×

Iklan


Mahasiswa KKN UNP Hilang di Tampuniek, Lengayang, Pessel, Diduga Dilarikan Dukun

20 Jul 2021 | 23:07:48 WIB Last Updated 2021-07-20T23:07:48+00:00
    Share
iklan
Mahasiswa KKN UNP  Hilang di Tampuniek, Lengayang, Pessel, Diduga Dilarikan Dukun
(foto: covesia.com)

Padang, Khazminang.id--  Terkait Mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) yang hilang saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan diduga dilarikan seorang dukun di Pesisir Selatan, Rektor UNP, Ganefri menilai itu tidak ada hubungannya dengan KKN.

 

“Kita belum tau penyebab sebenarnya kenapa bisa hilang. Menurut saya kebetulan saja dia hilang saat KKN dilakukan. Apakah dibawa lari oleh dukun atau bagaimana kami belum tahu,” ungkap Ganefri kepada wartawan, Senin (19/7) lalu.

     

    Lebih lanjut Ganefri mengatakan saat ini pihak kampus sedang mencari tahu hal tersebut ke dosen pendamping lapangan mahasiswa yang bersangkutan.

     

    “Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari dosen pendamping. Saya tau informasi ini juga dari media dan di sana dikatakan masalah personal,” imbuhnya.

     

    Ganefri menjelaskan semenjak pandemi UNP meberlakukan KKN berbasis tempat tinggal.

    Jadi seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah KKN akan melakukan KKN di kelurahannya.

     

    Tak hanya itu, Ganefri meminta seluruh mahasiswa yang melakukan KKN harus hati-hati dan jangan mudah percaya dengan rayuan orang.

     

    Sebelumnya diberitakan seorang mahasiswa UNP diketahui hilang saat melakukan KKN di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, diduga korban hilang karena dibawa kabur oleh salah seorang dukun di daerah tersebut.

     

    Sementara itu menurut pihak keluarga, selain berparas cantik, sosok VN (22) dikenal sangat baik dan pemalu oleh pihak keluarga. VN melaksanakan KKN di Kampung Tampuniek, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan dan diduga dibawa kabur oleh seorang dukun.

     

    Hal itu diungkapkan langsung oleh kakak kandung korban Febri kepada wartawan kemarin , menurutnya sosok VN dikenal sangat baik, ramah dan juga pemalu.

     

    Febri mengungkapkan, sejak sekolah di SMA sampai semester 6 di kampus, VN tidak pernah bepergian keluar rumah dengan seorang laki-laki.

     

     “Kami curiga VN dihipnotis atau dengan cara yang tidak baik lainnya. Sebab, kami sekeluarga sangat tahu dengan sosok VN. Dia anak baik, dia jarang keluar malam baik itu selama di rumah maupun saat di Padang tempat dia kuliah. Kalau ada keluar malam, itu karena tugas mendesak dari kampus, kalau tidak ada urusan keluarga,” terangnya.

     

    Lanjutnya, saat ini dirinya bersama pihak keluarga belum bisa menemukan dan masih mencari tahu keberadaan VN, begitu juga dengan kondisinya.

     

    “Kita belum dapat kabar di mana keberadaan VN. Terakhir terpantau keberadaannya di Sungai Penuh Kerinci. Tapi setelah dicari ke sana tidak ada. Informasi lain seperti dari pihak kepolisian pun juga belum ada informasi keberadaan VN sekarang. Untuk itu, kita sekeluarga sangat berharap VN cepat ditemukan dalam kondisi baik-baik saja,” harapnya.

     

    Kapolsek Lengayang IPTU Beny Hari Muryanto mengatakan, pihaknya juga belum dapat memastikan di mana keberadaan korban VN yang diduga dibawa kabur oleh seorang dukun bernama Candra Arya Dinata.

     

    Direktur  Women’s Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan, Rahmi Merry Yenti menyayangkan sikap UNP yang terkesan lepas tangan terkait kasus hilangnya mahasiswi yang dilarikan dukun di Pesisir Selatan. 

     

    Menurut Merry, seharusnya pihak kampus tidak boleh lepas tangan dan berpendapat itu masalah personal. 

     

    “Karena korban hilang ketika ia hendak menuju pergi KKN kampus harus ikut menyikapi persoalan ini,” ungkap Merry saat dihubungi covesia.com Senin (19/7).

     

    Merry berharap pihak kepolisian bisa serius menangani kasus yang menimpa korban ini. Jangan sampai nanti ada kekerasan terhadap mahasiswi tersebut. Apalagi jika sampai diperkosa, lalu dinikahkan secara paksa. 

     

     “Jangan mentang mentang perempuan itu sudah dewasa lalu tak menghiraukan sama sekali masalahnya,” tukasnya  (**/Novrizal Sadewa).