×

Iklan

PITAN DASLANI MELIHAT KRISIS FINANSIAL AS (1)
KTT G7 Hiroshima Bikin Joe Biden tak Nyaman

22 Mei 2023 | 14:35:31 WIB Last Updated 2023-05-22T14:35:31+00:00
    Share
iklan
KTT G7 Hiroshima Bikin Joe Biden tak Nyaman
Joe Biden tak nyaman di Hiroshima

Tidak seperti pada KTT G7 sebelumnya, Konferensi Tingkat Tinggi ke-49 dari tujuh negara terkaya di dunia yang diadakan di Hiroshima pada 19-21 Mei 2023 menjadi pertemuan yang paling tidak nyaman bagi Presiden Amerika Serikat. Badannya berada di Jepang, tapi pikirannya terfokus ke para anggota Partai Republik di Kongres Amerika yang ketika KTT itu sedang berlangsung, masih menolak usulnya untuk menaikkan plafon utang negaranya.

Joe Biden tampak ceria di depan para pemimpin G7 (Kanada, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, dan Uni Eropa). Tapi sulit baginya untuk menghindari bayangan krisis yang dapat segera melanda Amerika apabila Partai Republik tetap menolak usulnya itu.

Saat ini utang pemerintah Amerika Serikat adalah US$ 31.460.135.708.320. Bagi rata ke jumlah penduduk, maka setiap warga negara Amerika terbebani utang sebesar $94.175 (Rp1.412.625.000 pada kurs Rp15.000). Ini utang kepada siapa sampai bisa sebanyak itu?

    Pemerintah Amerika berutang kepada investor dalam dan luar negeri, dana-dana pensiun, perusahaan-perusahaan asuransi, dan pemerintah negara-negara lain. Jadi, meskipun negara adidaya itu kuat secara militer, tetapi rapuh secara finansial, karena terbebani utang yang sangat besar.

    Utang sebanyak itu berasal dari Jepang $1.082.2 miliar (14,88%), China $870 miliar (11,96%), Inggris $654,8 miliar (8,88%), Belgia $332,9 miliar (4,48%), Luksemburg $312,9 miliar (4,3%) dan selebihnya berutang kepada investor dalam dan luar negeri yang membeli surat berharga Treasury dan karena itu harus dibayar kembali pada saat jatuh tempo.

    Itu belum termasuk utang Amerika kepada Brazil, Switzerland, Jerman, Irelandia, Singapura, Korea Selatan, dan India. Kepada India saja Amerika harus membayar utang sebesar $216 miliar.

    Dapat dipahami mengapa media masa di India katakan bahwa sangat memalukan ada negara yang berutang sebanyak itu tetapi masih rajin pula menceramahi banyak negara lain tentang moralitas, tentang apa yang baik dan apa yang buruk, dan mendikte begitu banyak negara dengan mengandalkan kekuatan senjatanya, padahal utangnya belum dilunasi.

    Hal pertama yang bisa dipertanyakan adalah, mengapa negara yang mengklaim diri sebagai polisi dunia itu bisa terjerat utang sebesar itu? Jawabnya adalah karena ia mengandalkan surat berharga negara yang dijual dan digunakan dananya untuk membiayai jalannya pemerintahan.

    Ada tiga jenis obligasi Treasury yang dikeluarkan, yaitu Treasury Bills dengan masa jatuh tempo sampai 12 bulan, Treasury Bonds dengan masa jatuh tempo 10 tahun, dan Treasury Notes yang masa jatuh temponya antara 1-10 tahun. Ketika pemasukan pajak tak mencapai target yang diinginkan pemerintahan Joe Biden, maka surat-surat berharga inilah yang menjadi andalan pembiayaan negara. (baca juga: Kekhawatiran Investor Mulai Merebak)