×

Iklan


LaNyalla: Upayakan Kepastian Pelaksanaan Ibadah Haji 2021

18 Feb 2021 | 15:59:34 WIB Last Updated 2021-02-18T15:59:34+00:00
    Share
iklan
LaNyalla: Upayakan Kepastian Pelaksanaan Ibadah Haji 2021
LaNyalla

Surabaya, Khazminang-- Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung upaya pemerintah yang meminta kepastian pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2021 kepada Pemerintah Arab Saudi, karena hingga saat ini masih belum ada kepastiannya sama sekali.

“Pelaksanan Ibadah Haji sangat penting bagi umat Islam, terlebih ibadah ini adalah Rukun Islam kelima,” kata Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti kepada wartawan Kamis (18/2).

Bahkan LaNyalla merasa kalau pelaksanaan ibadah haji bukan hanya umat muslim di Indonesia yang membutuhkan kepastian, akan tetapi seluruh umat muslim di dunia pasti juga menunggu keputusan dan teknis pelaksanaan haji tahun ini, karena menurutnya ibadah merupakan hal yang mendasar dan primordial.

    "Tidak itu saja, kita juga membutuhkan persiapan apalagi sekarang masih dalam pandemi. Semua harus dipersiapkan dengan matang," katanya.

    Untuk itu, Senator asal Jawa Timur ini berharap pemerintah terus melobi pemerintah Arab Saudi agar kepastian itu bisa didapat.

    "Pemerintah melalui Kemenag harus terus melobi pemerintah Arab Saudi mengenai tenggat keberangkatan haji dan mampu memastikan serta menjamin kesehatan para caloh jemaah. Harus ada seleksi yang ketat dan tentunya tidak boleh menimbulkan dampak yang besar bagi calhaj yang tidak dapat berangkat," harapnya.

    Salah satu hal yang juga disorot LaNyalla adalah penyediaan vaksin untuk calhaj.

    "Calhaj harus mendapatkan vaksin, dan mereka harus mendapatkan prioritas dan dipersiapkan dari sekarang. Hal ini dalam rangka mempersiapkan, juga antisipasi jika kuota haji telah diberikan Pemerintah Arab Saudi," jelasnya

    Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur menambahkan, Kemenag juga harus mempersiapkan permasalahan teknis. "Harus ada antisipasi sejak awal, seperti cara beribadah di tengah pandemi, pendanaan serta resiko-resiko yang dapat terjadi. Masyarakat, utamanya calhaj, harus diberikan informasi teknis pelaksanaan haji di masa pandemi, yang ada perbedaan dari sebelumnya.