×

Iklan


Limapuluh Kota Butuh Forum Penanggulangan Bencana, Bupati Mendukung!

06 Jun 2021 | 22:07:27 WIB Last Updated 2021-06-06T22:07:27+00:00
    Share
iklan
Limapuluh Kota Butuh Forum Penanggulangan Bencana, Bupati Mendukung!
Bupati Limapuluh Kota, Safarudin dt. Bandaro Rajo mendukung penuh rencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (F-PRB) yang melibatkan berbagai unsur/organisasi kemasyarakatan yang ada di daerah itu (foto: Lili Yuniati).

Limapuluh Kota, Khazminang.id--  Bupati Limapuluh Kota, Safarudin dt. Bandaro Rajo mendukung penuh rencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (F-PRB) yang melibatkan berbagai unsur/organisasi kemasyarakatan yang ada di daerah itu. 

 

Dukungan terhadap pembentukan F-PRB didaerah yang berbatasan dengan Provinsi Riau tersebut karena daerah dengan 13 Kecamatan tersebut merupakan salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang rawan terhadap berbagai bencana, baik bencana Banjir, longsor, puting beliung, kebakaran hutan dan lahan/ maupun bencana lainnya. 

     

    Menurut Bupati melalui Kepala Pelaksana (KALAKSA) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Joni Amir, F-PRB merupakan wadah yang sangat dibutuhkan, karena bentuk penjabaran dari Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dimana hal tersebut tidak saja menjadi tanggung jawab Pemerintah (Pemerintah Daerah.red) namun juga menjadi tugas bersama. 

     

    "Pasca Pelatihan Pengurangan Resiko Bencana yang diikuti belasan perwakilan Organisasi Masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota di gelar di Kota Padang oleh BPBD Provinsi Sumbar, kita (BPBD.red) telah melaporkan hasil tersebut kepada kepala Daerah, dan Alhamdulillah kepala daerah kita mendukung," Sebut Joni Amir didampingi Sekretaris BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Roni M. Nur, Minggu (6/6). 

     

    Mantan Kabag Humas Pemkab Limapuluh Kota itu juga menambahkan, nantinya peran F-PRB tidak melakukan kegiatan secara Tekhnis, namun lebih kepada Kegiatan Edukasi/pendidikan, pemikiran terhadap upaya-upaya dalam Pengurangan Resiko Bencana di daerah. 

     

    "Untuk Forum yang akan kita bentuk ini akan melibatkan banyak organisasi yang peduli tentang kebencanaan. Lembaga ini (F-PRB.red) nantinya tidak turun langsung ke lokasi bencana, namun lebih kepada edukasi dan memberikan pemikiran dan sosialisasi kepada masyarakat agar ikut peduli dalam mengurangi resiko bencana. Namun untuk aksi ke lapangan saat terjadi bencana tentu mereka tetap turun kelapangam sesuai organisasi masing-masing," ucapnya. 

     

    Sementara terkait langkah pembentukan F-PRB di Kabupaten Limapuluh Kota, BPBD juga telah menggelar pertemuan dengan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat termasuk mereka yang telah mengikuti pelatihan di Kota Padang untuk merealisasikan keberadaan F-PRB.

     

    "Pagi ini kita kembali berkumpul bersama perwakilan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Limapuluh Kota, dan mereka sepakat untuk segera membentuk F-PRB. Hasilnya Tim Formatur sepakat untuk segera mewujudkan kepengurusan," tutup Joni Amir (Lili Yuniati).