×

Iklan


Kenalan Lewat Facebook, Remaja di Padang Pariaman Nekat Setubuhi Bocah 16 Tahun

18 Feb 2021 | 17:07:19 WIB Last Updated 2021-02-18T17:07:19+00:00
    Share
iklan
Kenalan Lewat Facebook, Remaja di Padang Pariaman Nekat Setubuhi Bocah 16 Tahun
Kapolres Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksmana didampingi Kasatreskrim, Elvis Susilo dalam jumpa pers pada Kamis (19/2).

Pariaman, Khazminang.id-- Tidak tahan dengan napsu birahinya, seorang pemuda tanggung nekat menyetubuhi dengan paksa seorang anak baru gede (ABG) usai pulang dari undangan pesta pernikahan.

Kejadian yang diketahui terjadi pada 5 Februari lalu ini, berawal dari perkenalan antara korban dan pelaku melalui Facebook, yang kemudian dilanjutkan dengan membuat janji bertemu.

Kapolres Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksmana didampingi Kasatreskrim, Elvis Susilo dalam jumpa pers pada Kamis (19/2) menuturkan, kejadian berawal ketika korban MLD (16) bersama pelaku BSH (16) berjanji untuk menghadiri pesta baralek di satu tempat di Sungai Limau, bersama dua orang teman pelaku.

    "Setelah menghadiri pesta perkawinan tersebut, kemudian pelaku mengajak korban singgah di sebuah pondok yang jauh dari keramaian," ulas Deny

    Saat singgah di pondok itu, lanjut Kapolres, pelaku menyuruh dua kawannya tersebut untuk mencari makanan.

    "Setelah dua kawannya pergi, kemudian pelaku mengajak korban berhubungan badan, namun ditolak oleh korban," ungkapnya.

    Lanjut Kapolres, karena ditolak, kemudian pelaku memegang tangan korban, sehingga korban tidak berdaya, dan terjadilah persetubuhan di pondok itu.

    "Kemudian korban menceritakan kejadian itu kepada ibunya dan ibunyalah yang melaporkan pencabulan itu ke Polres Pariaman," terang Deny

    Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satreskrim Polres Pariaman pun langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti (BB) berupa baju, celana, bra dan celana dalam korban.

    Terhadap pelaku, dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak Pasal 81 ayat 1/2 UUD RI nomor 17 tahun 2016, dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. (Suger)