×

Iklan


Kenapa yang Lahir 29 Februari Berulang Tahun Sekali 4 Tahun?

29 Februari 2024 | 19:07:33 WIB Last Updated 2024-02-29T19:07:33+00:00
    Share
iklan
Kenapa yang Lahir 29 Februari Berulang Tahun Sekali 4 Tahun?

Padang, Khazminang.id – Siapa saja yang tanggal lahirnya 29 Februari, maka kesemptan dia merayakan ulang tahun pada tanggal yang persis hanya diperoleh setiap empat tahun sekali. Tidak seperti orang yang lain di luar tanggal itu, bisa merayakannya setiap tahun.

Ini lantaran kita berpatokan pada penanggalan masehi yang di dalamnya ada perhitungan tahun kabisat dimana tanggal 29 Februari hanya muncul setiap empat tahun sekali.

Tahun Kabisat adalah tahun dimana jumlah hari dalam setahunnya mencapai 366 hari atau 366 kali 24 jam. Sedangkan pada waktu yang lain, bilangan hari dalam setahun hanya mencapai 365 hari. Masa bilangan hari 365 itu, tahunnya disebut tahun Tahun Sideris.

    Untuk mengisi perbedaan antara Tahun Sideris dan tahun pada kalender, maka ditambahkanlah satu hari itu agar periode musim yang sudah ditentukan tetap sinkron dengan jumlah hari di kalender.

    Mengapa penambahan hari itu hanya di bulan Februari?

    Penambahan Hari Kabisat di bulan Februari dilakukan sejak zaman Romawi kuno.

    Pada masa Sebelum Masehi, kalender hanya terdiri dari 10 bulan. Kemudian, dalam perjalanannya, Romawi menetapkan bulan Januari dan Februari.

    Februari menjadi bulan terakhir dan memiliki hari paling sedikit.

    Pemilihan bulan Februari sebagai bulan untuk menambahkan Hari Kabisat pada masa Julius Caesar. Dia kemudian menyesuaikan kalender agar sejajar dengan matahari dan menambahkan Hari Kabisat melalui dekrit.

    Namun, penambahan itu masih belum sepenuhnya memperhitungkan perbedaan waktu. Itu tidak diperbaiki selama ratusan tahun kemudian.

    Pada 1582, Paus Gregorius XIII mengadopsi kalender Gregorian, yang sekarang kita gunakan. Dia menetapkan bahwa semua tahun yang dapat dibagi empat adalah Tahun Kabisat, dengan pengecualian pada tahun abad.

    Setelah kalender Julian berkembang menjadi kalender Gregorian pada tahun 1582, tradisi penambahan hari kabisat pada bulan Februari masih dilanjutkan.

    Tahun Kabisat tidak selalu terjadi empat tahun sekali

    Kebanyakan orang meyakini kalau Tahun Kabisat terjadi setiap empat tahun sekali. Namun, ternyata tidak selalu demikian.

    Aturannya, suatu tahun dianggap Tahun Kabisat jika dapat dibagi empat sehingga menghasilkan bilangan bulat.

    Pengecualian untuk tahun yang bisa dibagi 100. Tahun dengan kelipatan 100 tidak selalu dianggap sebagai Tahun Kabisat.

    Namun, jika tahun kelipatan 100 itu menghasilkan bilangan bulat ketika dibagi 400, maka tahun itu tetap dianggap Tahun Kabisat.

    Sebagai contoh: Tahun 2000 adalah tahun kabisat karena tahun kelipatan 100 itu bisa dibagi empat dan 400. Tetapi, tahun 1700, 1800, dan 1900 bisa dibagi empat tapi tidak bisa dibagi 400, jadi itu bukan Tahun Kabisat.

    Bagaimana jika Tahun Kabisat tidak ada?

    Jika kita tidak memiliki Tahun Kabisat dan tidak memperhitungkan waktu tambahan antar kalender, periode musim akan mulai berpindah.

    Misalnya, dalam jangka waktu sekitar 700 tahun, musim panas di belahan bumi utara akan mulai terjadi pada Desember, bukan bulan Juni.

    Jika kita tidak mempunyai Tahun Kabisat, belahan bumi utara akan mengalami musim dingin pada bulan Juni, sedangkan belahan bumi selatan akan mengalami musim panas.

    Apa saja tradisi dan mitos Tahun Kabisat?

    Ada beberapa tradisi hingga takhayul yang kerap dikaitkan dengan Tahun Kabisat atau tanggal 29 Februari.

    Di Irlandia ada tradisi Bachelor’s Day atau yang juga dikenal dengan Ladies’s Privilege. Ini merupakan tradisi orang-orang Irlandia, di mana perempuan diperbolehkan melamar laki-laki pada tanggal 29 Februari.

    Di zaman modern seperti sekarang ini, perempuan memang bisa melamar laki-laki kapan saja, tetapi tradisi itu merujuk pada abad ke-5, yang diperkirakan berasal dari legenda Saint Bridget dan Saint Patrick.

    Konon Bridget menemui Patrick dan mengeluh bahwa perempuan harus menunggu terlalu lama untuk menikah karena laki-laki lambat dalam melamar. Ia meminta agar perempuan diberi kesempatan.

    Tradisi lain mempercayai, ketika lamaran seorang perempuan itu ditolak, laki-laki yang dilamar harus memberikan kompensasi, biasanya dengan memberilan sarung tangan atau gaun sutra.

    Dalam budaya lainnya, tanggal 29 Februari biasanya dikaitkan dengan kesialan.

    Di Yunani, secara tradisional tidak disarankan untuk menikah pada tahun kabisat - dan terutama pada tanggal 29 Februari. Tradisi mengatakan bahwa setiap pernikahan di tahun kabisat akan berakhir dengan perceraian.

    Di Skotlandia, orang dulu percaya saat tanggal 29 Februari, para penyihir berkumpul untuk berbuat onar. Beberapa orang Skotlandia masih menganggap melahirkan pada tanggal 29 Februari adalah nasib buruk.

    Sebaliknya, beberapa budaya memandang tanggal 29 Februari sebagai hari ulang tahun yang membawa keberuntungan. Beberapa ahlinastronomi bahkan percaya jika ulang tahun seseorang jatuh pada hari kabisat, orang itu akan memiliki keunikan. (dari bbc)