×

Iklan

MEWASPADAI KLUSTER LIBUR PANJANG
Libur Panjanglah, tapi Jangan Rame-rame

22 Oktober 2020 | 10:29:28 WIB Last Updated 2020-10-22T10:29:28+00:00
    Share
iklan
Libur Panjanglah, tapi Jangan Rame-rame
Jangan menumpuk pengunjung objek wisata seperti ini

Padang, Khazminag.id – Libur panjang pekan depan disambut dengan penuh was-was oleh para petugas di Satgas Penanganan Covid-19, karena kalau tidak waspada bisa menjadi kluster baru pula penyebaran Covid-19.

Tak salah kalau Kepala BNPB, Doni Monardo mewanti-wanti agar libur panjang pekan depan dapat dimanfaatkan masyarakat dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Tentu saja harapannya agar masyarakat lebih memilih berada di rumah bersama keluarga saja dibanding berhondoh-pondoh memadati objek wisata.

    Doni, mengutip apa yang diingatkan Presiden Jokowo bahwa libur panjang kali ini hendaklah diantisipasi jangan sampai sepertti bulan Agustus lalu, libur panjang justru menjadi pemicu peningkatan kasus baru Covid-19. “Silahkan berlibur, tetapi lebih utamakan kesehatan. Pilih tempat wisata yang memenuhi ketentuan protokol Covid-19, restoran yang menerapkan protokol Covid yang ketat, agar semua yang berlibur dapat selamat dari wabah ini,” ujar Doni Monardo hari ini.

    Menurut dia, jangan sampai kerja keras semua pihak mengendalikan Covid-19 sejak tujuh bulan terakhir jadi sia-sia pada saat meledak pula ‘kluster libur panjang’.

    Kementerian Dalam Negeri menyurati para Gubernur, Bupati dan Walikota agar membuat edaran kepada pengelola tempat wisata untuk mengendalikan tempat wisata yang menjadi pusat keramaian, termasuk hotel, restoran.

    “Kapasitas yang teredia di tempat wisata, hotel dan restoan tidak boleh diisi penuh, hanya separuhnya saja,” kata Doni Monardo.

    Ia memujikan beberapa daerah yang mulai mengetatkan operasi hotel dan restoran terutama daerah yang memberi tanda atau stiker kepada pengelola objel wisata, hotel dan restoran yang memenuhi dan menerapkan protokol Covid-19.

    “Jadi jika hotel, restoran dan objek wisata bahkan mal yang menerapkan protokol Covid akan rekomendasikan oleh Pemda setempat sebagai tempat yang layak dikunjungi masyarakat,” ujar dia.

    Sumatera Barat sudah merespon anjuran Kepala BNPB dengan diterbitkan edaran Gubernur Sumbar tentang pemberlakuan wajib tes swab untuk karyawan hotel dan restoran di Padang.

    Dalam Instruksi Gubernur Sumbar Nomor: 360/223/Covid-19-SBR/X/2020 itu memang masih terbatas untuk wilayah Kota Padang saja lantaran Padang kini menjadi salah satu kota di Indonesia yang peningkatan kasus positif Covid-19 nya tinggi.

    Instruksi itu direspon oleh kalangan PHRI dengan positif. Mereka berjanji akan mematuhi instruksi gubernur Sumbarv tersebut. “Ya, baguslah, ini kan demi kebaikan bersama. Jadi kita tak keberatan, malah berterimakasih,” kata Ketua PHRI Sumbar, Maulana Yusran. (eko yanche edrie)