×

Iklan

VIDEO PENGAKUAN VIRAL DI MEDSOS
Mahasiswi UNP yang Hilang Itu Mengaku Kawin Lari, Keluarga Menduga Dipaksa

21 Jul 2021 | 14:41:14 WIB Last Updated 2021-07-21T14:41:14+00:00
    Share
iklan
Mahasiswi UNP yang Hilang Itu Mengaku Kawin Lari, Keluarga Menduga Dipaksa
Ilustrasi. NET

Padang, Khazminang.id-- Beredar video viral di media sosial pengakuan mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) berinisial VR yang sebelumnya sempat hilang selama sepekan. Hilangnya VR ini diduga saat hendak pergi kuliah kerja nyata (KKN) dan dilarikan seorang pria disebut sebagai dukun kampung.

Dalam video berdurasi 1 menit 28 detik itu, tampak mahasiswi berusia 22 tahun tersebut mengenakan hijab dan menyampaikan bahwa kepergiannya dari rumah adalah keinginannya sendiri. Bahkan, upaya itu telah direncanakan dengan si pria yang telah beristri dan beranak tiga ini.

"Saya yang bernama Veni, mahasiswa UNP yang dinyatakan hilang dibawa kabur dukun dalam pengaruh hipnotis, itu semua bohong. Saya pergi dari rumah atas keinginan saya sendiri dan rencana kami berdua. Sumpah atas nama Allah, sebenarnya kami telah menjalin hubungan tanpa diketahui siapapun, termasuk orang tua saya sendiri," ujar dia dalam video viral tersebut.

    Dia bersumpah atas nama Tuhan, dirinya mengaku telah lama menjalin hubungan tanpa diketahui siapapun, bahkan keluarganya sendiri dengan pelaku yang diduga berprofesi sebagai seorang dukun.

    "Selama ini, kami telah sering bertemu  di luar tanpa diketahui orang lain. Kami memang saling sayang, Alhamdulillah 14 Juli 2021 jam 10 malam kami melakukan akad nikah di Kayu Aro, Kerinci," ujarnya.

    Ia terus meyakinkan bahwa keduanya dalam keadaan sadar tanpa pengaruh apapun maupun paksaan.

    "Pernikahan ini telah kami rencanakan berdua. Sekali lagi, saya jelaskan. Saya lari karena saling sayang, bukan karena pengaruh hipnotis. Terima kasih masyarakat Sumbar yang telah khawatir terhadap saya dan saya minta maaf," pungkasnya.

    Sebelumnya, menjelang malam, pihak keluarga mendapat pesan dari salah seorang yang dikenal sebagai dukun kampung. Dukun itu mengatakan bahwa VR ada bersamanya.

    Menurut kakak VR, yakni F, adiknya tidak pernah sebelumnya menjalin komunikasi dengan sang dukun. Pertemuan hanya terjadi satu kali, ketika adiknya menemani orang tua untuk berobat ke dukun tersebut. Keluarga VR pun panik yang menduga mahasiswi UNP itu diguna-guna oleh si dukun.

    “Kalau memang sadar, saya yakin adik saya tidak akan mau. Pasti ini diguna-guna. Kalau pergi pasti kasih tau orang tua. Saya yakin adik saya dihipnotis,” ucap F.

    Setelah mendapat kabar itu, pihak keluarga tidak bisa menghubungi dukung kampung itu. Nomor handphone VR juga tidak aktif. Namun keluarga tetap berupaya melacak keberadaan VR.

    “Hari kedua aktif, terdeteksi di Kerinci, tapi tidak ketemu. Pakai motor NMAX warna abu-abu,” terangnya.

    Dugaan bahwa VR dibawa kabur dan diguna-guna dukun membuat keluarga melaporkan kejadian itu ke polisi. Bukan hanya keluarga VR, mertua si dukun sekaligus pemilik sepeda Motor NMAX juga ikut melapor.

    “Tentu mertuanya merasa dirugikan, mungkin. Masalah sepeda motor,” ujar Kapolsek Lengayang, Iptu Beny Hari Muryanto.

    “Kami masih dalam lidik. Kami sudah bekerja, sudah mendatangi TKP. Sedangkan ini masalah satu belum selesai, kemudian datang lagi laporan. Pokoknya kami dalam lidik semuanya,” tambahnya.

    Pihak kampus juga mulai bertindak mencari kebenaran mahasiswi KKN UNP yang hilang juga soal penyebab hilangnya gadis itu. Upaya menggali informasi telah dilakukan dengan mencari teman dekat VR.

    “Kita juga tidak tahu juga teman dekat, teman biasa curhat. Harusnya, teman-teman yang kenal (VR), kami minta proaktif,” kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNP.

    Di hari ketujuh, keberadaan VR dan dukun kampung itu belum juga terungkap. Jejak mahasiswi KKN UNP yang hilang dan fakta di balik kejadian ini jadi misteri. (Inoval Agesly)