×

Iklan


Ketua DPD RI Dukung Langkah Kemenag Batalkan Sertifikasi Penceramah

06 Apr 2021 | 14:52:53 WIB Last Updated 2021-04-06T14:52:53+00:00
    Share
iklan
Ketua DPD RI Dukung Langkah Kemenag Batalkan Sertifikasi Penceramah
Ketua DPD RI LaNyalla berbincang dengan Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani seusai sholat Jumat di salah satu masjid di Surabaya beberapa waktu lalu.

Surabaya, khazminang.id - Langkah Kementerian Agama (Kemenag) RI membatalkan program sertifikasi untuk penceramah, mendapat dukungan penuh dari Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mataliliti, karena penguatan kompetensi jauh lebih rasional dan perlu untuk dilakukan.  

Rencana sertifikasi untuk penceramah ini mencuat pertengahan tahun 2020 dan menuai kontroversi. 

"Namun, Kementerian Agama telah membatalkan ini dan memilih melaksanakan penguatan kompetensi penceramah agama dengan melibatkan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan ormas lainnya," terang LaNyalla, Selasa (6/4/2021).

    Senator asal Jawa Timur itu menilai keputusan membatalkan rencana tersebut sudah tepat.

    "Sejak awal, rencana itu sudah menjadi kontroversi, pro dan kontra terus mencuat. Langkah penguatan kompetensi lebih rasional dan cenderung tidak

    menuai kontroversi banyak pihak," katanya. 

    LaNyalla menjelaskan, dengan pelatihan penguatan, Indonesia akan memiliki para penceramah yang tangguh dan berwawasan nasionalisme.

    "Sehingga kita akan mendapati masyarakat yang tercerahkan. Karena para penceramah merupakan garda terdepan dalam membentuk opini dan paradigma masyarakat," tuturnya.

    Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengharapkan dilakukan penguatan substansi dan materi yang berwawasan kebangsaan dan pertahanan

    nasional dan anti terorisme yang disampaikan para penceramah.

    "Penceramah bisa memberikan pengetahuan mengenai

    ancaman dan tantangan bangsa. Sehingga masyarakat menjadi waspada dan bersatu membangun bangsa ke depan," katanya.(**)