×

Iklan


Lewat Science Techno Park, Unand Siap Komersialkan Hasil Riset

21 Mei 2023 | 17:25:27 WIB Last Updated 2023-05-21T17:25:27+00:00
    Share
iklan
Lewat Science Techno Park, Unand Siap Komersialkan Hasil Riset
?Gedung STP Unand diresmikan

Padang, Khazminang.id --  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas  menyiapkan berbagai produk hasil riset untuk dikomersialisasikan melalui Science Techno Park (STP) kampus tersebut.

"STP Universitas Andalas ini nantinya juga membina usaha, bisnis dan teknologi agar kedepannya bisa mandiri dan menguntungkan," kata Ketua LPPM Unand Uyung Gatot Syafrawi Dinata.

Hal tersebut disampaikan dia usai peresmian Gedung Science Techno Park Universitas Andalas yang dihadiri langsung Ketua Umum Asosiasi Sains Techno Park Indonesia (ASTPI) Lukito Hasta Pratopo.

    Gebrakan yang dilakukan civitas academica Unand tersebut sejalan dengan target Presiden Jokowi yang ingin mendirikan 100 STP di Tanah Air. Hingga saat ini terdapat sekitar 20 STP di bawah binaan kementerian dan salah satunya STP Unand.

    Ia mengatakan salah satu tujuan STP membantu dunia usaha agar bisa meningkatkan daya saing produk. Hal tersebut diwujudkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada di tiap-tiap universitas.

    Di luar negeri, ujar dia, keberadaan STP sudah diandalkan untuk meningkatkan produk, bisnis, hingga persaingan daerah. Hal tersebut juga diterapkan di Tanah Air melalui STP perguruan tinggi

    Bagi pelaku usaha yang telah mengikuti bimbingan di STP Unand dan dinilai sudah mandiri untuk mengomersialkan produk yang dihasilkan akan diserahkan sertifikat.

    "Saat ini tercatat 200 produk hasil riset yang telah dibantu dikembangkan STP Unand," kata dia.

    Dia menjelaskan ratusan produk tersebut sudah memiliki prototipe, kemasan, sertifikat, lisensi halal dan standar nasional Indonesia (SNI), merek dan sebagainya. Dengan demikian, 200 an produk tersebut akan lebih mudah serta memiliki daya saing di pasaran.

    "Kemudian ada juga 40 lebih bisnis binaan yang dibantu dan ditingkatkan kapasitas sehingga lebih berdaya saing," ujarnya.

    Sementara itu Ketua Umum ASTPI Lukito Hasta Pratopo mengatakan inovasi adalah penciptaan baru hasil dari suatu riset yang mempunyai nilai tambah serta bisa dinikmati masyarakat.

    Terkait peresmian gedung STP Unand, ia berharap, berbagai inovasi yang dihasilkan di perguruan tinggi tersebut bisa memberikan manfaat, khusus masyarakat di Sumbar dan umumnya di Tanah Air. Tujuan didirikannya science techno park (STP) untuk menjamin keberlanjutan aktivitas riset di Indonesia.

    "Selain itu, STP ini harus bisa menciptakan startup atau pengusaha pemula berbasis inovasi," kata dia.

    Pendirian STP yang ditargetkan Kepala Negara sebanyak 100 unit tersebut harus bisa melayani dan memfasilitasi industri dan menarik industri ke dalam kawasan pasar.

     Lukito mengatakan berdasarkan diskusi  dengan Rektor Unand Prof Yuliandri, diketahui salah satu kendala STP kampus tersebut ialah para pengusaha rintisan (startup) yang telah dibina atau dibimbing kesulitan meneruskan hasil usaha yang dihasilkan.

    Oleh karena itu, pihak perguruan tinggi khususnya STP Unand harus bisa mencari jalan keluar, salah satunya menjalin kerja sama dengan para investor. Tujuannya, setiap inovasi atau produk yang dihasilkan para pengusaha rintisan dapat ditampung investor.

    Ia berharap berdirinya STP Unand bisa menjembatani para pengusaha pemula termasuk memfasilitasi ke dunia industri, serta menciptakan ekosistem inovasi yang dibutuhkan masyarakat luas.

    Pada kesempatan itu, Lukito mengatakan pemerintah Indonesia telah menggelontorkan dana sekitar Rp1,16 triliun untuk pembangunan STP. Empat perguruan tinggi penerima anggaran tersebut ialah Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.

    "Saya mendorong Universitas Andalas untuk mengajukan proposal supaya bisa mendapatkan bantuan tersebut," ujarnya.

    Saat ini, dari target 100 STP yang ditargetkan pemerintah baru terwujud 45 STP. Dari jumlah tersebut hanya 12 STP yang tergolong aktif melaksanakan kegiatan dan umumnya mereka diinisiasi oleh perguruan tinggi. (ant)