenggelam pada 1942 dan yang sudah menjadi salah satu spot favorit wisata diving.

    Selain bangkai kapal yang sebagian sudah ditutupi terumbu karang, menurut Audy, MV Boelongan juga telah menjadi bagian dari habitat biota laut di Kawasan Mandeh.

    "Nah, Ini kita juga bisa kenalkan lagi lewat konservasi. Kapal tenggelam di wilayah Mandeh, MV Boelongan, tempat biota laut yang jadi favoritnya orang diving. Saya harap konservasi lumba-lumba ini bisa segera terealisasi," ujarnya.

    Menurut Audy, perlunya rebranding objek wisata andalan ini menjadi hal yang patut diutamakan Pemprov Sumbar. Mulai dari pengembangan, juga terobosan yang perlu segera diinisiasi, mengingat besarnya potensi pariwisata yang dapat dioptimalkan di Kawasan Mandeh. (Rina Akmal)