×

Iklan

KASATPOL PP KOTA PADANG ALFIADI:
Ketahuan Beri Uang Kepada Pengemis, Warga Padang Bakal Disanksi

07 Mei 2021 | 21:29:19 WIB Last Updated 2021-05-07T21:29:19+00:00
    Share
iklan
Ketahuan Beri Uang Kepada Pengemis, Warga Padang Bakal Disanksi
(foto: Ist/net)

Padang, Khazminang.id-- Keberadaan pengemis musiman menjelang Hari Raya Idul Fitri, di jalan-jalan Kota Padang dianggap kian marak jelang Lebaran 2021. Hal ini selain meresahkan tentu  juga membuat pemandangan yang kurang elok.

Terjadinya penambahan jumlah pengemis tersebut mendapat penilaian yang berbeda dari warga dan pemerintah Kota Padang, Pemko Padang melalui Satpol PP menilai pengemis musiman itu muncul karena semakin banyaknya warga di Padang yang memberi uang kepada mereka.

Untuk itu Pemko Padang pun mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan di Padang, agar tidak memberikan sumbangan kepada mereka yang meminta-minta di jalanan. Kebiasaan tersebut, menurutnya membuat keberadaan mereka semakin bertambah banyak di Padang, sehingga, aktivitasnya mengganggu kenyamanan para pengguna jalan.

    “Kalau ingin memberi dan bersedekah, kami minta disalurkan ke lembaga zakat atau lembaga sosial resmi,” kata Kepala Satpol PP Kota Padang Alfiadi, di Media Center Balai Kota Padang, kemarin.

    Menurut Alfiadi, salah satu upaya mencegah keberadaan pengemis di Padang ini adalah dengan tidak memberi uang kepadanya.

    “Mereka beraktivitas di jalan karena mereka mudah mendapatkan uang. Untuk mencegahnya, mari kita hentikan memberi sumbangan di jalan,” tuturnya.

    Untuk itu, ia berharap masyarakat lebih bijak lagi dalam memberikan sumbangan. Terlebih para pengguna jalan di Padang. Sebab, apabila terus memberi, maka mereka akan terus ada. Bahkan, jumlahnya bisa saja bertambah.

     “Jadi salah satu upaya kita mencegah keberadaan mereka adalah tidak memberi uang kepadanya,” imbau Alfiadi.

    Alfiadi menilai keberadaan pengemis di Padang mengganggu ketertiban. Pemko Padang sudah ada Perda yang mengatur orang yang memberi dapat dikenai sanksi, untuk itu, diminta kerja sama masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama mencegah mereka berada di jalanan.

    Alfiadi menambahkan, SatpolPP sudah melakukan penertiban terhadap pengemis di Padang. Namun, mereka kembali lagi meminta-minta.

    “Setelah ditertibkan oleh Satpol PP, mereka diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibina agar mereka tidak lagi mengemis. Namun karena kita suka memberi di jalanan, mereka kembali lagi meminta-minta,” tutur Afriadi.

    Tanggapan Warga

    Imbauan yang disampaikan Alfiadi mendapat beragam tanggapan dari warga. Salah seorangnya yaitu Yunita (22 tahun), warga Lubuk Buaya, Padang menyatakan mendukung Pemko Padang menertibkan pengemis, tetapi bukan dengan cara mengimbau warga untuk tidak memberi uang.

    “Kok saya merasa aneh saja orang dilarang meberi uang kepada pengemis,” ujar Yunita.

    Menurut Yunita, jumlah pengemis di Kota Padang tidaklah terlalu banyak, dengan demikian  Pemko Padang masih bisa melakukan penertiban dan mengedukasi mereka secara serius.

    “Kalau memang dasar ekonomi mereka yang mengemis itu sangat lemah, harusnya pemerintah membantu mereka secara berkala dan mengedukasi mereka,” hematnya.

    “Sebaliknya, kalau mereka diketahui bagus perekonomiannya, Pemko Padang harus memberikan sanksi berat.  Artinya, pendataan dan pembinaan mereka yang harus dilakukan secara sunguh-sungguh, meski berat tapi itu adalah tugas pemerintah, kata dia.

    Ia juga memberikan penilaian soal domisili pengemis sebab, menurutnya tidak seluruh pengemis itu adalah warga Kota Padang.

    “Apabila mereka bukan warga Padang, Pemko Padang seharusnya lebih mudah mengatasinya. Yakni dengan mengamankan dan mengirim mereka ke daerah domisilinya, anggapnya.

    kalau perlu, Pemko Padang harus berani menyurati pemerintah daerah asal pengemis yang bukan warga Padang itu. Tegur pemda mereka. Itu lebih etis ketimbang melarang dan mengancam memberi sanksi warga yang memberi uang kepada mereka,” tukas Yunita (Novrizal Sadewa).