×

Iklan

WHO ANGGAP INI PENTING
Layanan Paliatif, Apa Pula itu?

07 Oktober 2021 | 15:24:24 WIB Last Updated 2021-10-07T15:24:24+00:00
    Share
iklan
Layanan Paliatif, Apa Pula itu?
Perawatan Paliatif penting ditingkatkan mutunya

Jenewa, Khazminang.id -- Di seluruh dunia, diperkirakan 1 dari 10 orang yang membutuhkan perawatan paliatif (perawatan untuk orang-orang dengan penyakit yang mengancam jiwa) namun angka itu akan terus tumbuh seiring bertambahnya usia populasi dan beban penyakit tidak menular meningkat. Pada tahun 2060, kebutuhan akan perawatan paliatif diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat.

Maka badan kesehatan dunia, WHO meminta agar semua negara vmelakukan tindakan terpadu untuk meningkatkan akses masyarakat ke pusat-pusat layanan kesehatan khususnya untuk perawatan paliatif itu.

Hari Perawatan Paliatif Sedunia akan diperingati pada 9 Oktober 2021.

    WHO menyediakan serangkaian indikator perawatan paliatif yang berlaku secara global dan kuat untuk negara-negara. Indikator-indikator ini dapat digunakan untuk menilai dan memantau penyediaan layanan perawatan paliatif di negara-negara di seluruh dunia. Laporan ini bertujuan untuk menciptakan konsensus global tentang indikator guna mengukur perkembangan perawatan paliatif dan penggunaannya akan memberikan data yang dapat diandalkan untuk mendukung pengambilan keputusan dengan menginformasikan prioritas kesehatan dan alokasi sumber daya.

    WHO juga menggarisbawahi tentang kualitas layanan kesehatan dan perawatan paliatif, melihat pendekatan praktis dan sumber daya untuk mendukung kebijakan, strategi, dan praktik. Laporan singkat ini akan memandu tindakan di tingkat nasional, kabupaten dan tempat perawatan untuk meningkatkan kualitas layanan perawatan paliatif.

    Penyediaan perawatan paliatif di sebagian besar negara tertinggal jauh di belakang kebutuhan akan layanan penting ini. Setiap tahun, diperkirakan lebih dari 56,8 juta orang, termasuk 25,7 juta pada tahun terakhir kehidupan, membutuhkan perawatan paliatif, di antaranya 78% tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.(eko)