×

Iklan


Koneksi Internet Bermasalah, Sidang Sindikat Narkoba Internasional Ditunda Pekan Depan

06 Apr 2021 | 18:55:39 WIB Last Updated 2021-04-06T18:55:39+00:00
    Share
iklan
Koneksi Internet Bermasalah, Sidang Sindikat Narkoba Internasional Ditunda Pekan Depan
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, memutuskan untuk menunda sidang tiga terdakwa sindikat narkoba jenis sabu pekan depan, karena koneksi internet bermasalah.

Padang, Khazminang.id-- Tiga terdakwa sindikat narkoba jenis sabu dan pil ekstasi jaringan internasional yakninya Yasin Yusuf, Suzila dan Mas'uut menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Padang, Senin (5/4) kemarin.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumateta Barat (Sumbar), Ira Yolanda cs, menghadirkan enam saksi dari Direktorat Narkoba Polda Sumbar dan dua orang dari masyarakat sipil.

Menurut keterangan saksi Istiklal, kejadian ini berawal dari informan dan penangkapan pelaku bernama Syahrial di Kota Padang.

    "Penangkapan ini bermula dari Syharial, setelah dilakukan pengembangan lalu tim Ditnarkoba Polda Sumbar mendapatkan informasi dari Syahrial bahwa narkoba yang diedarkannya berasal dari Yasin Yusuf yang berdomisili di Kota Pekanbaru," kata dia kepada Majelis Hakim yang diketuai Agnes Sinaga beranggotakan Leba Max Nandoko dan Yose Ana Roslinda.

    Saksi juga menjelaskan, setelah mengetahui keberadaan Yasin Yusuf, polisi langsung menuju ke rumah Yasin Yusuf yang berada di Pekanbaru, Provinsi Riau.

    "Saat itu ada dua kali penggeladahan di rumah terdakwa di Pekanbaru, pertama nihil dan kedua ditemukan narkoba dalam jumlah yang besar. Saat penangkapan tersebut ditemukan narkotika jenis sabu. Ada yang disimpan di belakang AC dan gudang penyimpanan rahasia di rumah tersangka Yasin Yusuf," sebutnya.

    Saksi juga menyebutkan, selain terdakwa Yasin Yusuf, polisi juga menangkap terdakwa Suzilla yang merupakan pacar dari Yasin Yusuf.

    "Yasin Yusuf menyuruh Suzilla membuka rekening untuk menabung dari hasil jualan narkotika. Di mana hal tersebut atas pemberian Yasin Yusuf," ujarnya.

    Dari informasi yang dihimpun di Pengadilan Negeri Padang, sidang yang digelar secara virtual tampak terkendala karena koneksi internet yang bermasalah. Akibatnya, ketiga terdakwa yang berada di Rutan, saat memberikan keterangannya, tidak terdengar dengan jelas 

    Sebaliknya, majelis hakim dan kuasa hukum terdakwa, juga tampak kebingungan akibat terganggunya koneksi internet tersebut.

    Selain itu, sebelumnya delapan saksi yang dihadirkan JPU pada Kejati Sumbar, hanya satu saksi yang bisa memberikan keterangan imbas dari jaringan bermasalah itu. Akhirnya majelis hakim mengambil kesimpulan untuk menunda sidang pekan depan.

    Peristiwa lainnya, pada saat sidang tersebut, tampak tim Penasihat Hukum (PH) dari masing-masing bersitegang dengan saksi dan JPU. Melihat hal tersebut majelis hakim pun menengahinya.

    Tak hanya itu, JPU pun juga memperlihatkan barang bukti kepada Penasihat Hulum terdakwa masing-masing (Yasin Yusuf ) Agung Syahputra dan (Mas'ut) Missiniaki Tommi dan (Suzila) Mukti Ali Kusmayadi " Boy London".

    Seperti dalam berita sebelumnya disebutkan, sindikat narkoba internasional atau yang beraksi antarnegara, merambah hingga ke Sumbar. Setelah proses penyelidikan dan pengambangan kasus yang cukup lama, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar mengungkap keberadaan jaringan itu, pelaku diamankan beserta barang bukti narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 5.708 butir dan 2.093,43 gram sabu-sabu.

    Pengungkapan ini berawal dari penangkapan pelaku berinisial Sy pada 10 Agustus lalu di Jalan Kampung Baru, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Dalam penangkapan, ditemukan sabu-sabu 800 gram atau hampir 1 kilogram.

    Dari hasil penangkapan tersebut, Sy menyebutkan barang haram itu didapatkan dari seorang laki-laki di Pekanbaru, Riau. Mendapat informasi itu, petugas bergerak ke Riau. Petugas melakukan pencarian terhadap laki-laki tersebut yang dipanggil YY di Pekanbaru, Riau. Namun pelaku tidak ditemukan. Dia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sumbar.

    Pada 3 September sekitar pukul 03.00, petugas menangkap OT dan DAF di Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Dari penangkapan ini, polisi menemukan berupa satu butir pil ektasi dan bungkahan sabu-sabu dibungkus dengan uang pecahan dua ribu pada bagian perseneling di dalam mobil yang dikendarai.

    Penyelidikan Mendalam

    Setelah dilakukan penyelidikan, awalnya keduanya tidak mengakui sebagai pemilik narkoba tersebut. Atas penjelasan OT, mobil yang mereka kendarai adalah milik YY (DPO). Lalu, petugas melakukan pengejaran terhadap YY ke Pakanbaru, Riau.

    YY akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya di Tangkerang Labuia, Kota Pekanbaru. Saat itu tersangka Yasin Yusuf sedang bersama seorang perempuan berinisial SZ. Lantas tim menanyakan keberadaan narkotika yang dicari, namun YY tidak mengakui. Lalu, tim membawa YY dan tersangka lainnya ke Polda Sumbar untuk dilakukan pemeriksaan dan cek urine.

    Sesampai di Polda Sumbar, Timsus Ditresnarkoba melakukan interogarasi terhadap YY dan rekan lainnya. Dari hasil interogarasi tersebut didapat keterangan bahwa narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi tersebut disimpan di rumah YY.

    Timsus Ditnarkoba Polda Sumbar kembali ke Pekanbaru, Riau dengan membawa tersangka YY dan berhasil menemukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 2.093,43 gram lebih dan pil ekstasi sebanyak 5.705,5 butir. Rinciannya sebanyak 3.200 ekstasi warna pink porche berikut serbuknya seberat 1504,02 gram, 2.217 ekstasi.

    Attas perbutannnya terdakwa  melanggar pasal sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

    SUBSIDAIR: Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

    PRIMAIR: Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

    SUBSIDAIR: Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

    DAN KEDUA: Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 2010 tentang Pemberantasan dan pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang. (Murdiansyah Eko)