×

Iklan


Khawatir Longsor, Makam Korban Covid-19 Dipindahkan

16 Juni 2020 | 23:48:59 WIB Last Updated 2020-06-16T23:48:59+00:00
    Share
iklan
Khawatir Longsor, Makam Korban Covid-19 Dipindahkan
Makam warga Kota Padang yang berasal dari Pasaman Barat (Pasbar) inisial A, 62 tahun yang meninggal dunia akibat positif Covid-19 pada pertengahan April lalu, akhirnya dipindahkan pada Minggu (14/6) lalu. IST

Talamau, Khazminang-- Makam warga Kota Padang yang berasal dari Pasaman Barat (Pasbar) inisial A, 62 tahun yang meninggal dunia akibat positif Covid-19 pada pertengahan April lalu, akhirnya dipindahkan pada Minggu (14/6). 

Pemindahan tersebut atas permintaan keluarga yang khawatir dengan bencana longsor karena lokasi letak makam dengan berpotensi longsor jika terjadi bencana. Hal itu dikatakan Camat Talamau, Nur Fauziah Zein kepada wartawan, Selasa (16/6). 

"Pihak keluarga sudah koordinasi dengan Satgas Kabupaten, Kepala KUA, Puskesmas, Pucuk Adat Talu dan jajarannya terkait pemindahan makam ini," kata Nur Fauziah Zein.

    Prosesi pemindahan makam ini berlangsung pada Minggu (14/6) kemarin yang dilaksanakan oleh pihak keluarga almarhum dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19, yakni seluruh pihak keluarga yang ikut dalam pemindahan makam ini mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

    Diketahui, sebelumnya almarhum A ini merupakan warga Kota Padang yang berasal dari Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat tetapi sudah berdomisili di Kota Padang. 

    Saat almarhum sakit, ia dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M.Djamil Padang hingga akhirnya meninggal dunia dan dimakamkan di Kampung halamannya.

    Pemindahan ini kata Nur Fauziah dikarenakan tempat yang lama dikhawatirkan kurang aman jika ada bencana.

    "Sudah dipindahkan atas permintaan keluarga dan dimakamkan di pandam perkuburan keluarga di Koto Dalam," lanjutnya.

    Sebelumnya jasad almarhum A (62) dimakamkan di Rimbo Polong Onam, Kecamatan Talamau. Pada Kamis (16/4) sore dipindahkan ke Koto Dalam, Kecamatan Talamau atas permintaam dari keluarga sendiri.

    Terpisah, Pucuak Adat Nagari Talu Fadlan Maalip Tuanku Bosa XIV membenarkan tentang adanya pemindahan makam A tersebut yang katanya atas permintaan keluarga. 

    "Benar, kemarin sore telah dilaksanakan proses pemakaman ulang jenazah almarhum, yang dipindahkan dari Polong Onam ke pandam perkuburan Godang Mudiak Koto Dalam atas dasar permintaan pihak keluarga," ujar Fadlan Maalif.

    Ia menambahkan, bahwa pihak keluarga almarhum meminta izin kepada niniak mamak, pemuda, dan masyarakat Koto Dalam supaya jenazah almarhum dapat dipindahkan dengan alasan khawatir apabila terjadi bencana.

    "Pemindahan ini dilakukan oleh beberapa petugas dari keluarga dan dibantu anak kampuang Koto Dalam dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19," lanjutnya.

    Pemangku Adat Nagari Talu Fadlan Tuanku Bosa XIV sebagai pucuk adat atas nama tiga Pucuak Adat, yakni Hendri Eka Putra Daulat Parit Batu dan Mustika Yana yang Di Pertuan Kinali mengimbau kepada Datuk, Penghulu, Cadiak Pandai dan Alim Ulama dalam nagari untuk membantu dan memfasilitasi pemakaman jenazah Covid-19 dipandam perkuburan yang memang tempat pemakaman menurut adat.

    Selain itu, ia juga mengimbau agar memberikan pengertian kepada anak nagari yang menolak karena tidak paham, bahwa pemakaman atau kuburan jenazah Covid-19 tidak berbahaya bagi manusia karena tidak menular.

    "Semoga kedepan kita tidak mendengar lagi adanya penolakan pemakaman jenazah Covid-19 terutama di Pasaman Barat," pintanya mengakhiri. (Sutan Pamenan)