×

Iklan


Lebih dari 30 Wanita Hamil di Luar Nikah Jadi Pelanggan Apotek Aborsi di Padang

13 Feb 2021 | 19:21:23 WIB Last Updated 2021-02-13T19:21:23+00:00
    Share
iklan
Lebih dari 30 Wanita Hamil di Luar Nikah Jadi Pelanggan Apotek Aborsi di Padang
Dari pemeriksaan polisi terungkap jika sudah lebih dari 30 wanita yang hamil di luar nikah yang jadi pelanggan obat-obatan yang digunakan untuk aborsi tersebut sejak tahun 2018 (foto: Ist/net).

Padang, Khazminang.id--  Setelah menangkap  pasangan suami istri (Pasutri) pemilik apotek yang menjual obat-obatan ilegal untuk aborsi serta dua pasangan yang menjadi pelanggannya, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang  langsung melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

 

Hasilnya cukup mengagetkan, setelah dalam pemeriksaan, terungkap, jika pasutri tersebut sudah menjual obat-obatan terlarang yang digunakan untuk aborsi tersebut sejak tahun 2018.

     

    Dari pemeriksaan polisi didapat hasil ternyata terdata sudah puluhan wanita hamil di luar nikah yang menjadi konsumennya. 

    "Dari interogasi yang dilakukan personel kita, kurang lebih sudah 30 wanita hamil di luar nikah yang menjadi konsumennya. Dia mengaku, praktek tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2018 lalu," jelas Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Richo Fernanda, Sabtu (13/2).

     

    Sebelumnya, seorang pemilik apotek di Padang bersama istrinya ditangkap jajaran Opsnal Reskrim Polresta Padang lantaran diduga kuat menjadikan tempat mereka sebagai lokasi jual beli obat penggugur kehamilan (aborsi), Jumat (12/2) siang.

     

    Dari penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan 1.501 tablet dan 100 butir obat keras serta 100 gram Herbesser. 

     

    Ia mengatakan pengungkapan praktik jual beli obat keras itu telah dimulai sejak Kamis (11/2) dan kemudian terus dilakukan pengembangan kasus hingga saat ini.

    Penangkapan pasangan suami-isteri tersebut di apotek mereka bernama Apotek Indah Farma, Jalan Ksatria, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Padang.

    Pengungkapan tersebut berawal ketika petugas mendapatkan informasi bahwa apotek milik pelaku memperjual belikan obat-obat daftar G (obat keras tanpa izin edar).

    Tim Operasional Satreskrim kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dengan cara memancing pelaku untuk bertransaksi.

    "Ternyata benar mereka memperjual belikannya (obat keras)," ungkapnya.

    Tim opsnal langsung melakukan penangkapan terhadap kedua pemilik apotek itu serta mengamankan barang bukti berupa obat-obatan berbagai merek.

    Ketika diinterogasi, lanjut Rico, keduanya mengakui obat tersebut memang dijual kepada wanita hamil dan juga terungkap membantu proses aborsi.

    Tidak hanya sampai di sana, polisi lalu mengembangkan kasus untuk mencari pelaku yang diduga telah melakukan aborsi berbekal riwayat transaksi kedua pelaku.

    Pemburuan dimulai pada Jumat (12/2) dan berhasil men
    angkap perempuan AHS (20) bersama pasangan di luar nikah ND (20) di kawasan Pauh, keduanya diketahui masih berstatus mahasiswa.

    Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB polisi kembali men
    angkap pasangan lainnya yaitu FS (20, perempuan) dan AS (25).

    "Kasus ini masih terus kami dalami dan kembangkan," kata
    Rico (*/Novrizal Sadewa).