×

Iklan


Komisi 8 DPR RI di Sumbar, Sebut Pembelajaran Daring Jadi Pemicu Lost Generation

08 September 2021 | 20:58:35 WIB Last Updated 2021-09-08T20:58:35+00:00
    Share
iklan
Komisi 8 DPR RI di Sumbar, Sebut Pembelajaran Daring Jadi Pemicu Lost Generation
GUBERNUR Sumbar, Mahyeldi saat menyambut rombongan Komisi 8 DPR RI di BIM, Rabu (8/9) pagi. IST

Padang, Khazminang.id— Komisi VIII DPR RI yang membidangi, Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Penangguangan Bencana, Badan Amil Zakat dan Badan Wakaf Indonesia, melaksanakan rangkaian kunjungan kerja ke Sumatera Barat. Kedatangan rombongan disambut Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah di BIM, Rabu (8/9).

Tim Komisi VIII DPR RI yang berkunjung ke Sumatera Barat sekitar 15 Orang, terdiri dari Anggota DPR serta Sekretariat Komisi dan media, di antaranya dari Komisi VIII, Ketua Tim yang juga Ketua Komisi VIII, H. Yandri Susanto, S.Pt, Ina Ammania, H. John Kenedy Azis, SH, Mohammad Saleh, S.E, Drs. H. Saiful Rasyid, MM, H. Lisda Hendrajoni, SE, MMTr, Dr. H. Achmad, M.Si., H. Mhd Asli Chaidir, SH dan H. Nasril Bahar, S.E. 

Turut hadir dalam penyambutan ini, Walikota Padang, Hendri Septa, Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, Plt. Kakanwil Kemenag Sumbar, Syamsuir, Mantan Kakanwil Kemenag Sumbar, Hendri, serta pejabat terkait lainnya.

    Dalam penyambutan Gubernur Sumbar Mahyeldi ucapan selamat datang kepada rombongan Komisi VIII DPR RI. Rombongan tiba di BIM pukul 08.20 WIB. Setelah itu rombongan menikmati jamuan yang telah disiapkan sambil berbincang-bincang hangat dengan Gubernur.

    Usai menikmati jamuan, Gubernur beserta rombongan Komisi VIII meninggalkan Bandara dan langsung menuju ke UIN Imam Bonjol Padang untuk melakukan pertemuan dengan para Rektor UIN yang ada di Sumbar dalam rangka peningkatan kualitas penyelenggaraan Pendidikan Tinggi di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri.

    Tinjau Persiapan KTM

    Saat melaksanakan kunjungan kerja meninjau UIN Imam Bonjol Padang, Komisi VIII DPR RI menilai terlalu lama melaksanakan perkuliahan secara daring akan berefek buruk terhadap kualitas dan karakter mahasiswa, karena itu perkuliahan tatap muka harus segera diupayakan.

    “Kita sudah lihat hampir dua tahun pandemi COVID-19, pendidikan menjadi salah satu sektor yang terimbas, harus melaksanakan pembelajaran daring sehingga tidak optimal. Jika terus dibiarkan akan terjadi lost generation,” kata Ketua Komis VIII DPR RI Yandri Susanto.

    Menurutnya harus ada lompatan kebijakan yang dilakukan agar ancaman lost generation itu tidak terjadi. Lompatan itu adalah keberanian melaksanakan perkuliahan tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Ada fasilitas yang harus disediakan dan diawasi oleh pihak kampus,” ujarnya.

    Kedatangan Komisi VIII juga sekalian meninjau program SBSN yang digelontorkan bagi pembangunan kampus III UIN Imam Bonjol di Sungai Bangek Padang. “Kita juga menjemput aspirasi di daerah untuk kita perjuangankan dan kawal saat rapat kerja dengan mitra Komisi VIII,” katanya.

    Gubernur Mahyeldi di kesempatan itu mengatakan, UIN Imam Bonjol ini adalah lembaga yang tidak hanya mendidik, tetapi juga membentuk generasi penerus berkarakter keislaman. Kampus tersebut katanya, juga mendorong terciptanya enterpreneur muda dimulai dari bangku kuliah, yang sejalan dengan program Pemprov Sumbar untuk menciptakan 100 ribu enterpreneur.

    “Membantu UIN tidak hanya membantu masa depan bangsa, tetapi juga membantu ummat,” tegasnya.

    Rektor UIN Imam Bonjol, Prof. Dr Martin Kustati mengatakan, kampus yang dipimpinnya terdiri dari tujuh fakultas, tiga bangunan kampus dan 14 ribu mahasiswa. “UIN Imam Bonjol memiliki tiga pilar yaitu keislaman, kebangsaan dan keminangan,” ujarnya.

    Terkait kampus III UIN Imam Bonjol yang mendapatkan bantuan program SBSN, pembangunan fisik sudah mencapai 95 persen, tinggal finishing pada beberapa titik. “Kami berterima kasih atas dukungan Komisi VIII DPR RI untuk UIN Imam Bonjol,” ujarnya. Ryan Syair/Rina Akmal