×

Iklan


Langsung Belajar ke Ulama, itu Penting

13 Oktober 2021 | 09:55:21 WIB Last Updated 2021-10-13T09:55:21+00:00
    Share
iklan
Langsung Belajar ke Ulama, itu Penting
Adhian Hussaini

Bukittinggi, Khazminang.id- DR.Adhian Husaini Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat memaparkan para pendanaan lebih lanjut (funding further), disamping kuliah di sekolah Pemerintah juga menambah pendidikan dengan belajar langsung kepada tokoh dan ulama. Menurutnya dari belajar tersebutlah yang mencetak integritas dan keilmuannya sehingga bisa menjadi tokoh dikenal di dunia Internasional.

Hal ini disampaikannya pada peresmian Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Marhamah Dewan Dakwah di Kota Bukittinggi, Senin (11/10).

Dalam peresmian tersebut dihadiri Arham Ketua Laznas Dewan Dakwah Provinsi Sumatera Barat, Drs. Anisral Sekretaris Yarsi Sumatera Barat, utusan Akabah Kota Bukittinggi, KB PII Kota Bukittinggi, serta pengurus dewan Dakwah Sumbar dan Kota Bukittinggi serta santri.

    Selanjutnya Adhian Husaini mengatakan, ketika Mohammad Natsir setingkat SMA, ia belajar agama kepada Ustadz A.Hasan Bandung, belajar politik ke H.Agus Salim dan Tjokroaminoto. Sedangkan Hamka yang baru belajar tujuh bulan di Makkah disuruh oleh H.Agus Salim pulang dan belajar kepada tokoh dan ulama di tanah air.

    Pendidikan itu tidak dibatasi oleh sekat-sekat formal, Soekarno umur 15 tahun telah mondok begitu juga Haji Agus Salim, Mohammad Natsir dan Hatta. Mereka belajar kepada orang-orang hebat, begitu juga Aceng Zakaria hanya tamatan Aliyah, telah mengarang buku sebanyak 105 judul buku. Mereka menjadikan pendidikan tersebut menjadi nafas kehidupan mereka sehari-hari. Dicontohkannya seperti bangun tidur itu  pendidikan,  pergi ke wc juga pendidikan, pada hakekatnya semuanya pendidikan, ucap Adhian Husaini.

    Sementara itu Arham Ketua Laznas Dewan Da’wah Provinsi Sumatera Barat menegaskan, program pesantren Al-Marhamah “Dewan Dakwah College” merupakan usaha dalam mewariskan spirit founding father melalui pendidikan yang mereka dapatkan secara berkesinambungan tanpa disekat oleh strata dan ruang.

    Kami merekrut peserta dari mahasiswa yang kuliah di Kota Bukittinggi berasal mereka dari pedesaan, santrinya akan diberi kajian tauhid, akhlak kajian syariah, keilmuan, keorganisasian, kajian masyarakat dan ilmu-ilmu praktis lainnya. Nanti dari ilmu, pewarisan nilai dan spirit yang mereka dapatkan, mereka dipersiapkan menjadi da’i, tokoh masyarakat, dan penggerak pembangunan nagari/desa.

    Lebih lanjut disampaikan Arham, awalnya Dewan Dakwah College akan menyelenggarakan pemondokan di akhir tahun 2019, tetapi kondisi pandemi yang menyelimuti dunia, barulah sekarang bisa dioperasionalkan. Kata Arham.

    Sedangkan Drs.Anisral Sekretaris Yarsi Sumatera Barat menyampaikan kehadiran college ini mendapat sambutan dari Universitas Mohammad Natsir, direncanakan diberikan beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu dari YARSI Sumbar. Diminta kepada Dewan Dakwah Kota Bukittinggi untuk menyeleksi dan ditempa menjadi kader Dewan Dakwah, ucapnya (iwin SB)